Pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan terdegradasinya fungsi dan peranan sungai dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya lahan dan rendahnya perekonomian masyarakat menyebabkan masyarakat mengambil alih wilayah sungai sebagai wilayah bermukim sehingga kualitas sungai menjadi menurun. Bantaran Kalimati sebagai salah satu sungai pasang surut di Kelurahan Berok Nipah Kota Padang telah mengalami degradasi fungsi dan perannya. Lokasi yang strategis menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum urbanis untuk membentuk kawasan permukiman baru yang terus tumbuh tanpa terencana. Penyelesaian masalah dengan merancang kembali hunian masyarakat menjadi hunian vertikal di lingkungan permukiman yang padat ini menjadi cara untuk menciptakan lebih banyak ruang hijau yang diperlukan bagi suatu kawasan permukiman. Tujuan yang dicapai yaitu menemukan suatu konsep penataan kawasan permukiman padat dan kumuh yang mampu menghidupkan kembali Bantaran Kalimati yang hanya digunakan sebagai area belakang rumah. Sasaran yang disusun adalah dapat mengakomodasi kebutuhan dan aktivitas yang direncanakan, serta mampu mengembalikan fungsi utama Bantaran Kalimati sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS). Adapun metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah metode deskriptif analitik. Analisa ruang luar dan ruang dalam dilakukan dengan menggunakan teori Doxiadis yang merupakan teori permukiman. Analisa yang dihasilkan akan mendapatkan arahan secara garis besar bahwa konsep mengintegrasikan bangunan dengan Kawasan Bantaran Kalimati dan bangunan dengan kawasan permukiman disekitarnya, diharapkan dapat turut serta mengkonservasi wilayah sungai.