Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA Dominggus Bali; Muhammad Okto Adhitama
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.427 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i4.1960

Abstract

Abstrak:Kepemimpinan kepala desa sebagai suatu proses dan memiliki peranan penting,memiliki motor penggerak mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Secara umum tercapainyasuatu organisasi tergantung pada peranan kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan pada semua tingkat Kepala Desa sebagai seorang pemimpin dalam satuan pemerintahan mempunyai kemampuan dalam menghadapi manusia agar senang dan puas dalam bekerja. Mempunyai jawaban dan wewenang akan didelegasikan Dalam melaksanakan urusan pembangunan dan pemberdayaan tentunya banyak hal yang harus didiskusikan agar mencapai kesejahtraan masyrakat desa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekskripti kualitatif. Pengumpulan data melalui teknik observasi, pengamatan, dan dokumentasi, instrumen penelitian yakni peneliti sendiri, pedoman wawancara dan catatan lapangan. Teknik sampling meliputi purposifel sampling keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.Pembangunan sumber daya manusia di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu sudah menunjukkan arah perkembangan yang positif dan adanya kemajuan, dengan adanyapembangunan sumber daya manusia diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Faktor pendukung  Sikap masyarakat yang selalu menerima secara positif setiap program yang diberikan oleh Pemerintah Desa. Sedangkan faktor penghambat Rendahnya kualitas Manusia dan kurang memadainya alat sarana dan prasarana pendidikan  yang masih kurang. Kata kunci :kepemimpinan; pembangunan; sumber daya manusia Abstract:The village headmaster leadership as a process and plays important role, that driving force to achieve effective and efficient goals. Generally, the success or failure of an organization depends on the leadership role that applied by leaders at all levels. On the level of Village Headmaster as a leader in the government, the Village Headmaster having intelligence in dealing with humans, making subordinates feel comfortable, happy and satisfied at work. Then, the village headmaster must be having the expertise to organize and mobilize and also to know precisely when and to whom responsibilities and authorities will be delegated. In carrying out development and empowerment matters, certainly there are so many things that must be discussed to achieve the community welfare. This research used qualitative research methods. Data collection through observation and documentation, while the instruments are the researchers themselves by interview guidelines and field notes. Sampling techniques include purposive sampling, then the data validity using triangulation techniques. The development of human resources in the Junrejo Village, Junrejo District, Batu City has shown a positive direction and progress, with the development of human resources is expected to improve the welfare of the community. Supporting factors Community attitudes that always receive positively every program given by the Village Government. While the inhibiting factors are the low quality of Human Resources (HR) and the lack of adequate educational facilities and infrastructure. Keywords: leadership; development; human resources
STRATEGI PENGELOLAAN ASET BARANG MILIK DAERAH DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK Muhammad Okto Adhitama; Diana ,
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.878 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1742

Abstract

Abstract: This research was conducted in order to determine how the asset management strategies of regional owned goods and its impending factors of asset management strategies of regional owned goods in Improving Public Services at Karangploso District Office in Malang Regency. of this study shows that strategies used to manage asset of regional owned goods in improving public services was still not optimal, Insufficient facilities and infrastructure in providing services to the community, Official’s ability in managing asset/regional owned goods should be improved, Insufficient fund in managing and maintaining goods. Asset Management Strategy/Regional Owned Goods in Improving Public Services consist of several strategies such as, Long term goals and objectives which consists of Planning/Budgeting regarding Demands of Asset/Regional Goods, Improve Public Services, How to act in managing asset/regional owned goods which is by Use of Asset/Regional Owned Goods, Asset/Regional Owned Goods Utilization, Resources allocation which covers Procurement of Assets/Regional Owned Goods, Inventory of Assets/Regional Owned Goods, and Impeding Factors of strategy used in managing assets/regional owned goods such as facilities for public services. Keywords: Strategy, Management Owned Goods, Public ServicesAbstrak: Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Strategi Pengelolaan Aset Barang Milik Daerah  serta faktor Penghambat dari strategi pengelolaan aset barang milik daerah Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik dikantor Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan dalam  mengelola aset barang milik daerah dalam meningkatkan pelayanan publik  masih di katakan belum optimal, karena Sarana dan  prasarana yang kurang memadai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kemampuan aparat dalam mengelola aset/barang milik daerah perlu ditingkatkan, Dana dalam mengelola dan merawat barang kurang mendukung. Strategi Pengelolaan Aset/ Barang Milik Daerah Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Terdapat beberapa strategi yakni Adanya Tujuan Dan Sasaran Jangka Panjang yang terdiri dari, Perencanan /Penganggaran Kebutuhan Aset/Barang Milik Daerah, Meningkatkan Pelayanan Publik, Cara Bertindak dalam  mengelola aset/barang milik daerah yakni, Penggunaan Aset/Barang Milik Daerah, Bentuk Pemanfaatan Aset/Barang Milik Daerah, Alokasi Suberdaya meliputi, Pengadaan Aset/Barang Milik Daerah, Inventarisasi Aset/Barang Milik Daerah. serta Faktor Penghambat dari Strategi yang digunakan dalam mengelola aset/Barang Milik Daerah yang perlu diperbaiki Sehingga Aset/Barang Milik Daerah yang dimaksud Sarana dan Prasarana untuk pelayanan kepada masyarakat akan berjalan dengan baikKata Kunci: Strategi, Pengelolaan Barang Milik Daerah,  PelayananPublik 
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA MELALUI PROGRAM SMART DI KELURAHAN SISIR KOTA BATU Dody Setyawan; Muhammad Okto Adhitama; Firda Mariana AM
REFORMASI Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.013 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v9i1.1241

Abstract

Abstract : Indonesia is one of countries that most vulnerable to disaster in the world. The high rank of Indonesia is calculated from the number of people who are at risk of losing their lives due to the disaster. To reduce this, a disaster management policy is needed, namely through Program Sisir Siaga Mandiri Relawan Tangguh (SMART). The SMART program is a synchronization between the Tangguh and Siaga Villages which are two community institutions based on community service. This study aimed to describe the implementation of disaster management policies through the SMART program in Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu District, Batu. This study used a qualitative method with the data collection techniques through interviews, observation, and documentation. To determine the informant, it used a purposive sampling technique. While the data analysis involved data reduction, presentation, and conclusion. The validity test was done by triangulation techniques. The results of the study showed that the implementation of disaster management policies through the SMART Program in Sisir Village was categorized as effective. It can be seen from the George C Edward III Policy Implementation Model which included communication, resources, dispositions or attitudes, and bureaucratic structures. The supporting factors were the existence of support from the community and BPBD, as well as cooperation with related agencies. While the inhibiting factors were the lack of synergy between the government and the community, and the lack of personnel and supporting equipment at the time of evacuation in the field. Keywords: Policy Implementation, Disaster Management, SMART Abstrak: Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rawan terhadap bencana di dunia. Tingginya posisi Indonesia dihitung dari jumlah manusia yang terancam kehilangan nyawa akibat bencana. Untuk mengurangi hal tersebut, maka diperlukan kebijakan penanggulangan bencana yaitu melalui Program Sisir Siaga Mandiri Relawan Tangguh (SMART). Program SMART merupakan sinkronisasi antara Kelurahan Tangguh dan Kelurahan Siaga yang merupakan dua lembaga kemasyarakatan berbasis pada pelayanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan penanggulangan bencana melalui program SMART di Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik. Hasil penelitian Implementasi Kebijakan Penanggulangan Bencana melalui Program SMART di Kelurahan Sisir dapat dikatakan sudah efektif, dilihat dari Model Implementasi Kebijakan George C Edward III yaitu meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi atau sikap, dan struktur birokrasi. Faktor pendukungnya yaitu adanya dukungan dari masyarakat dan BPBD, serta kerja sama dengan dinas-dinas terkait. Sedangkan Faktor Penghambatnya yaitu kurangnya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat, serta kurangnya tenaga relawan dan peralatan pendukung pada saat evakuasi dilapangan. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Penanggulangan Bencana, SMART