Catharina Badra Nawangpalupi
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Research Report - Engineering Science

ANALISIS DAN PENGUATAN RANTAI NILAI USAHA DI TAHURA IR. H. DJUANDA Catharina Badra Nawangpalupi; Ignatius A. Sandy; Ceicalia Tesavrita
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2140.627 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi potensi usaha di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura) dan merekomendasi penguatan usaha yang sesuai dengan karakterisik pengusaha di Tahura saat ini dan karakeristik Tahura.Pemetaan ini dilakukan dengan melakukan survei dan wawancacara kepada para pengusaha yang ada di Tahura. Pengolahan kemampuan dan sifat usaha serta karakteristik pengusaha di TamanHutan Raya Ir. H. Djuanda dilakukan untuk memperoleh peta pengusaha. Berdasarkan hasil pemetaan dan identifikasi, diberikan usulan untuk pengembangan usaha di Tahura.Secara terpisah, penelitian ini juga merekomendasi pemanfaatan kotoran sapi untuk pupuk organik . Hal ini diberikan atas pertimbangan adanya keseseuaian antara karakteristik Tahura dalam pemanfaatann bioslurry sebagai pupuk organik ini.Penelitian ini dilakukan terkait dengan rencana (masterplan) Pengembangan Tahura Ir. H. Djuanda tahun 2014‐2048 yang merupakan kerja sama tiga pihak antara UNPAR, Balai Tahura dan YayasanSahabat Lingkungan Hidup.Penelitian ini sesuai dengan area penelitian (Tahura Djuanda) di zona inti (CORE) untuk pengelolaan limbah dan zona penyangga (BUFFER) untuk pembinaan peternak (sepadan dengan petani lebah). Identifikasi pemanfaatan bioslurry merupakan langkah awal yang pada akhirnya memerlukan bentuk pendampingan dan pembinaan agar pemanfaatan tersebut dapat optimal.
Evaluasi Peraturan Pembelian Energi Terbarukan Pada Desa Peternak Sapi untuk Meningkatkan Keamanan Energi di Ciater, Subang Meity Martaleo; Catharina Badra Nawangpalupi; Loren Pratiwi; Yani Herawati
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.184 KB)

Abstract

Seiring dengan munculnya sumber-sumber energi terbarukan, antara lain biogas dan biomassa menyebabkan melimpahnya sumber penghasil tenaga listrik, sehingga PT PLN sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 4 Tahun 2012 perlu membeli lebih banyak kelebihan tenaga istrik. Kewajiban PT PLN (Persero) untuk membeli kelebihan tenaga listrik dari berbagai sumber mengakibatkan perlunya suatu evaluasi untuk menilai apakah kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif. Desa Peternak Sapi Ciater sebagai salah satu sumber penghasil biogas harus mampu menghasilkan energi terbarukan untuk pemanfaatan bagi kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan penerangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi efektivitas regulasi untuk Desa Peternak Sapi Ciater. Kegiatan yang dilakukan difokuskan pada bagaimana regulasi dapat diimplementasikan secara teknis di desa dan seberapa efektif peraturan tersebut dapat diterapkan di masyarakat melalui dukungan pemerintah daerah. Beberapa peternak sapi di Desa Ciater, Subang telah memasang reaktor biogas (atau biodigester) dengan memanfaatkan kotoran sapi untuk sumber bahan bakar memasak. Para peternak juga telah menggunakan energi (dalam aplikasi terbatas) untuk sumber penerangan. Dari hasil survey, diketahui terdapat 194 orang peternak sapi perah. Namun, dari 194 orang peternak, hanya sekitar 95 orang yang menggunakan biodigester sebagai pengolah kotoran ternak. Banyaknya peternak yang belum mengaplikasikan teknologi biogas dikarenakan banyak faktor, antara lain biaya pembelian biodigester yang mahal dan kurangnya pemahaman mengenai biogas. Pengadaan instalasi biogas ini membutuhkan dana yang cukup besar. Para peternak harus menyediakan dana sekitar Rp 4.600.000,- hingga Rp 7.000.000,- untuk membangun 1 unit instalasi biogas dengan ukuran 4m3 – 6 m3. Kurangnya pemahaman para peternak disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan serta minimnya dukungan dari pihak pemerintah. Karakteristik peternak yang cocok untuk diberikan penyuluhan mengenai penggunaan biogas adalah peternak yang memiliki karakteristik jumlah anggota keluarga > 5 orang, jumlah sapi > 3 ekor, dan lama keanggotan KPSBU ≥ 5 tahun. Selain karakteristik peternak yang cocok untuk mengikuti program biogas ini, dilihat juga kelayakan pemasangan instalasi biogas dari aspek financial. Berdasarkan aspek finansial, program instalasi biogas in dianggap layak karena mampu mengurangi konsumsi atau pembelian sumber energi gas LPG untuk memasak dan sumber energi listrik PLN untuk penerangan. Selain pengurangan konsumsi sumber energi dari LPG dan PLN, instalasi biogas juga diharapkan mampu memberikan penghasilan tambahan bagi para peternak dengan penjualan pupuk kandang hasil pengolahan instalasi biogas.  
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK WIRAUSAHA MUDA UNPAR Catharina Badra Nawangpalupi; Ali Sadiyoko; Novita Setyamichelle; Frida Soedjito
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.688 KB)

Abstract

Kegiatan kewirausahaan merupakan aktivitas yang penting dalam penguatan ekonomi Indonesia dan perlu didukung dengan program yang tepat dan sesuai dengan karakteristik wirausaha Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian iklim kewirausahaan secara umum di Indonesia dan membandingkannya dengan penilaian iklim kewirausahaan di Teknik Industri UNPAR. Penelitian didasarkan pada hasil penelitian GEM yang dimiliki UNPAR, khususnya dengan menggunakan data Adult Population Survey (APS) tahun 2013 dan mereplikasi instrument penelitian untuk mahasiswa Teknik Industri UNPAR. Dengan menggunakan responden seluruh mahasiswa Teknik Industri yang telah mendapatkan materi kuliah Technopreneurship, perbandingan intensi kewirausahaan dan atribut-atribut pendukung sikap kewirausahaan ilakukan. Dengan menggunakan metode regresi linier logistik diperoleh bahwa secara umum, intensi berwirausaha dipengaruhi oleh adanya role model, adanya kesempatan berwirausaha, adanya kemampuan, dan adanya persepsi bahwa berwirausaha adalah pilihan karir yang baik. Namun, khusus untuk mahasiswa Teknik Industri, atribut yang mempengaruhi intensi hanyalah kesempatan berwirausaha. Oleh karena itu, peningkatan kesempatan didukung dengan aspek lain yang bukan hanya atribut sosial dan individu yang diidentifikasi dalam penelitian ini perlu dilakukan.Kata kunci: intensi berwirausaha, kesempatan berwirausaha, regresi linier logistik, kewirausahaan, Global Entrepreneurship Monitor.