Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kualitas Air Minum dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Wilayah Perkotaan Indrayadi; Achmad Hilal; Glory Gelarich Simanjuntak; Yermi; Andi Kamal M. Sallo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2957

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Kualitas air minum yang buruk, khususnya di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi, dapat meningkatkan risiko penularan diare. Mengetahui hubungan kualitas air minum dengan kejadian diare pada anak balita di wilayah perkotaan. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 120 rumah tangga yang memiliki anak balita di Kecamatan X Kota Y. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta uji kualitas air (parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi). Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan 45,8% air minum rumah tangga tidak memenuhi standar kualitas, dan 38,3% balita mengalami diare dalam 3 bulan terakhir. Analisis statistik menemukan hubungan signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian diare (p=0,002). Kualitas air minum yang buruk berhubungan dengan meningkatnya kejadian diare pada anak balita. Upaya peningkatan akses air bersih dan edukasi higienitas perlu diperkuat untuk mencegah diare di wilayah perkotaan.
Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Posyandu Desa Tukamasea Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Musdalifah Syamsul; Ummi Kalsum Marwan; Yermi; Hadzmawaty Hamzah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4139

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting kesehatan anak yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pendidikan ibu, tingkat pengetahuan gizi, dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan status gizi balita. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan teknik tabulasi silang dan uji korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar balita dengan riwayat ASI eksklusif memiliki status gizi baik (83,6%), sedangkan pada kelompok tanpa ASI eksklusif proporsi status gizi baik hanya 68,8%. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi R = 0,62 yang menunjukkan adanya hubungan kuat dan signifikan antara ASI eksklusif dengan status gizi balita. Faktor pengetahuan gizi ibu juga berhubungan positif dengan status gizi, meskipun tingkat pendidikan formal tidak selalu berkorelasi langsung dengan praktik pengasuhan gizi. Temuan ini menegaskan bahwa ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu berperan penting sebagai faktor protektif dalam menjaga status gizi balita. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya intervensi berbasis edukasi gizi dan peningkatan cakupan ASI eksklusif sebagai strategi kebijakan untuk mendukung pencapaian status gizi optimal pada anak.
Peran Kearifan Lokal dalam Praktik Pencegahan Penyakit Menular di Komunitas Adat Achmad Hilal; Sapnita; Lili Amaliah; Baso Witman Adiaksa; Yermi; Yanti mustarin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7238

Abstract

Kearifan lokal merupakan sistem nilai, norma, dan praktik sosial yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu komunitas adat. Dalam konteks kesehatan masyarakat, kearifan lokal berperan penting sebagai bentuk adaptasi sosial terhadap lingkungan dan upaya mempertahankan keseimbangan hidup, termasuk dalam pencegahan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran kearifan lokal dalam praktik pencegahan penyakit menular di komunitas adat, serta mengevaluasi potensinya untuk diintegrasikan dengan strategi kesehatan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif etnografi, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, serta dokumentasi kebiasaan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat melalui ritual adat, pantangan sosial, serta penggunaan tanaman obat tradisional. Selain itu, struktur kepemimpinan adat berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai kesehatan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kearifan lokal dan program kesehatan berbasis masyarakat dapat meningkatkan efektivitas pencegahan penyakit menular, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan medis formal. Oleh karena itu, pengakuan dan pemberdayaan sistem pengetahuan lokal menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Pengaruh Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Daerah Endemis Eyastuti Azis; Masrikat Maya Diana Claartje; Syafruddin; Yermi; Khalikul Fadli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7241

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis. Faktor lingkungan, seperti genangan air dan kondisi sanitasi, serta perilaku masyarakat, seperti penggunaan kelambu dan pengelolaan sampah, diduga memengaruhi kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kasus DBD di daerah endemis. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 150 rumah tangga di wilayah endemis DBD, yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku masyarakat, pengamatan kondisi lingkungan, dan catatan kasus DBD dari puskesmas setempat. Analisis data menggunakan regresi logistik untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dengan genangan air permanen (OR=3,45; 95% CI: 1,72–6,92) dan perilaku tidak rutin membersihkan lingkungan (OR=2,78; 95% CI: 1,34–5,78) secara signifikan meningkatkan risiko kasus DBD. Faktor lain seperti penggunaan kelambu dan penutup bak air juga berpengaruh, namun tidak signifikan secara statistik. Faktor lingkungan dan perilaku masyarakat berperan penting dalam kejadian DBD. Intervensi promotif dan preventif yang menyasar perubahan perilaku serta perbaikan lingkungan dapat menurunkan risiko penyakit.