Salah satu faktor yang berperan pada katarak senilis adalah stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak bilberry untuk mengurangi kadar malondialdehid lensa katarak senilis. Uji klinis tersamar ganda dilakukan dengan 33 orang pasien katarak senilis. Subjek dibagi menjadi 3 kelompok secara merata yaitu plasebo, perlakuan 100 mg ekstrak bilberry dan 300 mg ekstrak bilberry. Pengobatan yang diberikan sampai 14 hari sebelum operasi katarak untuk mengevaluasi tingkat malondialdehid. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Tukey. Tingkat rata-rata malondialdehid di kelompok plasebo, ekstrak bilberry 100 mg, dan 300mg adalah 11,82± SD 2,96 nmol/mg, 7,99±SD1,99 nmol/mg, dan 5,22±1,27SD nmol/mg. Efek penurunan malondialdehid dengan pemberian 100 mg dan 300 mg ekstrak bilberry berbeda signifikan (p<0,05). Terdapat korelasi negatif antara ekstrak bilberry dan malondialdehid tergantung dosis (r=-0,760; p<0,001). Diagram menunjukkan bahwa peningkatan dosis ekstrak bilberry akan mengakibatkan penurunan tingkat malondialdehid pada pasien katarak senilis. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak suplemen bilberry dapat mengurangi kadar malondialdehid di lensa pasien katarak senilis dan peningkatan dosis ekstrak bilberry berkorelasi dengan tingkat penurunan malondialdehid pada lensa penderita katarak senilis.Kata Kunci: Ekstrak bilberry, katarak senilis, malondialdehid