Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pengembangan Usaha Prukades (Produk Unggulan Desa) Madulang Sampang Melalui Growth Hacking Marketing Strategy Moh Syarif; - Musoffan
Kompetensi (Competence : Journal of Management Studies) Vol 15, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kompetensi.v15i1.10562

Abstract

Prukades (Produk Unggulan Desa) merupakan kemampuan suatu desa untuk menciptakan suatu produk yang bernilai, guna memanfaatkan sumber daya yang ada di desa, sehingga mendatangkan pendapatan bagi masyarakat maupun pemerintah desa.Setiap desa memiliki potensi-potensi yang dapat dikembangan secara nyata, namun tak semua desa mampu menciptakan produk unggulan yang ada di desanya. Desa madulang merupakan desa yang memiliki produk unggulan “Kripik Tette”.Kripik ini berjenis kripik singkong yang diolah secara tradisional dengan memadukan kearifan setempat (local wisdom).Dalam perkembangannya banyak tantangan-tantangan yang harus dilalui oleh desa agar produk yang dihasilkannya mampu menembus pasaran dengan baik, sehingga berbagi upaya harus dilakukan.Permasalahan yang kerap kali ditemui dalam pengembangan produk unggulan desa tersebut adalah pengembangan pemasaran usaha.Sehingga penelitian ini sangat di harapakan agar pengembangan usaha produk unggulan desa yang berbasis local wisdom ini tetap berkembang dan harapannya mampu menembus pasar komoditi internasional.
ANALISIS PENENTUAN BESARAN DAN PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Kasus Kesesuaian Penentuan Besaran dan Pengelolaan Dana Desa Dengan Peraturan di Kecamatan Omben Kabupaten Sampang) Moh. Syarif; An Amurroin
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 3 No 01 (2020): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : STIE Bakti Bangsa Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.105 KB) | DOI: 10.56998/jr.v2i01.6

Abstract

The Village Fund is a funding that sourced from the Revenues and Expenditures Budget of the state for villages that are transferred through the district's and used to finance the role of governance, development, community coaching, and community empowerment. This study uses qualitative methods, with the research procedures that produce descriptive in written or spoken from the object research and behavior that can be observed. The focus of research conducted by researchers is to determine the suitability of the amount and management of village Fund with in District Omben Sampang. The results of this research, it was found that the determination of amount of the Village Funds there is still a lack of synchronization of data owned by the village with a number of data received by the team that formulated for each village in Sampang Regency, especially Omben Distric
Optimalisasi Peran Bumdes dalam Pengelolaan Sustainable Food Security Berbasis Produk Lokal Desa: Optimizing the Role of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Managing Sustainable Food Security Based on Local Village Products Syarif, Moh; Mabruroh, Hajjatul
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 7 No. 3 (2025): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v7i3.2330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan ketahanan pangan berkelanjutan berbasis produk lokal desa. Tiga pendekatan analisis digunakan, yaitu Community Capacity Building (CCB), SWOT, dan Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CCB mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola BUMDes dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 32 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemasaran digital dan marketing sebesar 36 poin, sedangkan terendah pada aspek jejaring kemitraan usaha 27 poin. Analisis SWOT mengidentifikasi strategi utama yang perlu dilakukan, meliputi penguatan kapasitas sumber daya manusia, diversifikasi produk lokal, digitalisasi pemasaran, serta penguatan kemitraan dengan pihak eksternal. Selanjutnya, hasil analisis BMC menegaskan bahwa BUMDes tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra utama, antara lain Pemerintah Desa dan Daerah dalam dukungan regulasi dan pendanaan, Perguruan Tinggi untuk transfer ilmu dan riset, HIPMI serta UMKM lokal dalam memperkuat jejaring bisnis, serta perbankan dan dinas terkait untuk akses permodalan dan dukungan teknis. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi BUMDes dalam menjaga ketahanan pangan berkelanjutan tidak hanya bergantung pada penguatan kapasitas internal, tetapi juga pada kolaborasi eksternal yang sinergis.
Akselerasi Kinerja BUMDes melalui Community Capacity Building (CCB) Menuju Kemandirian Ekonomi Desa Syarif, Moh.; Miladiyah, Siti Jamilatul; Faisol, Faisol
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i1.341

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengakselerasi kapasitas SDM pengelola BUMDes Tegar Mandiri Madulang melalui pendekatan Community Capacity Building (CCB). Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif, pendampingan, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test pada lima aspek kompetensi utama, yaitu manajemen usaha, tata kelola keuangan, pengembangan produk, pemasaran digital, dan jejaring kemitraan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya kesenjangan kapasitas yang tinggi terutama pada aspek pemasaran digital, manajemen usaha, dan tata kelola keuangan. Implementasi CCB mampu meningkatkan kapasitas pengelola secara signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 48,8% (pre-test) menjadi 81% (post-test) atau meningkat sebesar 32,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemasaran digital (36%), diikuti tata kelola keuangan (35%) dan pengembangan produk (33%). Selain itu, terjadi perubahan nyata pada praktik pengelolaan, seperti tersusunnya rencana bisnis, pembukuan keuangan rutin, peningkatan jumlah produk inovatif, serta terbentuknya jejaring kemitraan strategis. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan CCB efektif dalam mendorong lompatan kapasitas dan kinerja kelembagaan BUMDes secara berkelanjutan. Dengan demikian, model ini dapat direplikasi sebagai strategi penguatan ekonomi desa berbasis pemberdayaan komunitas.