Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemenuhan Hak Pekerja Rumah Tangga dalam Konsep Rumah Produksi pada Home Industry Kerupuk Tahu di Pasuruan M. Asif Nur Fauzi; Zuyyinatul Wardah Qismi; Siti Maizul Habibah
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 17 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/naker.v17i3.144

Abstract

Upaya pemerintah untuk mengembangkan industri sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kesempatan kerja telah menyebabkan pengurangan pengangguran.Perlu suatu alternatif yang efektif dan efisien agar industri tersebut tetap eksis dalam menjalankan usahanya. Salah satunya berupa rumah produksi yang merupakan alternatif dalam meningkatkan hasil produksi pada sector home industri. Sektor home industri mayoritas pekerjanya adalah pekerja rumahan yang didominasi oleh pekerja perempuan. Pekerja rumahan merupakan kategori pekerja yang membawa pekerjaan mereka untuk dikerjakan di rumah. Namun lemahnya payung hukum terkait pekerja rumahan yang tercantum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, belum disusun secara detail sehingga membawa dampak pada pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik home industri. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa konsep rumah produksi pada home industri kerupuk tahu di kabupaten pasuruan merupakan konsep yang dikembangkan sebagai langkah efektif dan efisien dalam meningkatkan hasil produksi yang dilakukan di rumah pekerja masing-masing. Konsep tersebut ditunjang oleh fasilitas dan kecakapan yang diperoleh dari pelatihan yang diberikan agar pekerja menjadi lebih mandiri. Pemenuhan hak pekerja rumahan di home industri kerupuk tahu di kabupaten pasuruan, sebenarnya telah dipenuhi oleh pemilik industri dengan konsep rumah produksi. Pemenuhan upah diberikan sesuai dengan target pekerjaan serta perlindungan terhadap pekerja. Hak–hak lainnya berkaitan dengan fasilitas dan pengembangan kecakapan atau keahlian yang diberikan sesuai dengan bidang yang diinginkan. Namun dalam upaya pemenuhan seluruh hak pekerja rumahan, masih belum memenuhi standar ideal karena pemberian hak tersebut disesuaikan dengan kemampuan home industri masing-masing. Kendala yang terjadi dalam pemenuhan hak pekerja rumahan di rumah produksi home industri kerupuk tahu diantaranya industri tersebut belum terdaftar di UMKM Pasuruan, ukuran home industri, dan kesepakatan serta perekrutannya lebih pada empowering atau pemberdayaan masyarakat.
INTERNALISASI LANDASAN TEOLOGIS, FILOSOFIS, PSIKOLOGIS, DAN SOSIOLOGIS DALAM STRATEGIC PLANNING PENDIDIKAN M. Asif Nur Fauzi; Toto Suryadi; Faiz Karim Fatkhullah; Achmad Saefurridjal
FOUNDASIA Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v14i1.58292

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan kredibilitas satuan pendidikan dimasyarakat yang ditandai adanya tindakan penyimpangan dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pentingnya internalisasi landasan teologi (agama), landasan filosofi, landasan psikologis, landasan sosiologis dalam strategic planning pendidikan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode library research. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan melakukan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa internalisasi teologis (agama) dalam strategic planning dilakukan berdasarkan unsur dalam mencari ilmu (nadzoman dalam kitab alala) dan instrospeksi diri dalam surat al hasyr 58. Internalisasi landasan filosofis dalam Strategic planning didasarkan pada filosofi rekonstruksionisme progresivitas lembaga pendidikan dengan mengacu pada pandangan empirisme, rasionalisme, dan idealisme. Internalisasi landasan psikologis dilakukan dengan memanusiakan manusia dalam proses formulasinya menyangkut masa depan warga sekolah seperti peserta didik, guru, dan stakeholder. Internalisasi landasan sosiologis dalam Strategic planning yakni dengan menyelaraskan pengelolaan pendidikan dengan konteks masyarakat.Kata Kunci: internalisasi, landasan teologi, filosofis, psikologis, sosiologis, strategic planning pendidikan
Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) Kajian Kritis dari Konteks Pekerja Lukmansyah Lukmansyah; M. Asif Nur Fauzi; Yuharso Hadi
AL-UJRAH Vol 3 No 2 (2025): Juni
Publisher : Prodi Ekomoni Syariah STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Housing Savings Program (Tapera) is an initiative by the Indonesian government aimed at increasing access to homeownership for all segments of society, including informal workers. This study aims to evaluate the perceptions of participants, the transparency of fund management, and the challenges in the implementation of the Tapera program. The research uses a qualitative approach with document study and content analysis to explore relevant literature. The findings reveal that many informal workers face difficulties in participating in this program, especially due to irregular income, as well as a lack of clarity regarding fund management. Moreover, the transparency of Tapera fund management is also an issue that needs more attention to ensure the program operates effectively and meets public expectations. This research suggests adjustments to the contribution policy to make it more flexible, enhanced socialization efforts, and stronger oversight to ensure that Tapera achieves its goal of providing affordable housing.
CAPACITY BUILDING TATA KELOLA POTENSI DESA SUMBERREJO MELALUI NILAI EKOLOGIS Nuruddin Nuruddin; M. Asif Nur Fauzi; Dewi Mumpuni Yudowati; Ali Machrus; Rukhul Abadi; Lailatul Badriyah
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2026): SWADIMAS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no1.947

Abstract

This community service program aims to strengthen the Sumberrejo Village community's capacity to manage its potential in line with ecological values. Sumberrejo Village is rich in natural resources and local potential that has not been managed optimally and sustainably. Problems faced include low ecological awareness among the community, especially regarding waste disposal; limited institutional capacity within the village; and a lack of innovation in environmentally friendly utilization of natural resources. Therefore, strengthening capacity-building based on ecological values is an initiative to foster this awareness. This activity was implemented through a capacity-building approach with a participatory discussion forum with community leaders, village officials, and youth groups. The results of the activity showed an increase in community understanding of the importance of managing environmental potential, the emergence of a collective action plan based on ecological values, and strengthened cross-actor collaboration in village resource management. This activity is expected to become a model for village community empowerment that aligns with the principles of sustainable development.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat Desa Sumberrejo dalam tata kelola potensi desa berbasis nilai-nilai ekologis. Desa Sumberrejo memiliki kekayaan alam dan potensi lokal yang belum dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Permasalahan yang dihadapi antara lain rendahnya kesadaran ekologis masyarakat terutama pada kesadaran dalam membuang sampah, terbatasnya kapasitas kelembagaan desa, serta kurangnya inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Maka dari itu, penguatan capacity building berbasis nilai ekologis menjadi inisiasi untuk membangun kesadaran tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan capacity building dengan forum diskusi partisipatif dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan kelompok pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya tata kelola potensi berbasis lingkungan, lahirnya rencana aksi kolektif berbasis nilai ekologis, serta penguatan kolaborasi lintas aktor dalam pengelolaan sumber daya desa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan
Polarisasi Politik dalam Pemilu 2024: Pro dan Kontra Prabowo sebagai Presiden dalam bayang-bayang 1997/1998 Seraphim Virgine Tadja; M. Asif Nur Fauzi
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 01 (2025): 2025 JUNI
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/z32tg022

Abstract

Indonesia’s 2024 presidential election marks a critical juncture in the country’s democratic development, characterized by increasing political polarization. Prabowo Subianto’s renewed candidacy has triggered intense public debate between supporters and critics. This polarization stems not only from ideological and political identity differences but is also reinforced by social media dynamics and lingering public memory of the 1997/1998 reform era, where Prabowo remains a controversial figure. This paper aims to analyze the causes of political polarization in the context of Prabowo’s candidacy, evaluate the arguments for and against him, and examine how historical narratives shape public perception. Employing a qualitative-descriptive method through literature review, the study finds that issues of human rights, militaristic leadership style, and political communication strategies significantly shape public opinion. While some reject Prabowo due to unresolved historical trauma, others see his transformation and leadership experience as valuable assets. This study concludes that political education and neutral media play a vital role in mitigating polarization and reinforcing the foundations of democracy.
SOSIALISASI CAPACITY BUILDING LEADERSHIP DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU SATUAN PENDIDIKAN Toto Suryadi; Ita Yunita; M. Asif Nur Fauzi
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2025): SWADIMAS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no2.922

Abstract

Strengthening leadership capacity is key to continuously improving the quality of educational institutions. This community service activity aimed to disseminate the concept and practice of capacity-building leadership to principals, vice principals, and educators, equipping them as agents of change in the educational environment. The implementation method included material delivery, interactive discussions, and case studies based on real-life problems in educational institutions. The dissemination material covered understanding of transformative leadership, educational quality management, data-driven decision-making, and strategies for building a collaborative and innovative work culture. The results demonstrated an increased understanding among participants of the importance of adaptive and visionary leadership in driving improvements in the quality of learning and school management. This activity is expected to be the first step in building a more resilient educational ecosystem that is responsive to the challenges of the times.Penguatan kapasitas kepemimpinan (Capacity building leadership) menjadi kunci dalam upaya peningkatan mutu satuan pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyosialisasikan konsep dan praktik Capacity building leadership kepada para kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan tenaga pendidik sebagai agen perubahan di lingkungan pendidikan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan studi kasus berbasis permasalahan nyata di satuan pendidikan. Materi sosialisasi mencakup pemahaman tentang kepemimpinan transformatif, manajemen mutu pendidikan, pengambilan keputusan berbasis data, serta strategi membangun budaya kerja kolaboratif dan inovatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan visioner dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih tangguh dan responsif terhadap tantangan zaman