Rufia Andisetyana Putri
Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INDIKATOR KETIMPANGAN DALAM PEMBANGUNAN DAN PENYEBARAN PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS KOTA DAN KABUPATEN DI PROVINSI JAWA BARAT DAN BANTEN Paramita Rahayu; Erma Fitria Rini; Isti Andini; Rufia Andisetyana Putri
Jurnal Pengembangan Kota Vol 9, No 2: Desember 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.43 KB) | DOI: 10.14710/jpk.9.2.231-244

Abstract

Banyak penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki penyebaran pandemi COVID-19. Salah satu fokusnya adalah pengaruh indikator pembangunan pada skala kewilayahan, terhadap jumlah terkonfirmasi COVID-19 maupun tingkat mortalitas. Studi sebelumnya sejauh ini banyak dilakukan di Eropa dan Amerika Serikat, dengan hasil yang bervariasi. Sebagai contoh, masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi memiliki jumlah kasus terkonfirmasi yang lebih besar, ataupun sebaliknya.  Sehubungan dengan variasi hasil penelitian sebelumnya dan kurangnya penelitian serupa untuk konteks Indonesia, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi untuk mengungkapkan kondisi empiris hubungan indikator pembangunan pada konteks Indonesia, dengan jumlah terkonfirmasi COVID-19. Studi kasus yang digunakan adalah kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan statistik deskriptif yang dikombinasikan dengan regresi berganda sebagai teknik analisis. Regresi berganda dilakukan dengan menggunakan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di setiap kota dan kabupaten (y) terhadap dua puluh variabel yang merupakan indikator pembangunan wilayah, yang terkait dengan urbanisasi, struktur demografi, pembangunan dari aspek ekonomi, spasial, dan aspek pembangunan manusia (x). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketimpangan pembangunan antar kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Secara umum, kota berada pada tingkat pembangunan yang lebih baik. Selanjutnya, jumlah penduduk usia lanjut dan garis kemiskinan wilayah merupakan dua variabel yang berpengaruh pada jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di kota dan kabupaten dalam wilayah administrasi Provinsi Jawa Barat dan Banten.
Perubahan karakteristik aktivitas perdagangan sebelum dan saat pandemi Covid-19 (studi kasus : kawasan perdagangan jasa Pasar Kliwon, Surakarta) Shinta Yus Ari; Rufia Andisetyana Putri; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.59577

Abstract

Kawasan Pasarkliwon merupakan salah satu pusat pelayanan kota di Surakarta dengan fokus kegiatan perdagangan seperti diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surakarta tahun 2016-2021. Aneka ragam kegiatan perdagangan yang ada di kawasan Pasarkliwon, dari toko kelontong, swalayan, dealer, toko khusus, dan lainnya. Pada bulan Maret 2021, Indonesia dilanda wabah pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap seluruh aktivitas manusia, termasuk aktivitas perdagangan. Sebelum pandemi Covid-19, terdapat 63% penduduk menjadi pedagang dan saat pandemi meningkat menjadi 65%. Secara spasial, perubahan terjadi mulai dari ragam sarana perdagangan, jangkauan, luas lantai, jumlah pelaku, cara belanja, dan cara pembayaran. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan seluruh karakteristik perdagangan kawasan Pasarkliwon mengalami perubahan karena harus beradaptasi dengan kebijakan pemerintah. Regulasi yang berdampak terhadap aktivitas perdagangan adalah pembatasan kegiatan masyarakat. Kebijakan  lain yang berdampak terhadap jangkauan konsumen yang semakin meluas adalah adanya regulasi untuk melakukan aktivitas jual beli secara daring saat pandemi Covid-19. Selain itu, pedagang juga memfasilitasi konsumen untuk dapat melakukan belanja secara daring, termasuk cara pembayaran yang beraneka ragam untuk memudahkan transaksi pembayaran. Perubahan tersebut merupakan adaptasi pedagang dalam menghadapi pandemi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi masyarakat luas.