Ratna Nila Puspitasari
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS (RESITASI) DI ERA NEW NORMAL Ratna Nila Puspitasari
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.442 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5749

Abstract

Masuknya virus corona ke Indonesia membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat di berbagai bidang. Misalnya pada bidang Pendidikan, tak terkeculai pada Pendidikan anak usia dini. Anak usia dini termasuk kategori yang sangat rentan terhadap penularan Covid19. Salah satu cara untuk meminimalisir terinfeksinya anak dari Covid-19 adalah dengan menerapkan Perilaku hidup bersih dan sehat. Metode pemberian tugas (resitasi) dapat digunakan untuk mengajarkan PHBS pada anak, melalui metode ini anak diajak untuk mempraktikan PHBS seperti olahraga (senam), cuci tangan, membuang sampah, memakai baju bersih, dan minum air putih yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pemberian tugas (resitasi) terhadap PHBS anak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian Pre-eksperimental jenis one group pretest-postest. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil analisis data menggunakan uji jenjang bertanda wilcoxon, diketahui bahwa Thitung<Ttabel (0<11), sehingga hipotesis alternatif penelitian (Ha) diterima yaitu ada pengaruh metode pemberian tugas (resitasi) terhadap perilaku hidup bersih dan sehat anak kelompok B.
Efektivitas Media Ular Tangga terhadap Kemampuan Berpikir Simbolik pada Anak Kelompok A Yurintama, Hamidatun Annafi'u; Nila Puspitasari, Ratna
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i2.4742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran ular tangga dalam mengembangkan kemampuan berpikir simbolik pada anak kelompok A di RA Muslimat NU 160 Darussalam Tatung Ponorogo Tahun Ajaran 2024/2025. Kemampuan berpikir simbolik yang dimaksud mencakup keterampilan mengenal, menyebutkan, dan menjodohkan lambang bilangan 1–10. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari 38 anak, yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 19 anak. Kelompok eksperimen menggunakan media ular tangga, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dianalisis menggunakan uji prasyarat, uji t, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir simbolik anak pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah perlakuan diberikan. Rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,728 (kategori tinggi) atau 72,82% termasuk dalam kriteria cukup efektif, sedangkan kelompok kontrol hanya sebesar 0,006 (kategori rendah) atau 0,65% yang menunjukkan tidak efektif. Dengan demikian, media pembelajaran ular tangga terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak usia dini.
INTERELASI NILAI MORAL DALAM SERAT WEDHARAGA TERHADAP SUBSTANSI MATA KULIAH PEMBELAJARAN DAN MATERI AKIDAH AKHLAK DI SD/MI Fathurahman, M; Nila Puspitasari, Ratna
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ibriez.v8i2.435

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan akademik peneliti perihal minimnya pembahasan secara intens terkait serat-serat peninggalan para pujangga era terdahulu. Padahal jika kita menengok kebelakang sesungguhnya banyak sekali substansi yang disuguhkan oleh serat-serat tersebut yang senyatanya masih relevan jika dipelajari dewasa ini. Selain itu, dengan mempelajari karya para pujangga pada era silam semakin meneguhkan bahwa para pendahulu bangsa ini bukan saja memiliki pengetahuan yang mumpuni bahkan memiliki peradaban yang sesungguhnya tidak kalah dengan temua-temuan yang ada di negara luar. Pada penelitian ini peneliti menemukan bahwa terdapat interelasi yang nyata antara nilai moral yang ada dalam serat Wedharaga karya Ranggawarsita dengan nilai moral dalam Akidah Akhlak SD/MI. Adapun upaya dalam memadu padankan agar benar-benar sampai pada peserta didik yakni dengan cara. Pertama, mengenalkan nilai moral dari kedua sumber terkait atau yang disebut dengan moral knowing. Langkah kedua adalah moral loving yakni memberikan kebiasaan nilai moral tertentu agar anak menyukainya. Ketiga dengan cara moral doing, membiasakan nilai moral yang baik dalam kehidupan harian.
Efektivitas Media Ular Tangga terhadap Kemampuan Berpikir Simbolik pada Anak Kelompok A Yurintama, Hamidatun Annafi'u; Nila Puspitasari, Ratna
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i2.4742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran ular tangga dalam mengembangkan kemampuan berpikir simbolik pada anak kelompok A di RA Muslimat NU 160 Darussalam Tatung Ponorogo Tahun Ajaran 2024/2025. Kemampuan berpikir simbolik yang dimaksud mencakup keterampilan mengenal, menyebutkan, dan menjodohkan lambang bilangan 1–10. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari 38 anak, yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 19 anak. Kelompok eksperimen menggunakan media ular tangga, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dianalisis menggunakan uji prasyarat, uji t, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir simbolik anak pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah perlakuan diberikan. Rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,728 (kategori tinggi) atau 72,82% termasuk dalam kriteria cukup efektif, sedangkan kelompok kontrol hanya sebesar 0,006 (kategori rendah) atau 0,65% yang menunjukkan tidak efektif. Dengan demikian, media pembelajaran ular tangga terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak usia dini.
Efektivitas Media Flash Card Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Alfabet Anak Usia 4 - 5 Tahun di Taman Kanak-Kanak PKK Bekiring Kecamatan Pulung Ponorogo Lutfita Rahmawati; Ratna Nila Puspitasari
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 01 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai macam media dapat digunakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas serta memudahkan anak dalam memahami pembelajaran salah satunya yaitu media flash card. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak usia 4 – 5 tahun (kelompok A) di Taman Kanak-Kanak PKK Bekiring Kecamatan Pulung Ponorogo dalam mengenal alfabet melalui media flash card. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kurt Lewin dengan tiga siklus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik kuantitaf dan kualitatif dengan indikator keberhasilan 75%. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa media flash card mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal alfabet dengan rincian pada siklus 1 40% anak dinyatakan lulus, siklus 2 65% anak dinyatakan lulus, dan siklus 3 85% anak dinyatakan lulus.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENTRA PERSIAPAN DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK A2 TKIT 1 QURROTA A’YUN PONOROGO: IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENTRA PERSIAPAN DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK A2 TKIT 1 QURROTA A’YUN PONOROGO Siti Qomariah; Ratna Nila Puspitasari
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 2 No. 02 (2023): Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language development is one aspect of a child's developmental stages that should not escape the attention of educators and parents. Therefore, this problem has received great attention from educators so that they can stimulate children's language development from an early age at TKIT 1 Qurrota A'yun Ponorogo. As in the observations made by researchers at TKIT 1 Qurrota A'yun Ponorogo using child-centred learning centers, this institution uses 4 centers, one of which is a preparation center. The preparation center stimulates children to dare to speak, express their opinions, express the feelings they are experiencing. This research aims to determine the development of preparatory learning centers in improving early childhood language development. This research uses qualitative research with a descriptive approach. The techniques used in collecting data are observation, interviews and documentation techniques. The results of this research are that after research was conducted at TKIT 1 Qurrota A'yun Ponorogo using preparatory learning centers, it was proven that early childhood language development was developing as expected. This can be seen from indicators of language development aged 4-5 years regarding understanding language, then indicators of language development aged 4-5 years regarding uncovering language, and then indicators of language development aged 4-5 years regarding literacy.