Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGENDALIAN PARAMETER OPERASI PADA PROSES INJECTION MOULDING BERBASIS BAHAN ACRYLONITRILE BUTADIENE STYRENE Jorfri B. Sinaga; Azhar Azhar; sugiman sugiman
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan plastic ( polymer) didunia, dan khususnya didalam negeri semakin meningkat. Hal ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produk dan efisiensi oleh industry injection moulding agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran. Salah satu masalah yang berkaitan dengan kualitas dan efisiensi adalah proses penyetelan awal parameter proses pada suatu produk khususnya produk baru. Proses ini dapat berlangsung lama apalagi bila dilakukan secara trial and error yang dapat mengakibatkan meningkatnya biaya operasi dan ineffisiensi. Salah satu cara untuk meminimalisir ineffisiensi pada penyetelan awal parameter proses injection moulding adalah dengan melakukan simulasi proses dengan bantuan software. Analisis dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak moldflow terhadap produk yang dibuat yaitu : descover dimana bahan yang digunakan adalah Acrylonitrile Butadiene Styrene ( ABS ). Dari hasil analisa simulasi diperoleh suatu kisaran parameter operasi yang dapat dijadikan rujukan. Untuk produk fixed closed diperoleh setting parameter operasi sebagai berikut : temperature leleh material antara 2410C sampai 2710C, temperature cetakan antara 710 C sampai 800C, tekanan injeksi antara 8,3 MPa sampai 10,6 MPa, waktu injeksi antara 0,64s sampai 1,1 s, gaya penekanan (clamping force) antara 1,1 ton sampai 1,3 ton.Kata kunci : injection molding, temperature leleh , temperature cetakan , gaya penekanan, tekanan injeksi, waktu injeksi.
PENGARUH VARIASI RASIO GLISEROL DAN IOTA KARAGENAN PADA SIFAT FISIKA DAN KIMIA CANGKANG KAPSUL BERBASIS HYDROXYPROPIL METHYLSELULOSE (HPMC) lia lismeri; Imas Happy Dwi Nirwana; Azhar Azhar; Taharuddin Taharuddin; Panca Nugrahini; Yuli Darni
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v5i2.112

Abstract

Cangkang kapsul yang terbuat dari Hidroksipropil metilselulosa (HPMC) merupakan alternatif dari cangkang kapsul konvensional berbasis gelatin. Namun secara ekonomi bahan baku HPMC lebih mahal dibandingkan dengan gelatin. Sehingga perlu dikembangkan komposisi yang tepat dalam membuat cangkang kapsul berbasis HPMC dengan penambahan bahan lain untuk menghasilkan cangkang kapsul yang lebih ekonomis. Pada penelitian ini digunakan kombinasi HPMC,Pektin , Gliserol dan iota karaginan untuk tujuan tersebut. Variasi pengaruh rasio penambahan gliserol (15%,10%,5%) dan iota karagenan (65%,70%,75%) diformulasikan dengan tujuan meningkatkan stabilitas sifat fisik, sifat kimia dan karakteristik struktural. Cangkang kapsul dikarakteristik dengan uji organoleptik, kadar air, waktu disintegrasi, Uji FTIR dan SEM. Hasil komposisi cangkang kapsul terbaik yaitu pada V9, dengan komposisi gliserol 0,75 g, HPMC 2,5 g, pektin 1 gr dan Iota karagenan 0,75 g, dengan nilai viskositas yang telah memenuhi standar sebesar 4170 cP, sedangkan nilai kadar air dan waktu disintegrasi masih diatas nilai standar yaitu 22,225% dan 47 menit. Analisis FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) menunjukkan kapsul V9 memiliki intensitas –OH lebih tinggi serta munculnya gugus COO⁻ dari pektin, yang menandakan sifat hidrofilik dan interaksi polimer yang lebih kompleks di bandingkan dengan cangkang kapsul HPMC standar. Berdasarkan hasil SEM (Scanning Electron Microscopy) terhadap cangkang kapsul menunjukkan morfologi tidak rata dan terdapat gumpalan putih yang dapat disebabkan oleh interaksi pektin dan iota karagenan yang membentuk struktur mikro heterogen. Kata kunci: cangkang kapsul, gliserol, pektin, HPMC, iota karagenan