Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEMI NAMA BAIK KAMPUS VS PERLINDUNGAN KORBAN: KASUS KEKERASAN SEKSUAL DI KAMPUS Nikmatullah Nikmatullah
QAWWAM Vol. 14 No. 2 (2020): Gender Mainstreaming
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/qawwam.v14i2.2875

Abstract

Kekerasan seksual dapat terjadi di mana dan kapan saja, termasuk di kampus. Ibarat gunung es, kasus kekerasan seksual yang disebabkan oleh faktor kesenjangan relasi kuasa, relasi gender yang timpang yang didukung oleh rape culture menempatkan perempuan sebagai korban utama. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan aturan pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Studi kualitatif ini menggunakan data dari media online, yang diklasifikasi berdasarkan tema-tema tertentu. Hasil kajian menunjukkan adanya kebijakan Rektor tentang kekerasan seksual merupakan komitmen lembaga pendidikan untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual. Akan tetapi, jika komitmen tersebut tidak diikuti dengan birokrasi yang baik dan sumber daya manusia yang memadai, maka perjuangan untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan korban menjadi sulit. Apalagi adanya kepentingan politik para stakeholder untuk melindungi pelaku atas nama baik kampus.
Awrah and Women's Clothing: Reinterpretation of Islamic Texts in Indonesian Contexts Nikmatullah Nikmatullah
JURNAL AT-TURAS Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v10i2.6785

Abstract

The concept of Awrah among Indonesian Muslims undergoes a process of contextualization and adaptation to local culture. This article focuses on the understanding of the ulemas about Awrah based on the interpretation of Al-Quran and Hadith texts which have implications for the practice of women's clothing. By using a qualitative approach, data obtained from online media and interviews. This article shows that the models, forms and trends of women's clothing influenced by multiple interpretations of Islamic texts, which are not only influenced by religious understanding, modernity, local traditions but also the context of the relationship between Islam and the state. There has been a shift in the reasons women cover their private parts from piety and obedience in religion; security, comfort and tranquility; then a lifestyle. External factors that influence women to cover their awrah are due to the family and friends, as well as maintaining local traditions. Interestingly, women who choose not to cover their awrah have the support of religious prominent, with argumentation personally and religiously. There are attempts to reinterpret the spirit of Awrah which does not only focus on women's clothing, but includes issues of ethics, morals, decency and protection of women.