Nilyati Nilyati
Fakultas Ushuluddin IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN TOKOH BUDAYA DALAM MENJAGA LINGKUNGAN ALAM DI JAMBI: ANALISIS STRUKTUR FUNGSIONALISME Nilyati, Nilyati; Nurfazilah, Nurfazilah; Hatta, Juparno
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 7 No. 1 (2023): Volume 7, Nomor 1, Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v7i1.23473

Abstract

Krisis lingkungan menjadi perhatian pemerintah dasarwarsana ini. Aktivitas PETI disimpulkan sebagai faktor yang banyak menyumbang dampak negatif bagi lingkungan. Jambi menjadi lokasi PETI yang tingkat aktivitasnya meningkat. Aktivitas ini tersebar pada beberapa kabupaten di Jambi. akan tetapi, ada dua desa di kabupaten yang berbeda menunjakan gerakan penolakan terhadap aktivitas PETI, yaitu Desa Sikamis dan Desa Talang Segegah. Kesadaran akan ramah lingkungan dikatikan dengan peran tokoh adat setempat. Gerakan yang bersifat buttom up ini, mendorong, membuat dan mempertahankan Peraturan Desa tentang pelarangan aktivitas PETI. Tokoh masyakat dengan legitimasi dari masyarakat membuat peraturan daerah tentang pelarangan aktivitas PETI, serta mendorong proses sosialisasi dalam membangun kesadaran ramah lingkungan pada masyarakat di desa Sikamis dan Talang segegah. Tokoh masyarakat berperan sebagai system sosial dalam konsep litensi, mengarahkan dan memotivasi agar masyarakat setempat bersikap dan bertindak selaras dengan subjek ramah lingkungan
IDENTITAS YANG TERKURUNG LAYAR: HIPEREALITAS DAN FRAGMENTASI CITRA PEREMPUAN DI MEDIA SOSIAL Hatta, Juparno; Nilyati, Nilyati
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/37gvpd52

Abstract

Media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi arena visual dominan yang membentuk bagaimana perempuan merepresentasikan dan memahami identitas mereka di era digital. Meskipun menawarkan ruang untuk ekspresi dan kreativitas, teknologi estetika digital seperti filter kecantikan, penambah tampilan wajah, dan pengaturan visual yang terkurasi secara bersamaan menumbuhkan kondisi hiperrealitas yang menempatkan identitas perempuan dalam standar kecantikan yang tidak realistis. Artikel ini menunjukkan bahwa fitur-fitur Instagram berkontribusi pada pengurangan identitas, menjadikan perempuan sebagai objek visual yang dievaluasi melalui performativitas estetika daripada subjek otonom dengan beragam pengalaman sosial. Dengan menggunakan pendekatan etnografi virtual, studi ini mengeksplorasi bagaimana perempuan membangun citra diri mereka melalui praktik pengeditan foto, kurasi konten, dan adaptasi terhadap algoritma platform. Temuan mengungkapkan dominasi logika visual yang menormalisasi tubuh ideal, menghasilkan tekanan representasional dan memicu ketidakpuasan tubuh, kecemasan sosial, stres performatif, dan krisis otentisitas. Lebih lanjut, studi ini mengidentifikasi munculnya "diri ganda" di mana persona digital hiperrealistis semakin menutupi identitas nyata yang lebih rapuh. Artikel ini berpendapat bahwa Instagram bukan hanya media untuk ekspresi diri, tetapi juga mekanisme budaya yang mereproduksi komodifikasi tubuh perempuan dan ikut campur dalam cara perempuan menafsirkan eksistensi mereka sendiri.