Articles
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN
Rahmawati Ainun Tantri;
Slamet Soro
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.351 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4636
Penelitian ini merupakan penlitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari kemampuan menghafal Al-Qur’an. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 4 SMA IT YAPIDH Bekasi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an tinggi memiliki kemampuan bepikir kritis matematis yang lebih baik daripada peserta didik dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an sedang, sedangkan peserta didik dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an sedang memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yang lebih baik daripada peserta didik dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an rendah. Adapun 8 standar kemampuan berpikir kritis matematis cukup dapat dipenuhi oleh peserta didik dengan kemampuan rendah, sedang ataupun tinggi meskipun masih memiliki beberapa kesalahan.This research is a descriptive research using a qualitative approach. This study aims to describe the profile of mathematical critical thinking skills in terms of the ability to memorize the Qur'an. The research was conducted in class XI IPA 4 SMA IT YAPIDH Bekasi. The techniques used to collect data in this study were written tests, interviews and documentation. The instruments used in this study were tests and interview guidelines. The data analysis technique used from Miles and Huberman model. The results showed that students with high Al-Qur'an memorization skills had better mathematical critical thinking skills than students with moderate Al-Qur'an memorization abilities, while students with moderate Al-Qur'an memorization abilities better mathematical critical thinking than students with low Al-Qur'an memorization skills. The eight standards of mathematical critical thinking skills are sufficient to be met by the students with high, moderate and low Al-Qur’an memorization skills although they still have some mistakes.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Taksonomi Solo pada Siswa
Seila Azmia;
Slamet Soro
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.681
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengenalisis letak kesalahan siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) ditinjau dari taksonomi SOLO yang memiliki lima tingkatan level yang berbeda. Taksonomi SOLO ini mengklasifikasikan tingkat kemampuan respon pada siswa terhadap masalah. Kelima tingkatan tersebut adalah prastruktural (Prestructural), unistruktural (Unistructural), multistruktural (Multistructural), relasional (Relational), dan abstrak diperluas (Extended Abstract). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian siswa kelas VIII H di SMP Negeri 239 Jakarta tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes tertulis, wawncara, dan observasi. Teknis analisis data menggunakan trigulasi yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berdasarkan data yang sudah didapat menunjukkan bahwa kesalahan siswa ditinjau dari taksonomi SOLO terdapat pada level multistruktural yang paling banyak dari pada level lainnya. Kesalahan siswa pada level multistruktural adalah kesalahan dalam menghitung, siswa belum mampu menjawab atau belum mampu menghitug persamaan yang telah diperoleh.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Perbandingan Ditinjau Dari Disposisi Matematis
Arumdalu Tri Pangesti;
Slamet Soro
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.709
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi perbandingan ditinjau dari disposisi matematis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Subjek dalam penelitian ini memilih 2 siswa dari disposisi matematis tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Data penelitian ini diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi perbandingan, angket disposisi matematis, dan wawancara kemampuan pemecahan masalah matematis. Instrumen angket dan tes yang digunakan sudah di uji validitas dan reliabilitas serta divalidasi oleh validator ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disposisi matematis siswa kelas VII-A SMPN 280 Jakarta terbagi menjadi tiga tingkat yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih baik walaupun kurang sempurna. Siswa yang memiliki disposisi matematis sedang kurang mampu memenuhi indikator meninjau kembali pemecahan masalah. Siswa yang memiliki disposisi matematis rendah tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis.
Eksplorasi Etnomatematika pada Masjid Al-Alam Marunda Ditinjau dari Segi Geometri
Muhammad Faturrahman;
Slamet Soro
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.734
Pembelajaran matematika di zaman sekarang lebih menekankan pada aspek pemahaman konsep matematis untuk menyelesaikan masalah matematika. Etnomatematika dapat menjadi pendekatan pembelajaran matematika untuk memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep matematis. Konsep-konsep geometri pada bentuk bangunan bersejarah dapat menjadi pengamatan yang dihasilkan oleh budaya. Setiap daerah memiliki bangunan bersejarah masing-masing. Di Jakarta terdapat bangunan bersejarah yaitu Masjid Al-Alam Marunda yang dibangun sejak tahun 1900 masehi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi konsep geometri yang terdapat pada Masjid Al-Alam Marunda, sehingga dapat dijadikan sumber belajar dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara metode observasi, wawancara, studi literatur, dokumentasi, dan angket. Instrumen yang digunakan berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, catatan harian, dan angket, kemudian dapat disimpulkan bahwa konsep geometri yang terdapat pada Masjid Al-Alam Marunda adalah konsep bangun datar, bangun ruang, dan konsep transformasi refleksi. Etnomatematika dapat memuat aspek pemahaman konsep matematis dengan objek yang dilihat secara nyata.
Self-Efficacy dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas X SMA
Fiqi Naritio Agumuharram;
Slamet Soro
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.862
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kemampuan pemecahan masalah siswa SMA. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMAN 88 Jakarta Timur tahun ajaran 2020/2021. Sampel penelitian adalah 54 siswa yang dipilih secara acak dari kelas X. Proses pengumpulan data menggunakan 2 macam instrumen yaitu instrumen angket dan instrumen tes. Data self-efficacy siswa diperoleh menggunakan instrumen lembar angket dan data kemampuan pemecahaan masalah siswa diperoleh menggunakan instrumen tes. Instrumen angket berisikan 33 pernyataan mengenai self-efficacy matematis dengan 21 butir positif dan 12 butir negatif. Instrumen tes berisikan delapan soal uraian mengenai pemecahan masalah matematis. Hasil analisis data menunjukan bahwa self-efficacy dan kemampuan pemecahan masalah memiliki hubungan signifikan dengan persamaan regresi yang berarti bahwa hubungan yang positif, serta diketahui tingkat keeratannya masuk kedalam klasifikasi sedang dimana tidak lemah dan juga tidak kuat. Bagi peneliti selanjutnya, agar meneliti aspek afektif lainnya dengan kemampuan pemecahan masalah, agar dapat mengetahui apakah terdapat hubungan atau tidak.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis pada Materi SPLDV Ditinjau dari Gaya Belajar Peserta Didik
Aprilia Khoirunnisa;
Slamet Soro
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.869
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis kemampuan pemahaman konsep yang dimiliki peserta didik kelas X MIPA 2 SMAN 5 Jakarta dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linear dua variabel dengan meninjau dari gaya belajar peserta didik, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Subjek yang dipilih sebanyak enam orang yang merupakan dua peserta didik yang mewakili masing-masing gaya belajar. Model Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki ketiga gaya belajar VAK mampu memahami konsep SPLDV, namun gaya belajar visual yang paling memenuhi seluruh indikator pemahaman konsep melebihi peserta didik dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik yang masih belum mampu membedakan contoh dan bukan contoh dari sebuah konsep.
Analysis of Mathematical Problem-Solving Ability Based on Self-Efficacy and Self-Confidence of Class VIII Junior High School Students
Aida Ar Rahmah;
Slamet Soro
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/jdm.v10i2.34846
This study aims to describe students’ mathematical problem-solving ability of Junior High School in terms of students’ self-efficacy (SE) and self-confidence (SC). This typr of research is descriptive qualitative. This research was conducted in class VIII at one of Junior High Schools in Jakarta. Subjects in this research based on the result of questionnaire selected 3 students who had SE and SC from high, medium and low. The research’s instruments are SE and SC questionnaires, mathematical problem-solving ability tests, and interviews.The test and non-test instruments were validated by expert validators before being tested for validity and reliability. The data analysis techniques uses the Miles and Huberman model for data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Triangulation techniques was used to test the validity of the research data. The results of this research indicate that students with high SE and SC had the best mathematical problem-solving abilities compared to students with medium to low SE and SC. Students with high SE and SC fulfill 4 indicators of problem-solving ability with maximum scores. Students with medium to low SE and SC only met 3 indicators of problem-solving ability.
Analysis of Student Hots in Solving Open Ended Problems for Functional Derivative Applications
Aida Ar Rohmah;
Muhammad Anggito Mahathir Mukti;
Restu Azahrah Fatmah;
Slamet Soro
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 6 No 2 (2022): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.201 KB)
|
DOI: 10.31331/medivesveteran.v6i2.1756
Students are required to be more creative in solving mathematical problems that lead to High Order Thinking Skill (HOTS) thinking, namely applying the knowledge and skills of students that have been developed during learning. Open Ended Problem means a problem with various solutions and various solutions, so students are given the opportunity to think HOTS in solving Open Ended questions. This research was conducted with the aim of analyzing students' HOTS in solving Open Ended questions in learning mathematics. This type of research is a descriptive qualitative and case study approach. The subjects in this study were 4 class XII students of SMAN 64 Jakarta. The data collection technique used in this study is a written test of 5 questions with the help of Google Form. Based on the results of the research that students' HOTS can be determined by their ability to solve Open Ended Problems, the higher the level of ability in solving Open Ended Problems, the more HOTS indicators that students achieve. HOTS with high ability fulfills the indicators of analyzing (C4), evaluating (C5), and creating (C6). HOTS with moderate ability meets the indicators of analyzing (C4) and evaluating (C5). HOTS with low ability is only able to fulfill the analytical indicator (C4). Keywords: HOTS, Mathematics Ability, Open Ended Problem, Mathematics
PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK (E-LKPD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SMA HANG TUAH 1 JAKARTA
Riska Wahyu Ananda;
Slamet Soro
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46306/lb.v4i2.329
Based on the results of observations by researchers at Hang Tuah 1 High School Jakarta, several problems were found in the mathematics learning process, namely the E-LKPD had not been used by teachers at Hang Tuah 1 High School Jakarta. Thus, researchers are encouraged to fulfill research with the following topics: Effects of Using Electronic Student Worksheets (E-LKPD) on Mathematics Learning Outcomes. This study used quantitative research with experimental techniques with the aim of knowing the effect of using Electronic Student Worksheets on mathematics learning outcomes at Hang Tuah 1 High School Jakarta. There were 78 students, including 39 students from class X-3 and 39 students from class X-5 who were used as samples of this study. Class X-3 as an experimental class is taught using the Electronic Student Worksheet. In contrast, class X-5 as the control class was taught using Student Worksheets and was used as a research sample. The results of this study's data analysis show t.count = 4.501615253 > t.table = 1.66515, which means that there is an influence on the Electronic Student Worksheets regarding relevant mathematics learning outcomes. Therefore, it can be concluded that the use of Electronic Student Worksheets has a positive and significant effect on mathematics learning outcomes