Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The physics and chemist parametric in Labuan Terata Waters, Sumbawa at transitions season Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v5i2.1060

Abstract

Labuhan Terata Waters, Sumbawa, West Nusa Tenggara is one of the waters are very important for Labuhan Terata peoples because function for fisheries, but asses water quality especially transitions season is minus. The research objective was to assess physics and chemist parametric in the Labuhan Terata waters at transitions season. Oceanographic research in the Labuhan Terata waters have been carried out in May to June 2015. Current, brightness, temperature, dissolved oxygen (O2), acidity (pH), salinity, phosphate and nitrate parameters was measured directly from a layer surface at five research stations. The degree of temperature was measured thermometer Hg, acidity (pH) was measured with pH meter, dissolved oxygen was measured dissolved oxygen meter (DO meters), measurement of nutrients (phosphate and nitrate) concentration used spectrophotometry method. Result of the analysis showed that Labuhan Terata waters has current range from 0.39–0.93 m.dt-1, temperature of 28.50–30.00 °C, brightness 4.00–6.55 m, salinity of 30.50–31.33 psu, dissolved oxygen of 10.40-12.83 mg.L-1, pH of 8.04 – 8.70, phosphate of 0.05 – 0.75 mg.L-1 and nitrate 2.83 – 4.50 mg.L-1.
Abundance, Biomass and Alginate Yield of Padina australis in Sumbawa Aquatic Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v6i1.1048

Abstract

Padina australis is one of brown seaweed which mostly found in Sumbawa coastalarea. This seaweed has a potential as a raw material for alginate. We examinedabundance, biomass and alginate content of P. australis. Data were collectedmonthly from October 2012 to January 2013. Sampling was located in the aquaticof Sumbawa Regency by the number of stations is 3 stations. Station 1 was locatedin the aquatic of Labuhan Badas District, stations 2 and 3 were in the aquatic ofBungin Island. The highest value of biomass were found on May in station 1(33.98 g wet weight/m2) and the lowest values on station2 (3.12 g wet weight/m2).Alginate content showed the highest value of 6.65% on May in station 1 and thelowest value of 3.08% on July in station 2. The results showed that biomass andalginate contents of P. australis significantly influenced by interaction of physicaland chemical enviromental factors. P. australis grew in station 1 on May had thehighest biomass and alginate contents with characteristics of physical andchemical enviromental were hard substrate, current 0.40 m s-1, pH 8, temperature32°C and salinity 32 psu.
Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Usaha Pembenihan Bina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Naufal Gumilang Ramadhan; Syamsul Bahri; Dwi Mardhia; Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.22756

Abstract

Ikan Nila merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak digemari di Sumbawa sehingga mendorong tingginya minat budidaya untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar. Usaha pembenihan ikan Nila merupakan ujung tombak keberhasilan usaha budidaya. Salah satu usaha pembenihan yang cukup berhasil di Sumbawa adalah usaha Bina Mandiri Sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembenihan ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada usaha Bina Mandiri Sejahtera. Metode yang digunakan adalah observasi melalui kegiatan magang. Pelaksanaan magang selama 4 bulan dengan pengamatan pada 2 kolam. Hasil observasi menunjukkan bahwa teknik pembenihan ikan Nila di usaha Bina Mandiri Sejahtera menggunakan teknik alami dengan tahapan meliputi persiapan kolam, seleksi induk, pemijahan, pemeriksaan kualitas air, pemanenan dan pemasaran. Ikan Nila jantan dan betina yang sudah berumur 8 bulan, bobot 500 gram dan Panjang 30 cm sudah bisa dipilih untuk melakukan pemijahan. Perbandingan jantan dan betina ikan Nila yaitu 1 : 3 dengan jumlah indukan 32 induk. Hasil pengukuran kualitas air masih optimal untuk kegiatanpembenihan meliputi pH (6-8), suhu (26-30C) dan TDS (400-600 ppm).
Evaluasi Performa Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus Lacepede, 1803) pada Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Ananda Gempar Prayoga; Neri Kautsari; Dwi Mardhia; Yudi Ahdiansyah; Syamsul Bahri
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.36233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pembenihan ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) diUsaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa, yang merupakan pelaku awal budidaya koi berskala kecil diwilayah tersebut. Evaluasi dilakukan terhadap aspek teknik pembenihan meliputi persiapan kolam,seleksi induk, proses pemijahan, serta hasil benih yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalahsurvei melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolampemijahan dibuat dari terpal dengan rangka kayu dan baja ringan, menyesuaikan kondisi ekonomi dangeografis setempat. Induk ikan dipilih berdasarkan ciri morfologis, bobot, dan panjang tubuh, denganbobot berkisar antara 381,50547,50 gram dan usia antara 23 tahun. Pemijahan dilakukan dengan rasioinduk betina dan jantan 1:3, dan fertilisasi terjadi 1011 jam setelah pencampuran induk. Jumlah teluryang dihasilkan bervariasi antara 5.638 hingga 20.000 butir, dengan daya tetas 3.68710.000 dan benihhidup yang berhasil dipasarkan berkisar 1.4634.732 ekor. Penggunaan kolam terpal terbukti efektifuntuk pembenihan ikan koi meskipun bukan metode umum yang digunakan pada budidaya koi skalabesar. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa praktik pembenihan yang dilakukan cukup efisien danadaptif, meskipun masih memiliki keterbatasan terutama dalam aspek volume produksi. Evaluasi inidiharapkan menjadi acuan bagi pengembangan usaha pembenihan ikan hias di daerah tropis dengansumber daya terbatas.
Teknik Pembenihan dan Potensi Stok Benih Lele Mutiara (Clarias gariepenus) pada Usaha Pembenihan Mina Mandiri, Sumbawa Firman Thoha Rizqi; Yudi Ahdiansyah; Neri Kautsari; Syamsul Bahri; Dwi Mardhia
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45573

Abstract

Ikan lele mutiara adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dibudidayakan oleh beberapa pembudidaya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian terkait evaluasi teknik pemijahan hingga jumlah populasi yang dihasilkan oleh setiap usaha pembenihan ikan lele mutiara belum banyak dilakukan. Penelitian tersebut sangat penting dilakukan untuk menilai keberhasilan serta faktor-faktor yang mempengaruhi ketersedian benih ikan lele khususnya lele mutiara. Tujuan penelitian ini ialah mengvaluasi teknik pemijahan dan potensi stok benih ikan lele pada usaha Mina Mandiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode survei. Variabel pengamatan pada penelitian ini ialah performance induk yang dipijahkan (bobot induk dan ciri morfologis induk) oleh usaha Mina Mandiri, teknik pemijahan (rasio jantan betina, waktu pemijahan dan metode pemijahan), jumlah telur yang dilepaskan oleh induk betina pada setiap pemijahan dan jumlah telur yang dibuahi. Pengamatan dilakukan pada bulan Desember 2024. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa induk yang digunakan adalah induk matang gonad yang dicirikan oleh bagian genital induk membesar baik pada jantan maupun betina, bobot induk berkisar antara 900-1500 gr, pemijahan mulai dilakukan pada pukul 15.40 WITA, jumlah telur yang dilepaskan oleh induk adalah 85.000-187.000, jumlah telur yang terbuahi dan menetas berkisar antara 80.000-167.000. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan lele mutiara dapat dengan mudah dikembangbiakkan melalui pemijahan alami pada bulan Desember. Rasio jantan betina 1:2 atau 1:3 dengan bobot jantan dan betina berkisar antara 900-1500 gr berpotensi meghasilkan 180.00 hingga 167.000 stok benih ikan lele mutiara. Pemijahan ikan lele mutiara secara konvensional dapat diterapkan pada usaha pembenihan skala kecil dan menengah.