Karina Dyahtantri Pratiwi
Departemen/Staf Medik Fungsional Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil Psoriasis Vulgaris di RSUD Dr. Soetomo Surabaya: Studi Retropektif Karina Dyahtantri Pratiwi; Damayanti Damayanti
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol. 30 No. 3 (2018): DESEMBER
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.118 KB) | DOI: 10.20473/bikk.V30.3.2018.248-254

Abstract

Latar belakang: Psoriasis vulgaris adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang ditandai dengan plak merah berbatas tegas tertutup skuama tebal sebagai akibat dari gangguan proliferasi dan diferensiasi epidermis.  Sifat kronis dari psoriasis vulgaris sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Profil pasien psoriasis vulgaris diperlukan untuk mengevaluasi morbiditas akibat psoriasis vulgaris, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan: Mengevaluasi profil pasien psoriasis vulgaris meningkatkan mutu pelayanan terhadap pasien. Metode: Studi retrospektif dari data rekam medis pasien psoriasis vulgaris yang dirawat di Instalasi Rawat Inap (IRNA) Kemuning I dan II Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama periode 1 Januari 2016 sampai 31 Desember 2017. Hasil: Sebanyak 36 pasien psoriasis vulgaris didapatkan dari pengamatan selama 2 tahun. Faktor pencetus kekambuhan lesi terbanyak adalah fokal infeksi gigi pada 30,6% pasien. Luas lesi >30% Body Surface Area (BSA) terdapat pada 55,6% pasien. Terapi sistemik yang diberikan berupa metotreksat (55,6%) dan siklosporin (25%); sedangkan 19,4% tidak diberikan terapi sistemik terkait kontraindikasi individual. Kesimpulan: Diagnosis psoriasis vulgaris ditegakkan berdasarkan anamnesis dan gejala klinis, didukung dengan hasil histopatologi. Terapi sistemik berupa metotreksat atau siklosporin, disertai dengan terapi topikal dan terapi suportif, memberikan hasil perbaikan skor PASI 50% - 75% pada 58,3% pasien.