Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Suhu Dan Waktu Pretreatment Alkali Pada Isolasi Selulosa Limbah Batang Pisang lia lismeri; Yuli Darni; Mitra Dimas Sanjaya; Muhammad Iqbal Immadudin
Journal of Chemical Process Engineering Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.344 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v4i1.319

Abstract

Limbah batang pisang yang dihasilkan dari perkebunan pisang merupakan biomassa yang  kandungan selulosanya dapat diisolasi dan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan serat selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan yield selulosa dari batang pisang dengan perlakuan pretreatment alkali. Pelarut alkali yang digunakan adalah NaOH 1% dengan variabel operasi berupa temperatur 60, 70, dan 80°C dan waktu 60, 90, dan 120 menit. Proses delignifikasi dilakukan dengan menggunakan Na2SO3 20% dan H2O2 2% sebagai agen pemutih. Dari hasil analisis kadar lignoselulosa, pretreatment yang menghasilkan rendemen selulosa terbesar yaitu 51,64% pada kondisi operasi suhu 80°C selama  60 menit. Dari hasil Uji FTIR dan SEM dapat diketahui bahwa isolasi selulosa dari batang pisang dengan pretreatment alkali memperlihatkan keberadaan gugus fungsi utama penyusun selulosa serta struktur permukaan serat selulosa.
PENGARUH VARIASI RASIO GLISEROL DAN IOTA KARAGENAN PADA SIFAT FISIKA DAN KIMIA CANGKANG KAPSUL BERBASIS HYDROXYPROPIL METHYLSELULOSE (HPMC) lia lismeri; Imas Happy Dwi Nirwana; Azhar Azhar; Taharuddin Taharuddin; Panca Nugrahini; Yuli Darni
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v5i2.112

Abstract

Cangkang kapsul yang terbuat dari Hidroksipropil metilselulosa (HPMC) merupakan alternatif dari cangkang kapsul konvensional berbasis gelatin. Namun secara ekonomi bahan baku HPMC lebih mahal dibandingkan dengan gelatin. Sehingga perlu dikembangkan komposisi yang tepat dalam membuat cangkang kapsul berbasis HPMC dengan penambahan bahan lain untuk menghasilkan cangkang kapsul yang lebih ekonomis. Pada penelitian ini digunakan kombinasi HPMC,Pektin , Gliserol dan iota karaginan untuk tujuan tersebut. Variasi pengaruh rasio penambahan gliserol (15%,10%,5%) dan iota karagenan (65%,70%,75%) diformulasikan dengan tujuan meningkatkan stabilitas sifat fisik, sifat kimia dan karakteristik struktural. Cangkang kapsul dikarakteristik dengan uji organoleptik, kadar air, waktu disintegrasi, Uji FTIR dan SEM. Hasil komposisi cangkang kapsul terbaik yaitu pada V9, dengan komposisi gliserol 0,75 g, HPMC 2,5 g, pektin 1 gr dan Iota karagenan 0,75 g, dengan nilai viskositas yang telah memenuhi standar sebesar 4170 cP, sedangkan nilai kadar air dan waktu disintegrasi masih diatas nilai standar yaitu 22,225% dan 47 menit. Analisis FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) menunjukkan kapsul V9 memiliki intensitas –OH lebih tinggi serta munculnya gugus COO⁻ dari pektin, yang menandakan sifat hidrofilik dan interaksi polimer yang lebih kompleks di bandingkan dengan cangkang kapsul HPMC standar. Berdasarkan hasil SEM (Scanning Electron Microscopy) terhadap cangkang kapsul menunjukkan morfologi tidak rata dan terdapat gumpalan putih yang dapat disebabkan oleh interaksi pektin dan iota karagenan yang membentuk struktur mikro heterogen. Kata kunci: cangkang kapsul, gliserol, pektin, HPMC, iota karagenan