Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN ILLUMINAN SELASAR KELAS GEDUNG FAKULTAS TEKNIK DENGAN PIPA CAHAYA Utdin Furqon Amali
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i2.665

Abstract

Pemanfaatan cahaya matahari sebagai pencahayaan ruangan selama ini kurang optimal. Pemanfaatan bukaan pada dinding yang bersebelahan lansung dengan ruang luar optimal dapat menerangi ruangan dengan kedalaman dua (2) kali tinggi bukaan. Ditambah lagi apabila ruangan tersebut mempunyai tingkat privasi visual yang tinggi atau ruangan yang tidak berhubungan langsung dengan ruang luar, maka ruang tersebut akan sulit untuk dapat memanfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan di dalam ruang pada siang hari. Dengan memanfaatkan pipa cahaya, yaitu ruang yang dimanfaatkan untuk mentranportasikan cahaya dan sinar matahari ke dalam ruangan yang berada jauh di dalam bangunan, diharapkan dapat meningkatkan penerangan di selasar kelas gedung fakultas teknik. Dengan menggunakan metode simulasi, dengan bantuan program DiaLux, kita dapat membandingkan pencahayan yang ada di dalam ruangan sesudah dan sebelum memanfaatkan pipa cahaya. Dari hasil simulasi tersebut dapat diketahui bahwa di dalam ruangan yang menggunakan pipa cahaya, penyebaran pencahayaan lebih merata dan tingkat kontras di dalam ruangan lebih rendah. Dengan demikian penggunaaan pipa cahaya, dapat meningkatkan keseragaman penyebaran pencahayaan di dalam ruangan dan menurunkan tingkat kontras di dalam ruangan.Kata Kunci: eksisting, illuminan, pipa cahaya, selasar 
Sosialisasi Sistem Pengangkutan Sampah Rumah Tangga Di Kelurahan Tomalou, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan Sherly Asriany; Anthonius F.Raffel; Utdin Furqon Amali
JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JURDIMAS)
Publisher : JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Pengangkutan sampah merupakan salah satu bagian dari pengelolaan sampah sejak dari tempat timbulan sampah (rumah tangga) ke Tempat Penampungan Sampah (TPS) atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Walaupun sudah dilakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah sampah akan tetap semakin banyak, sedangkan prasarana dari sarana pengangkutan terbatas belum lagi kondisi lalu lintas pada ruas ruas jalan yang dilalui armada angkutan sampah tingkat pelayanannya semakin turun akibatnya waktu perjalanannya semakin lama. Pembuangan sampah rumah tangga secara sembarangan di sekitar rumah ataupun ke laut telah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Kelurahan Tomalou, Kecamatan, Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan sehingga menimbulkan berbagai penyakit. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan sosialisasi sistem pengangkutan sampah rumah tangga sebagai upaya pengelolaan dari kondisi yang ada untuk memperoleh hasil yang baik. Program ini mengadopsi sistem pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah lingkungan dalam konsep peningkatan pelayanan persampahan desa. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna menggalakkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang berorientasi pada terciptanya lingkungan masyarakat yang mampu mengelola sampah secara mandiri dan menjadikan sampah sebagai salah satu sumber penghasilan. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah penyadaran kepada masyarakat tentang pengelolaan lingkungan dan pembentukan kelompok pengelolaan persampahan desa.
Impact of Tansmigration Development UPT.Waleh SP.2 on Carbon Emissions Utdin Furqon Amali; Sherly Asriany; Mohamad Jamil
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 03 (2025): Mei: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v4i03.1977

Abstract

This article is the result of a research on the impact evaluation of transmigration development on carbon emissions in UPT Waleh SP.2, Central Halmahera Regency, North Maluku. Where the opening of transmigration land has the potential to change ecosystems, including vegetation cover, biomass, and greenhouse gas emissions, which can affect environmental sustainability. The objective of this study was to analyze changes in the ecosystem due to transmigration development, particularly on vegetation cover, carbon biomass, and carbon emissions. For this purpose, remote sensing technology and GIS-based spatial analysis were used with four main indicators: NDVI for vegetation cover, AGB for carbon biomass, CO as an emission indicator, and NPP for carbon absorption capacity. The results showed a decrease in NDVI, AGB, and NPP, as well as an increase in CO. Decreases in NDVI and AGB reflect vegetation degradation and biomass loss, while increases in CO are caused by human activities such as biomass burning and the use of motorized vehicles. The decrease in NPP indicates a decrease in the capacity of vegetation to absorb carbon.
Optimalisasi Pencahayaan Alami di Pasar Batu Raja, Kec.Wasilei, Kabupaten Halmahera Timur Utdin Furqon Amali; Sherly Asriany; Mohamad Jamil
Jurnal Teknik dan Science Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober: Jurnal Teknik dan Science
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jts.v4i3.2335

Abstract

Batu Raja Market is in UPT. Subaim SP.2. This market is located at 1°04'38"N and 128°07'59"E. This market only operates once a week, namely on Saturdays around 06.00 WIT to 13.00 WIT. The market initially took the form of non-permanent trading stalls with tin roofs, cloth, plastic, tarpaulin and so on. In 2019 this market was built into a permanent market with a tin roof. This is where the problem comes from, if the market is built with a tin roof then the traders in the middle of the market will not get enough sunlight to carry out their activities. This research attempts to solve this problem by optimizing the entry of natural light into the market. The research method was carried out by making 2 (two) 1:1 scale models of Batu Raja Market using the Revit 2018 program. The first model of Batu Raja Market had a tin roof and the second model of Batu Raja Market had a skylight roof. Lighting simulations were carried out for both models using the DIALux 4.7 program. Research results show that markets with skylight roofs receive more sunlight than those with tin roofs, so that the market interior is brighter, flatter and visually pleasing (M.C. and Lam, 1986) and attracts the attention of buyers (Mark S. Rea, Ph. D., 1986).