Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Cimetidine Sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Kondiloma Akuminata Perianal Ko-Infeksi Human Immunodeficiency Virus dengan Elektrodesikasi Lita Setyowatie; Muhammad Edel Dwiputra Prawira
Journal of Islamic Medicine Vol 9, No 2 (2025): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Faculty of Medicine and Health Sciences, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v9i2.35174

Abstract

Latar belakang: Kondiloma akuminata (KA) perianal merupakan proliferasi jinak dari epitel anogenital yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Penanganan KA masih menjadi permasalahan dikarenakan angka rekurensi yang cukup tinggi terutama pada pasien dengan HIV. Cimetidine sebagai agen immunomodulator telah banyak diteliti untuk terapi KA. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk mengkaji lebih lanjut efektivitas terapi adjuvan per oral Cimetidine pada kasus KA. Laporan Kasus: Pada studi ini, dilaporkan dua kasus pasien dengan KA yang diterapi dengan elektrodesikasi dan pemberian oral Cimetidine sebagai terapi adjuvan. Kesimpulan:  Pemberian Cimetidine 2x600mg selama 3 bulan dapat membantu perbaikan klinis dan menurunkan angka rekurensi pada pasien. Cimetidine dapat meningkatkan proliferasi limfosit T, produksi sitokin seperti Interleukin(IL)-2 dan interferon-gamma (INF-γ), serta memperbaiki fungsi sel T supresor. Cimetidine juga mempengaruhi respon imun bawaan (innate) dan adaptif. Cimetidine merupakan terapi adjuvan yang efektif pada kasus KA perianal ko-infeksi HIV yang diterapi dengan elektrodesikasi selama 3 bulan.
Injeksi Vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) Sebagai Agen Imunoterapi Pada Kasus Kondiloma Akuminata Lita Setyowatie; Rasinta Ayudya Deltania
Journal of Islamic Medicine Vol 9, No 2 (2025): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Faculty of Medicine and Health Sciences, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v9i2.35175

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Kondiloma akuminata adalah infeksi menular seksual yang disebabkan Human Papillomavirus (HPV). Bacille-Calmette-Guerin (BCG) adalah vaksin hidup yang dilemahkan dan termasuk salah satu agen imunoterapi yang dapat menjadi alternatif terapi kondiloma akuminata.. Laporan Kasus: Perempuan berusia 23 tahun dengan keluhan muncul kutil sewarna kulit sejak 1 bulan tanpa disertai gatal dan nyeri. Pemeriksaan venereologi tampak papul sewarna kulit, multipel, batas tegas, bentuk dan ukuran bervariasi Acetowhite (+).Pasien didiagnosis kondiloma akuminata dan diberikan terapi vaksin BCG injeksi intralesi 0,5 ml dosis tunggal. Kesimpulan : Vaksin BCG meningkatkan aktivitas berbagai sel imun yang dapat merangsang penyembuhan kutil kelamin. Terapi injeksi intralesi  tunggal 0,5 ml menunjukkan penurunan lesi pasca 1 bulan injeksi. Injeksi vaksin BCG intralesi dapat menjadi pilihan terapi untuk kondiloma akuminata dengan keuntungan seperti keamanan, harga lebih murah, dan mudah didapatkan
A Histopathological Approach to a Case of Recurrent Genital Molluscum Contagiosum Dwi Intan Yuniasih; Lita Setyowatie; Diah Prabawati Retnani
Berkala Kedokteran Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v21i2.24497

Abstract

Molluscum contagiosum (MC) is a harmless, viral skin infection with a high transmission risk. The Molluscum contagiosum virus (MCV) has two primary forms: type 1 and type 2. Sexually transmitted MC affects the anogenital region, encompassing external genital organs, inner thighs, inguinal folds, and suprapubic areas. The likelihood of MC recurring after treatment can reach up to 35 percent. Transmission primarily occurs through direct physical contact. A 29-year-old man who complained of bumps on the pubis and penile shaft for 3 months accompanied by itching. Venerological examination revealed multiple, round, dome-shaped erythematous papules with and central umbilication on the pubis and penile shaft. On punch biopsy, the epidermis appears with hyperplastic squamous cell epithelium with a cup shape containing Handerson-Peterson bodies. The condition of recurrent, atypical, and mimicking lesions with condyloma lata lesions means that diagnosis in this patient requires a histopathological examination.