Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMAS KAMPUS TELUKDALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING SARUMAHA, ROHPINUS
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.7 KB)

Abstract

Proses pembelajaran yang tidak melibatkan intelektual-emosional siswa melalui asimilasi dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan pengetahuan, pengalaman langsung dalam membentuk keterampilan, penghayatan serta internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan rasa respect siswa selama pembelajaran berlangsung berakibat fatal pada proses membangun kemampuan pemahaman konsep siswa terlebih  lagi dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Adapun upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa (2) meningkatkan aktivitas siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yangterdiri dari tiga siklus yaitu siklus I, II dan siklus III serta dilaksanakan di SMASwasta Kampus Telukdalam. Subjek Penelitian kelas XI-MIA-B Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 28 orang. Objek pada penelitian ini adalah peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dan peningkatan aktivitas siswa pada proses pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terjadi peningkatan kemampuan pemahanan konsep  matematis siswa dari siklus I, siklus II ke siklus III yaitu pada siklus I terdapat 45% siswa yang mengikuti tes dikategorikan cukup dengan rata-rata nilai secara klasikal 34,10 dan meningkat pada siklus II menjadi 70% siswa dikategorikan tinggi dengan rata-rata nilai secara klasikal 60,53 serta meningkat pada siklus III menjadi 89% siswa dikategorikan tinggi dengan rata-rata nilai secara klasikal 81,42; (2) Terjadi peningkatan aktivitas siswa dari siklus I, sklus II ke siklus III dimana siswa semakin aktif pada proses pembelajaran. Peneliti menyarankan agar model pembelajaran penemuan terbimbing digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sekolah menengah atas.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEPGEOMETRI TRANSFORMASI REFLEKSI SISWA KELAS XII-IPA-B SMA KAMPUS TELUKDALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERYLEARNING BERBANTUAN MEDIA KERTAS MILIMETER ROHPINUS SARUMAHA; Darmawan Harefa; Maria Magdalena Zagoto
Jurnal Education and Development Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3072.158 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i1.668

Abstract

The learning process that is dominated by the teacher and that does not involve students in understanding mathematical concepts will make students get difficulties to interpret the concept with their own sentences, moreover in linking each mathematical concept in problem solving. The purpose of this research was to improve the learning process and to improve the ability to understand geometric concepts of reflection transformation of students of Class XII IPA B of SMA Swasta Kampus through discovery learning model assisted by millimeter block media. The type of research used was Classroom Action Research, with 4 (four) stages, namely planning, action, observation and reflection. Based on the results of the research, the students' ability in understanding mathematical concepts showed the improvement where the students easily found geometric concepts of reflection transformation with simple experiments and were able to solve mathematical problems through discovery learning model with the average score was 89.5 from the test given in last cycle. Based on that finding, the researcher suggests that discovery learning model can be used as a solution to improve students' understanding of the ability of concepts. Teachers should use and design appropriate learning media in teaching certain material so students can easily understand the concepts being studied.
UPAYA MENGATASI KESULITAN SISWA DALAM OPERASI PERKALIAN DENGAN METODE LATIS DI KELAS VII SMP NEGERI 1 LUAHAGUNDRE MANIAMOLO TAHUN PEMBELAJARAN 2019/2020 Rohpinus Sarumaha; Tekiur Ge’e
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.131 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i2.1662

Abstract

Salah satu operasi dalam bilangan yang harus dikuasai peserta didik adalah operasi perkalian bilangan. Operasi perkalian bilangan merupakan topik yang sulit dipahami sebagian peserta didik khususnya perkalian multidigit atau angka banyak. Untuk itu, perlu upaya untuk mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara mengatasi kesulitan siswa pada operasi perkalian dan Untuk mendeskripsikan penerapan metode latis pada materi bilangan. Subjek pada penelitian ini adalah kelas VII dan objek dalam penelitian ini adalah kelas VII-D. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang di gunakan, (a) Lembar Observasi Guru dan Siswa, (b) Lembar Panduan Wawancara, (c) Dokumentasi, (d) Catatan Lapangan, (e) Hasil Belajar. Jumlah siswa sebanyak 30 orang, 14 siswa laki-laki, dan 16 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, siswa yang mendapat nilai adalah 86,67%, maka dapat disimpulkan bahwa metode perkalian latis dapat mengatasi kesulitan siswa pada operasi perkalian. Melalui penelitian ini, hendaknya guru menggunakan metode perkalian latis dalam mempelajari operasi perkalian bilangan, senantiasa membimbing siswa sehingga bisa melakukan operasi perkalian bilangan dengan baik, serta siswa di harapkan untuk mempraktikkanya sampai menjadi mahir dan terampil dalam mengerjakan operasi perkalian bilangan khususnya perkalian angka banyak/multi digit.
MISKONSEPSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS VIII DI DESA IDALA JAYA HILISIMAETANO TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Risniatman Dachi; Rohpinus Sarumaha
Jurnal Education and Development Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.697 KB)

Abstract

Miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan masalah sering terjadi karena kesalahan konsep siswa dalam penyelesaian soal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui miskonsepsi siswa danmendeskripsikan miskonsepsi siswa.Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Sumber informan yaitu: siswa kelas VIII di Desa Idala Jaya Hilisimaetano dengan jumlah 14 orang. Teknik analisis data yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Teknik pengumpulan data yaitu: tesdan wawancaratidak terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperolehjenis-jenis miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel yaitu: 1) miskonsepsi siswa dalam memahami soal, membuat model matematika, menentukan metode penyelesaian soal, dan menentukan jawaban akhir. 2) Miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal terlihat pada tabel 4.2. Dimana persentase miskonsepsi siswa yang paling tinggi terdapat pada memahami soal sebanyak 60% dan merencanakan penyelesaian soal sebanyak 17,14%. Sedangkan persentase terendah terdapat dalam menyelesaikan perencanaan dan penarikan kesimpulan, dengan persentase sebanyak 1,43%. Peneliti menyarankan agar kemampuan pemahaman konsep siswa lebih di utamakan dalam memahami permasalahan sistem persamaan linear dua variabel.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MTs TELUKDALAM Rohpinus Sarumaha
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.591 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i3.4187

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika adalah kemampuan yang dikehendaki untuk dimiliki siswa setelah mempelajari matematika. Selain kemampuan pemecahan masalah, siswa juga perlu memiliki kemandirian belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan pada materi pola bilangan dan kemandirian belajar matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data adalah siswa kelas VIII MTs Negeri Telukdalam T.P 2021/2022 yang berjumlah 51 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes, wawancara dan angket. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa tergolong sangat rendah karena seluruh siswa tidak mampu menyelesaikan permasalahan matematika pada materi pola bilangan, tidak memahami permasalahan, tidak mampu mengembangkan konsep matematika yang dimiliki, menjawab permasalahan tanpa rencana strategi yang tepat, tidak mampu memahami pola bilangan dari konfigurasi objek. Sedangkan kemadirian belajar siswa tergolong baik dimana siswa memiliki kemandirian yang baik dari semua aspek. Peneliti menyarankan agar siswa siswa lebih kreatif saat proses pembelajaran, guru perlu melakukan refleksi dengan mempertimbangkan indikator pencapaian kompetensi yang mengarah pada kemampuan pemecahan masalah serta mendampingi siswa yang mengalami kesulitan saat menyelesaikan masalah.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI HIMPUNAN DI SMP N 3 DHARMA CARAKA TELUKDALAM T.P 2021/2022 Rohpinus Sarumaha
Jurnal Education and Development Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v11i2.4812

Abstract

Jika siswa memiliki kemampuan pemahaman konsep matematik yang baik maka mampu menyelesaikan permasalahan matematika, demikian sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman konsep matematik siswa dalam menyelesaikan permasalahan himpunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP N 3 Dharma Caraka Telukdalam berjumlah 32 orang. Penelitian ini dibatasi pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dengan materi himpunan. Teknik pengumpulan data adalah pemberian tes. Instrumen tes berjumlah 5 soal dan digunakan untuk mengetahui kemampuan kemampuan pemahaman konsep dengan indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematik dan menerapkan konsep secara algoritma dalam pemecahan masalah dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kemampuan pemahaman konsep tergolong rendah karena siswa tidak memahami permasalahan, salah memaknai suatu simbol, salah dalam mengoperasikan bilangan, tidak mampu menyajikan konsep himpunan dalam berbagai bentuk representasi matematik, tidak mampu menerapkan konsep operasi himpunan secara algoritma dalam pemecahan masalah. Peneliti menyarankan agar pembelajaran matematika lebih ditekankan pada penanaman konsep dasar matematika, siswa diharapkan lebih aktif, kreatif pada proses pembelajaran serta melatih kemampuan matematika dengan konteks yang beragam, guru diharapkan mendiagnosa kemampuan awal siswa agar memahami kemampuan dasar siswa serta perencanaan pembelajaran untuk perbaikan lebih terarah.