T Budi Sulistya
Laboratorium Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Unibraw / RSU dr. Saiful Anwar Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KADAR ENZIM GLUTATION REDUKTASE DENGAN DERAJAT KEKERUHAN INTI LENSA Sulistya, T Budi; Dewi, Debby Shintiya; Suyuti, Hidayat; Sumarno, Sumarno
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 22, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.234 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2006.022.01.7

Abstract

The aim of this study was to determine the correlation between the level of glutathione reductase [GR] in relation with the severity of nuclear cataract and the increase of age. An analytic cross sectional observasional study  of nuclear cataract patient seen at Saiful Anwar Hospital and Mass Cataract Surgery performed by Perdami Malang was carried out. Patients were classified into 3 groups based on ageand 4 groups based on severity of nuclear cataract. The samples were taken by consecutive sampling and were operated on visual indication. The extracted lens were examined for [GR]. The laboratory findings of [GR] were compared with the severity of senile cataract. The data were analyzed with one way ANOVA. Confidence limit was set at 95%. A total of  55 patients were included with the sample size in 40-50 age group less than estimation. The [GR] were found to be significanfly lower in the older age (p=0,01) and the more severe cataract groups (p=0,00). The [GR] were also found to be significantly decreased with the increase of cataract severity in 40-50 age group (p=0,00), 50-60 age group (p=0,01) and >60 age group (p=0,00). In the grade 2 cataract, there were no significant difference of [GR] between age group (p=0.22). This also occured in grade 3 (p=0.23) while  in the grade 4, there were significant difference between age group (p=0.01). This also occured in grade 5 (p=0.06).
Suplementasi Ekstrak Bilberry Menurunkan Kadar Malondialdehid Lensa Penderita Katarak Senilis Sulistya, T Budi; Mutamimma, Alfi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 4 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.345 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.04.3

Abstract

Salah satu faktor yang berperan pada katarak senilis adalah stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak bilberry untuk mengurangi kadar malondialdehid lensa katarak senilis. Uji klinis tersamar ganda dilakukan dengan 33 orang pasien katarak senilis. Subjek dibagi menjadi 3 kelompok secara merata yaitu plasebo, perlakuan 100 mg ekstrak bilberry dan 300 mg ekstrak bilberry. Pengobatan yang diberikan sampai 14 hari sebelum operasi katarak untuk mengevaluasi tingkat malondialdehid. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Tukey. Tingkat rata-rata malondialdehid di kelompok plasebo, ekstrak bilberry 100 mg, dan 300mg adalah 11,82± SD 2,96 nmol/mg, 7,99±SD1,99 nmol/mg, dan 5,22±1,27SD nmol/mg. Efek penurunan malondialdehid dengan pemberian 100 mg dan 300 mg ekstrak bilberry berbeda signifikan (p<0,05). Terdapat korelasi negatif antara ekstrak bilberry dan malondialdehid tergantung dosis (r=-0,760; p<0,001). Diagram menunjukkan bahwa peningkatan dosis ekstrak bilberry akan mengakibatkan penurunan tingkat malondialdehid pada pasien katarak senilis. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak suplemen bilberry dapat mengurangi kadar malondialdehid di lensa pasien katarak senilis dan peningkatan dosis ekstrak bilberry berkorelasi dengan tingkat penurunan malondialdehid pada lensa penderita katarak senilis.Kata Kunci: Ekstrak bilberry, katarak senilis, malondialdehid
Perbandingan Sensitivitas Kontras Lensa Tanam Asferik dan Sferik Post Fakoemulsifikasi Nguda, Helen; Sulistya, T Budi; Prayitnaningsih, Seskoati
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.10

Abstract

Lensa tanam asferik dapat mengurangi aberasi sferik yang terjadi pasca operasi katarak, dan meningkatkan sensitivitas kontras dibandingkan lensa tanam sferik. Penelitian ini membandingkan sensitivitas kontras antara pasien yang diberi lensa tanam asferik dan sferik dengan menggunakan lembar kartu Pelli-Robson yang telah dilakukan dengan metode observasi cross sectional. Pemeriksaan dilakukan pada 32 mata yang diambil secara konsekutif dari 23 pasien minimal 1 bulan setelah dilakukan fakoemulsifikasi dan penanaman lensa tanam (asferik dan sferik). Sensitivitas kontras diperiksa pada jarak 1 m di depan lembar kartu dengan tajam penglihatan terbaik pasien setelah koreksi (log MAR) dan keratometri kurang dari 1,5Dioptri (D). Berdasarkan data demografi dan data operasi tidak didapatkan perbedaan yang signifikan, sensitivitas kontras lebih tinggi pada lensa tanam asferik dibandingkan sferik dengan independent t test. Perbedaan yang signifikan ini dapat menjadi pertimbangan untuk pemilihan lensa tanam yang sesuai dengan kebutuhan agar pasien mendapatkan fungsi penglihatan terbaiknya.Kata Kunci: Lensa tanam asferik, lensa tanam sferik, Pelli-Robson contrast sensitivity