Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI KEMAMPUAN KELUARGA DALAM PERAWATAN STOMA PASIEN KOLOSTOMI DI RSUP. H. ADAM MALIK MEDAN santy nainggolan
Jurnal Keperawatan Klinis Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan Klinis
Publisher : Fakultas Keperawatan USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.882 KB)

Abstract

Pasien kolostomi mempunyai gambaran diri negatif setelah tindakan kolostominya, pasien menjadi pasif, tidak ada motivasi dalam perawatannya sehingga pasien membutuhkan orang lain yang dapat membantunya dalam melakukan perawatan. Keluarga dapat terlibat dalam perawatan stoma pasien, sehingga keluarga diharapkan dapat memantau dan membantu pasien untuk mencapai self care-nya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap kemampuan keluarga dalam perawatan stoma pada anggota keluarga yang mengalami kolostomi di RB2A RSUP. H. Adam Malik Medan yang dilaksanakan tanggal 14 Maret sampai 21 Mei 2012. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experimen dengan menggunakan teknik purposive sampling pada 15 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi tentang perawatan stoma. Analisis yang digunakan adalah Wilcoxon, nilai p = 0.001 (p<0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi terhadap kemampuan keluarga dalam perawatan stoma. Kemampuan keluarga sebelum diberi edukasi rata-rata 18,93 (SD=3,105), hal ini menunjukkan kemampuan keluarga kurang dalam merawat stoma. Sedangkan kemampuan setelah diberi edukasi rata-rata 35,67 (SD=1,175) yang berarti keluarga sudah mampu melakukan perawatan stoma pada keluarganya yang mengalami kolostomi. Maka, hendaknya perawat dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dengan memberikan edukasi perawatan stoma pada keluarga pasien kolostomi, penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan home care atau memonitoring perawatan yang dilakukan keluarga pada saat pasien pulang kerumah.   Kata Kunci     : Edukasi, perawatan stoma, keluarga
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT PENDERITA HIPERTENSI TERHADAP KOMPLIKASI HIPERTENSI Nainggolan, Santy; Lili Neri, Ervina; Kholid Fahd, Faisal; Krisdianto, M. Agung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.977-985

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular utama yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, dan sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas sehingga banyak individu tidak menyadari risiko yang dihadapi. Rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan waktu, serta akses terhadap layanan kesehatan menyebabkan deteksi dini dan upaya pencegahan hipertensi belum optimal, yang pada akhirnya meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, dilakukan intervensi pendidikan kesehatan berbasis masyarakat dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan individu yang telah terdiagnosis atau berisiko mengalami hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan di puskesmas wilayah Kota Pontianak dan meliputi konseling kesehatan, diskusi interaktif, pemeriksaan tekanan darah, serta edukasi menggunakan media video animasi yang didukung ceramah, leaflet, dan media audiovisual. Populasi kegiatan mencakup masyarakat di wilayah kerja puskesmas dengan riwayat hipertensi, dengan jumlah sampel sebanyak 40 partisipan yang dipilih menggunakan metode total sampling, serta memenuhi kriteria inklusi berusia di atas 15 tahun dan berdomisili di wilayah layanan. Pengetahuan peserta diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi (p 0,001), dengan rata-rata skor meningkat dari 77,5% menjadi 97,5%, penurunan proporsi peserta berpengetahuan rendah hingga 0%, serta peningkatan bermakna pada kategori pengetahuan tinggi, yang menunjukkan bahwa edukasi berbasis video animasi efektif sebagai strategi peningkatan pengetahuan dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis komunitas