Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Musamus Journal of Architecture

REDESAIN PASAR TRADISIONAL NAMAKAD OLEB SAI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Apen Salurante; Muchlis Alahudin; Yosi Valentina Simorangkir; Atiza Nurhuzna
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v5i2.5451

Abstract

Pasar merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi tempat bertemunya pembeli dan penjual, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk melakukan transaksi perdagangan, begitu juga dengan Pasar Namakad Oleb Sai ini yang merupakan salah satu pasar tradisional di Distrik Tanah Miring Merauke. Eksistensi dari Pasar Namakad Oleb Sai yang mulai berkurang akibat dari perkembangan pasar modern. Untuk menghadirkan pasar yang nyaman dan aman maka redesain sangat dibutuhkan agar dapat mengubah citra pasar yang terkesan kurang menarik, Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Data yang diperoleh berupa batasan fisik wilayah pasar, jumlah los yang tersedia, jumlah pedagang aktif, kegiatan perdagangan, jenis dagangan dan kebutuhan sarana prasarana pendukung. Melalui Pendekatan Desain Arsitektur Modern ini diharapkan akan menjadikan pasar Namakad Oleb Sai lebih hidup diantara geliat kehidupan urbanitas Kabupaten Merauke yang semakin berkembang. Perencanaan pengembangan pasar tradisional ini diharapkan dapat menajawab tantangan masa depan melalui perancangan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Perancangan Rumah Sakit Jiwa Di Kabupaten Merauke Mario Pati F. Renyaan; Yosi Valentina Simorangkir; Anton Topan; Atiza Nurhuzna
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v5i2.5452

Abstract

Merauke is a city located in the eastern end of Indonesia that also has. Problems with mental disorders. But in Merauke regency itself does not have the facilities and infrastructure of a place for rehabilitation of mental gannguan disease. For this reason, health facilities and infrastructure are needed for people with mental disorders, which meet the standards in accommodating all mental disorders problems in the city of Merauke. The method used in this study is a descriptive method carried out by collecting data in the form of interviews and questionnaires at the Merauke Regency Health office, as well as direct documentation of the research object. In addition, it takes some related data in the form of literature on regulations, standards, books and journals. The results of the data obtained are used for reference in determining the type of space needs and the design of the Mental Hospital building in Merauke Regency. The design of the Mental Hospital in Merauke Regency is in BWK Merauke Regency. The design of this mental hospital in Merauke Regency focuses on the completeness of facilities and infrastructure that are in accordance with martial arts standards. The application and approach of healing environment in this design can be seen in the hospital environment that will implement a lot of Green Open Space.
PADEPOKAN PERGURUAN IKATAN KELUARGA SILAT PUTRA INDONESIA KERA SAKTI Yustian Yhosua Iandhana Giay; Muchlis Muchlis Alahudin; Henry Soleman Raubaba; Atiza Nurhuzna
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6087

Abstract

Pencak silat merupakan seni bela diri asli bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman teknik, manfaat serta nilai-nilai luhur yang patut untuk dilestarikan keberadaannya. Perguruan Kera Sakti, merupakan perguruan seni bela diri yang bernaung di bawah IPSI. Perguruan Kera Sakti berdiri pada tanggal 15 Januari 1980 di Kota Madiun. Perguruan Kera Sakti masuk ke Papua pertama kali di Merauke tepatnya di kampung Waninggap Kai (Semangga 3) mulai pada tanggal 5 juli 1989 berkembang terus hingga tahun 1999 memiliki 5 ranting dan saat Jumlah ranting mencapai 16 dan jumlah anggota 1.202 orang. Saat ini Perguruan Kera Sakti belum memiliki pusat pelatihan. Tujuan penelitian adalah Merancang padepokan perguruan Kera Sakti di Merauke dengan menerapkan pendekatan neo-vernakular. Metode Penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskritif. Pendekatan deskritif merupakan suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian. Sarana dan prasarana yang dibangun pada padepokan Kera Sakti ini meliputi fasilitas gedung olahraga, gedung latihan, hunian atlit, kantor pengelola, mushola, kapel, toko, gedung serbaguna, gedung fitnes dan sauna, peralatan olahraga, cafetaria, ruang genset, serta pos jaga. Perancangan Padepokan Kera Sakti ini menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernacular dan menggunakan filosofi yang diambil dari lambang Kera Sakti yang dapat terlihat pada site plan.