Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN BENGKUANG (PACHYRRHIZUS EROSUS) DAN TAUGE (VIGNA RADIATE) SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Zuriani Rizki; Hastuty Syahnitya
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 6 No 1 (2019): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.31 KB) | DOI: 10.22435/sel.v6i1.1411

Abstract

Tingginya biaya media untuk mengkultur mikroba membuka jalan untuk membuat media alternatif menggunakan bahan baku lokal dengan harga yang murah. Bahan baku lokal yang dapat dijadikan media alami untuk pertumbuhan mikroorganisme diantaranya adalah bengkuang dan tauge. Bengkuang merupakan media alami yang mengandung sumber karbohidrat dan tauge merupakan media alami yang mengandung sumber protein. Penelitian ini bertujuan mencari media alami yang berpotensi untuk pertumbuhan mikroorganisme dengan harga yang murah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif untuk melihat gambaran pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada media alami bengkuang dan tauge. Sampel dalam penelitian ini yaitu bengkuang dan tauge. Hasil penelitian menunjukkan media alami bengkuang (Pachyrrhizus erosus) dan media alami tauge (Vigna radiate) dapat digunakan sebagai media alternatif untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan tentang media-media alami yang merupakan sumber karbohidrat dan protein sebagai media alternatif pertumbuhan bagi bakteri. Media bengkuang dan media tauge juga dapat di aplikasikan sebagai media alternatif dalam penelitian laboratorium, terutama bidang mikrobiologi. The exorbitant costs of the microbial culture media paved a way for the production of alternative media using cheap local raw materials. Local raw materials that can be used as natural media for the growth of microorganisms include Pachyrrhizus erosus and Vigna radiate. Pachyrrhizus erosus is a natural medium containing a source of carbohydrates and Vigna radiate are a natural medium containing a source of protein. This study aims to find natural media that has potential for the growth of microorganisms with low prices. The research method used is descriptive method, which is to see a description of the growth of Escherichia coli bacteria and Staphylococcus aureus on natural media of Pachyrrhizus erosus and Vigna radiate. The research samples were Pachyrrhizus erosus and Vigna radiate. The results showed that natural media bengkuang (Pachyrrhizus erosus) and natural media of tauge (Vigna radiate) can be used as alternative media for growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Based on the results of the research it can be advised to do further research on natural media which is a source of carbohydrates and protein as an alternative medium for bacterial growth. Media bengkuang and tauge can also be applied as an alternative media in laboratory research, especially in the field of microbiology.
Implementasi Participatory Epidemiology dalam Pemetaan Risiko Penyakit di Lingkungan Masyarakat Yermi; Zuriani Rizki
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Environmentally-related diseases remain a public health problem in various regions. Lack of community involvement in identifying and mapping disease risk factors often results in suboptimal disease prevention efforts. Participatory Epidemiology is an approach that involves active community participation in the process of gathering information and mapping disease risks in their environment. This community service activity aims to increase community knowledge and skills in identifying and mapping disease risk factors through a Participatory Epidemiology approach. Implementation methods include health education, disease risk mapping training, group discussions, and community practice of disease risk mapping. Results of the activity indicate increased community knowledge regarding disease risk factors and increased community participation in environmental health monitoring activities. The implementation of Participatory Epidemiology has proven effective in increasing community involvement in environmentally-based disease prevention efforts. Keywords: Participatory Epidemiology, Disease Risk Mapping, Public Health, Community Empowerment ABSTRAK Penyakit berbasis lingkungan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam mengidentifikasi dan memetakan faktor risiko penyakit seringkali menyebabkan upaya pencegahan penyakit menjadi kurang optimal. Participatory Epidemiology merupakan pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengumpulan informasi dan pemetaan risiko penyakit di lingkungan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengidentifikasi serta memetakan faktor risiko penyakit melalui pendekatan Participatory Epidemiology. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pemetaan risiko penyakit, diskusi kelompok, serta praktik pemetaan risiko penyakit di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko penyakit serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemantauan kesehatan lingkungan. Implementasi Participatory Epidemiology terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Kata Kunci: Participatory Epidemiology, Pemetaan Risiko Penyakit, Kesehatan Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat