Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Kegagalan Sambungan Las Pipeline Carbon Steel A106 Grade B Ø 6” Di Sumur Neb#46 Petrochina International Jabung Wijoyo Wijoyo; Sugiyanto Sugiyanto; Muhammad Wahyu Darojad
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.078 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.2619

Abstract

Tujuan dari penelitian ini menganalisa kegagalan sambungan pipa carbon steel A106 Gr.B pada pipa penyalur gas di Sumur NEB#46. Metode penelitian dengan menganalisa gas dan mengirimkan sample pipa yang bocor ke laboratorium. Jenis material pipa adalah low alloy steel grade B. Pipa beroperasi pada tahun 2013 dengan tekanan 793.0 psig, temperatur 1460F, kandungan air 14%, pH 4 dan kandungan CO2 sebesar 15.90%. Komponen pipeline memiliki umur desain 15 tahun. Namun pada kenyataan di lapangan, kurang dari 3 tahun pipa sudah mengalami kegagalan berupa kebocoran dan keropos. Penelitian dimulai dengan pengamatan dengan visual, mikro dan makro, uji komposisi kimia, uji metallografi, uji hardness, uji SEM. Dari pengujian yang dilakukan, diharapkan diketahui faktor dan mekanisme dari kegagalan pipa gas Gr B A106. Hasil penelitian, didapatkan bahwa kegagalan dari pipa disebabkan oleh serangan korosi CO2. Mekanismenya, berawal dari pit yang terbentuk secara lokal dan merambat kebagian lain sehingga terbentuk keropos. Dari hasil pengujian SEM, EDX dan XRD, terbentuk senyawa FeS dan FeCO3 yang merupakan produk korosi dari pipa yang mengalami kegagalan
PENGARUH VARIASI PERSENTASE GULA TETES (MOLASSES) DALAM CAMPURAN PASIR CETAK GREENSAND TERHADAP KUANTITAS CACAT GAS HOLE LOGAM ALUMINIUM ADC 12 Hanif Ali Ghufron; Sugiyanto Sugiyanto
JURNAL FOUNDRY Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v5i1.6

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetehui pengaruh tiap variasi persentase gula tetes dalam pasir cetak greensand terhadap cacat gas hole pada permukaan aluminium ADC 12. Pengecoran logam alumunium merupakan suatu proses pembuatan benda yang dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pembuatan pola, cetakan, proses peleburan, menuang, membongkar dan membersihkan coran. Benda-benda logam yang berbentuk rumit baik logam ferro maupun non ferro mulai dari berukuran kecil sampai besar dapat dibuat melalui proses pengecoran karena mudah dalam pengerjaannya. Metode pengecoran yang digunakan adalah metode konvensional grafity casting. Media pembuatan benda pengecoran logam menggunakan pasir cetak greensand dan penambahan bahan lain seperti molasses. Gula tetes adalah produk sisa pada proses pembuatan gula. Molasses ini berguna untuk meningkatkan kemampuan pemakaian ulang pasir cetak. Kebasahan cetakan pasir akan meningkat jika gula tetes yang digunakan berlebihan dan menimbulkan cacat gas hole. Pengujian Moisture test akan dilakukan untuk menghasilkan data kadar air yang terdapat dalam pasir cetak. Cacat gas hole yang timbul akan diidentifikasi dan diteliti dengan pengujian Non destructive test menggunakan dye penetrant sehingga mendapatkan jumlah cacat gas yang ditimbulkan. Kata Kunci: Aluminium ADC12, Pasir Cetak Greensand, Gula Tetes, Cacat Gas Hole, Moisture test, Non Destructive Test, Dye Penetrant