Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Keberlanjutan Sosial dan Persepsi Masyarakat terhadap Transportasi Umum di Kota Surakarta (Studi Kasus Bus BST Tahun 2021) Aji Bayu Pranata; Moh. Gamal Rindarjono; Seno Budhi Ajar
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1810

Abstract

ABSTRACTSocial Sustainability and Public Perception of Public Transportation in the City of Surakarta (Case Study of the 2021 BST Bus):  The development of sustainable public transportation needs to be a topic of attention. Nearly 56.2% of the world's population lives in urban areas. Transportation as part of the urban form element must meet sustainable transportation standards. The purposes of this research were to determine the condition of the social sustainability of the Batik Solo Trans (BST) Bus in 2021 and to find out the Surakarta community's perception of the sustainability of the BST Bus in 2021. This research uses a qualitative-quantitative method (mixed method). The research was carried out in 4 BST Bus operating corridors in Surakarta City. Data taken in the form of primary data collected by means of field observations and interviews, as well as secondary data taken from documentation or records of related parties. In collecting perception data using a framework that has been compiled by Litman (2019) and adjusted according to the availability of data and the conditions of the Covid-19 pandemic. The results of this research indicate that the BST Bus has met most of the indicators in socially sustainable transportation. Things that need to be paid attention to are indicators of accessibility for people with disabilities and access for low-income passengers. The results also show that people's perceptions of the social sustainability of the BST Bus vary. Corridors I, II, and III get good perception results, while Corridor IV gets moderate perception results. The results of this research are very important as the basis for the improvement and development of sustainable transportation in the city of Surakarta and in Indonesia.Keywords: sustainable transportation; public transportation; Social Sustainability; Batik Solo Trans Bus.ABSTRAKTopik pembangunan transportasi umum yang berkelanjutan perlu menjadi perhatian. Hampir 56,2% penduduk dunia tinggal di daerah perkotaan. Transportasi sebagai bagian dari elemen bentuk perkotaan (urban form) harus memenuhi standar transportasi berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi keberlanjutan sosial Bus Batik Solo Trans (BST) tahun 2021 dan untuk mengetahui persepsi masyarakat Surakarta terhadap keberlanjutan Bus BST tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-kuantitatif (mixed method). Penelitian dilaksanakan di 4 koridor operasi Bus BST di Kota Surakarta. Data yang diambil berupa data primer yang dikumpulkan dengan cara observasi lapangan dan wawancara, serta data sekunder diambil dari dokumentasi atau catatan pihak-pihak terkait. Pada pengambilan data persepsi menggunakan kerangka kerja yang telah disusun oleh Litman (2019) dan disesuaikan menurut ketersediaan data serta kondisi pandemi Covid-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Bus BST telah memenuhi sebagian besar indikator dalam transportasi yang keberkelanjutan sosial. Hal yang perlu menjadi perhatian adalah pada indikator aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan akses penumpang berpendapatan rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap keberlanjutan sosial Bus BST beragam. Koridor I, II, dan III mendapatkan hasil persepsi yang baik, sedangkan Koridor IV mendapatkan hasil persepsi yang sedang. Hasil dari penelitian ini sangat penting sebagai dasar perbaikan dan pengembangan transportasi berkelanjutan di Kota Surakarta secara khusus dan di Indonesia secara umum.Kata Kunci: Transportasi Berkelanjutan; Transportasi Umum; Keberlanjutan Sosial; Bus Batik Solo Trans
Pengembangan Pariwisata Warisan Edukatif di Desa Dukuh, Boyolali: Evaluasi Pengalaman Pengunjung Menggunakan Kerangka Outsideness–Insideness Seno Budhi Ajar
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7865

Abstract

Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, memiliki lanskap warisan budaya yang kaya, meliputi Umbul Pengging sebagai situs cagar budaya tingkat provinsi, Kompleks Makam Ki Ageng Handayaningrat, seni pertunjukan Kothekan Lesung, serta narasi sejarah Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Namun demikian, pengembangan pariwisata di desa ini masih didominasi oleh aktivitas rekreasi berbasis air, sehingga potensi pariwisata warisan edukatif belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang atraksi pariwisata warisan edukatif melalui pendekatan kognitif-eksperiensial serta mengevaluasi kualitas pengalaman pengunjung melalui uji coba lapangan. Penelitian menggunakan desain mixed methods sekuensial, dengan diskusi kelompok terfokus bersama pemangku kepentingan lokal untuk mengoperasionalkan dimensi outsideness, serta kuesioner terstruktur kepada 40 siswa lokal untuk mengukur dimensi insideness. Uji coba pengunjung dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama menitikberatkan pada aktivitas instruksional tanpa komponen rekreasi, sedangkan tahap kedua mengintegrasikan aktivitas berenang di umbul dalam paket wisata. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi insideness emosional dan embodied antara kedua tahap, dengan skor insideness keseluruhan meningkat dari 3,04 menjadi 3,54 pada skala empat poin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman warisan yang bermakna memerlukan keseimbangan antara konten edukatif dan keterlibatan rekreasi yang relevan dengan karakter tempat, disertai partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan atraksi.
Pemetaan Kualitas Permukiman di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2017 Setiawan Indra Yulianto; Moh Gamal Rindarjono; Seno Budhi Ajar
GEADIDAKTIKA Vol 2, No 2 (2022): Geadidaktika Agustus 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v2i2.46986

Abstract

The objectives of this research are (1) to determine the dynamics of settlement density in Kartasura District in 2007 - 2017; (2) knowing the dynamics of settlement patterns in Kartasura District in 2007 - 2017; and (3) determine the quality of settlements in Kartasura District in 2017. The research method used a qualitative method, using a spatial (spatial) approach. Data analysis using inductive analysis techniques. The results of the study (1) the level of settlement density in 2007 - 2017 continued to increase, (2) the quality of settlement patterns in 2007 - 2017 continued to decline, and (3) the quality of settlements in Kartasura District in 2017 was dominated by moderate quality but not a few are of poor quality. Keywords : Quality of Settlements, Dynamics, Settlements 
Analisis Potensi dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Karanganyar Mitha Saputriningsih; Mohammad Gamal Rindarjono; Seno Budhi Ajar
GEADIDAKTIKA Vol 1, No 2 (2021): Geadidaktika Agustus 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v1i2.46881

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam menunjang percepatan pembangunan nasional. Banyak daerah di Indonesia yang tengah giat menggali potensi pariwisata dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan kebudayaan pada masing-masing daerah. Penilaian terhadap potensi wisata dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi wisata dan partisipasi masyarakat pada lokasi desa-desa wisata di Kabupaten Karanganyar sehingga  strategi pengembangan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan keadaan pada saat ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata di Kabupaten Karanganyar mempunyai potensi sedang dan tinggi karena tiap desa wisata mempunyai keunikan atraksi sesuai dengan sumberdaya alam dan budaya pada masing-masing desa. Partisipasi masyarakat termasuk ke dalam derajat partisipasi semu yang berarti masyarakat telah di dengar dan ikut mengemukakan pendapat, tetapi tidak ada jaminan bahwa pandangan yang dikemukakan dapat diterima oleh pemegang kekuasaan dan sangat kecil untuk menghasilkan perubahan dalam masyarakat. Strategi pengembangan yang dapat diambil yaitu strategi strengths-threats dengan menjalankan kegiatan wisata sesuai dengan protokol kesehatan yang telah di anjurkan pemerintah dan mencantumkan bukti bahwa kawasan desa wisata merupakan zona hijau agar menghindari penyebaran covid-19.
STRENGTHENING VILLAGE INNOVATION SPACES THROUGH GEOGRAPHIC COMMUNICATION AND PLACE-BASED LEADERSHIP: EVIDENCE FROM PANGGUNG HARJO AT COVID-19 PERIOD Gabriele Benita Aprilia; Seno Budhi Ajar
GeoEco Vol 12, No 1 (2026): GeoEco January 2026
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ge.v12i1.56227

Abstract

The development of technology in today's era is one of the factors causing the emergence of local leaders who are placelessness or not oriented towards place. Regional leaders must have a Place-based principle to improve the welfare of the local community by developing village innovation while still using local strengths. Panggungharjo Village, located in Sewon District, was named the Best and Inspiring Village because the village head implemented place-based leadership. This study uses a qualitative approach with a thematic method. Data collection was carried out through Elite Interviewing of village government and village enterprise, field observations, document archives, and online data search techniques. The focus of this study is on the communication patterns that occur in the Panggungharjo Village Government in creating relational space in the form of place-based village innovation. Based on the results of the study, Panggungharjo Village has the innovations KUPAS, Pasardesa.id. and Pasti Angkut. The geographic communication that is formed is between the village head, the community, and third parties in solving the waste problem. Place-based leadership from the three innovations is formed because of the fields of political, community, business, union, and managerial leadership. The innovation space that is formed is the integration of real space and cyberspace applied in the innovations KUPAS, Pasardesa.id, and Pasti Angkut