Ajat Sudrajat
Universitas Kuningan

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KEEFEKTIFAN KALIMAT DAN EJAAN DALAM KARANGAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KRAMATMULYA TAHUN AJARAN 2012/2013 AJat Sudrajat; Firman
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/n86ndv38

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia tulis yang wajib mematuhi aturan baku berbahasa yang dinyatakan dalam EYD, terutama saat kita dituntut untuk mampu berbahasa dengan baik dan benar dalam forum resmi atau saat menyajikan satu bentuk tulisan ilmiah. Kenyataannya, tidak semua penutur bahasa Indonesia yang mampu berbahasa Indonesia sesuai dengan aturan ejaan. Seseorang seringkali kesulitan jika menuliskan huruf capital atau huruf kecil dalam tulisannya. Kesulitan lainnya dalam menggunakan tanda baca. Kedua permasalahan tersebut, merupakan sebagian kecil contoh permasalahan yang sering dihadapi oleh para penulis terutama penulis pemula. Permasalahan tersebut cukup diselesaikan secara manasuka, asalkan kata atau kalimat tersebut dapat dipahami. Kondisi ini mengakibatkan kekacauan dalam pemakaian bahasa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana keefektifan kalimat dalam karangan siswa kelas VII SMPN 1 Kramatmulya tahun ajaran 2012/2013?. 2) Bagaimana pengunaan ejaan dalam karangan siswa kelas VII SMPN 1 Kramatmulya tahun ajaran 2012/2013?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, metode deskriptif kuntitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) Studi pustaka. 2) Observasi. 3) Tes. 4) dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 1 Kramatmulya tahun ajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A, dan VII E SMP Negeri 1 Kramatmulya tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 72 Siswa. Teknik analisis data yaitu dengan cara meminta siswa menulis karangan yang selanjutnya mengumpulkan dan menganalisis keefektifan dan ejaan dalam karangan siswa. Berdasarkan penelitian tentang keefektifan kalimat dalam karangan siswa kelas VII SMPN 1 Kramatmulya diperoleh hasil penulisan kalimat efektif banyak ditemukan kesalahan seperti, kesatuan gagasan yang tidak padu sehingga dalam penyampaianya tidak jelas. Selain itu, koherensi dalam kalimat maupun paragraf pun tidak jelas hal ini dikarenakan penempatan kata depan, kata penghubung yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya. Selain itu dalam penulisan ejaan masih mengalami kendala dalam penulisan huruf kapital pada nama, nama tempat, bulan, hari, kota, kabupaten, propinsi dan penggunaan huruf kapital pada pertengahan paragraf.
PERBEDAAN METODE SIMULASI DAN METODE STUDI MANDIRI TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMAN 2 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Ajat Sudrajat; Desye Sagita Naryanti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/bd5wxh07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode simulasi dan metode studi mandiri terhadap kemampuan memahami struktur dan kaidah teks eksposisi siswa kelas X SMAN 2 Kuningan. Metode simulasi menekankan pada kolaborasi siswa dalam memecahkan masalah, sedangkan studi mandiri menekankan pada kemandirian siswa dalam memecahkan masalah. Pengembangan keterampilan memecahkan masalah merupakan implikasi dari pengembangan keterampilan berpikir kritis oleh karena itu peneliti ingin pengembangan keterampilan tersebut. Rumusan Masalah. 1) bagaimana kemampuan memahami struktur dan kaidah teks eksposisi dengan menggunakan metode studi mandiri pada siswa SMAN 2 Kuningan kelas X tahun ajaran 2013/2014?; 2) Bagaimana kemampuan memahami struktur dan kaidah teks ekposisi dengan menggunakan metode simulasi pada siswa SMAN 2 Kuningan kelas X tahun ajaran 2013/2014?; 3) Apakah terdapat perbedaan metode simulasi dan metode studi mandiri terhadap kemampuan memahami struktur dan kaidah teks eksposisi pda siswa SMAN 2 Kuningan kelas X tahun ajaran 2013/2014?; Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dan jenis penelitiannya dengan menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas A sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 34 dan kelas B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 34. Hasil uji statistik menunjukkan adalah zhitung > ztabel dengan nilai 2,29 > 2,23 maka hipotesis H1: > 6,7 diterima. Hasil uji t menunjukan nilai zhitung lebih besar daripada ztabel. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran simulasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil ini sesuai dengan rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa yang melampaui kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu sebesar 8,11 dengan KKM sebesar 7,6. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran simulasi dan metode pembelajaran studi mandiri memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan memahami struktur dan kaidah teks eksposisi siswa.
ANALISIS PELAFALAN ANAK USIA 2 TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN KOSAKATA DASAR YANG BERKENAAN DENGAN OBJEK-OBJEK DI SEKITARNYA Ajat Sudrajat; Anah Nurhasanah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hamm4v14

Abstract

Penulis merumuskan masalah penelitian ini adalah “Bagaimanakah pelafalan anak usia 2 (dua) tahun dengan menggunakan kosakata dasar yang berkenaan dengan objek-objek di sekitarnya”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data: studi pustaka, observasi dan tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes dan hp untuk merekam pelafalan anak. Populasi dalam penelitian ini anak usia 2 tahun yang ada di kelurahan Citangtu sebanyak 6 anak. Dari hasil analisis dapat peneliti simpulkan bahwa pelafalan kosakata dasar yang berkenaan dengan objek-objek di sekitarnya belum fasih dilafalkan anak usia 2 (dua) tahun, karena pada pelafalan tersebut ditemukan tuturan yang belum lengkap berupa penyederhanaan seperti penghilangan satu atau lebih fonem pada awal kata yaitu: fonem /k/; fonem /p/; fonem /m/; fonem /s/; fonem /b/; fonem /d/; fonem /t/; fonem /h/; fonem /l/; fonem /i/; fonem /r/; fonem /j/; fonem /c/; fonem /g/, pada tengah kata yaitu: fonem /h/ dan fonem /n/, pada akhir kata yaitu fonem /k/, pada awal dan tengah kata pada kata /rambut/-/abut/; /mandi/-/adi/; /pergi/-/əgi/; /bersih/-/əcih/; /lambat/-/amat/, pada awal dan akhir kata pada kata /adik/-/di/; /tanah/-/ana/, dan pada satu suku kata di awal kata yaitu pada kata /kakek/-/tek/; /leher/-/hen/; /bahu/-hu/; /rambut/-/but/; /mata/-/ta/; /hidung/-/duŋ/; /perut/-/lut/; /bibir/-/bil/; /lidah/-/dah/; /paha/-/ta/; /paha/-/ha/; /kaki/-/ti/; /betis/-/tis/; /sana/-/na/; /saya/-/ya/; /kita/-/ta/; /lima/-/ma/; /tiga/-/da/; /makan/-/tan/; /minum/-/num/; /pergi/-/gi/; /lambat/-/bat/; /besar/-/can/; /kenyang/-/ñaŋ/; /kecil/-/cin/; /kotor/-/ton/; /banyak/-/ñak/; /muda/-/da/; /hidup/-/dup/; /langit/-/ŋit/; /bulan/-/lan/. Penggantian fonem yaitu: fonem /k/ menjadi fonem /t/ dan fonem /n/; fonem /r/ menjadi fonem /l/, fonem /n/ dan fonem /ŋ/; fonem /s/ menjadi fonem /n/, fonem /c/ dan fonem /t/; fonem /p/ menjadi fonem /m/, fonem /t/ dan fonem /k/; fonem /a/ menjadi fonem /i/ dan fonem /ə/; fonem /g/ menjadi fonem /d/; fonem /ŋ/ menjadi fonem /n/; fonem /ñ/ menjadi fonem /n/; fonem /j/ menjadi fonem /d/; fonem /m/ menjadi fonem /b/ dan fonem /t/; fonem /b/ menjadi fonem /m/; fonem /l/ menjadi fonem /m//; fonem /n/ menjadi fonem /ŋ/; fonem /h/ menjadi fonem /t/; fonem /t/ menjadi fonem /p/; fonem /d/ menjadi fonem /t/. Penambahan fonem /n/ pada kata /betis/-/əntis/; /ini/-/nini/ dan fonem /h/ pada kata /dada/-/dadah/; /sana/-/anah/. Perubahan bunyi kata pada kata /paman/-/tapal/; /leher/ -/helən/; /bahu/-/pəu/; /dagu/-/gadu/; /dada/-/dagIŋ/; /kita/-/pa/; /pergi/-/bedi/; /kenyang/-/ŋənal/.
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT Ajat Sudrajat; Syefira Muslimah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/b3nrak25

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu analisis terhadap unsur pendidikan atas tema, tokoh dan perwatakan serta amanat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah tema dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimanakah tokoh dan perwatakan dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimanakah amanat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimana nilai pendidikan pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA dilihat dari tema, tokoh dan perwatakan serta amanat? Tujuan penelitian ini adalah : Ingin mengetahui tema dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Ingin mengetahui tokoh dan perwatakan dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Ingin mengetahui amanat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA.Ingin mengetahui nilai pendidikan pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA dilihat dari tema, tokoh dan perwatakan serta amanat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Teknik pemerolehan data yang akan dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Sampel dalam penelitian ini adalah tema, tokoh dan perwatakan, amanat serta nilai pendidikan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Setelah dilakukan analisis maka diperoleh simpulan sebagai berikut. 1) Tema yang terdapat dalam Novel yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka adalah tentang cinta yang sejati, tulus dan cinta yang setia antara laki-laki dan perempuan tetapi tidak dapat dipersatukan dan tak tersampaikan karena tradisi adat Minangkabau yang begitu mengikat. 2) Tokoh dan perwatakan yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka Tokoh utama adalah Zainuddin, berwatak sopan, baik budi. Hayati, pandai berterima kasih. Aziz, memiliki karakter kasar. Khadijah, senang mempengaruhi orang lain. Sedangkan tokoh bawahan adalah Base, memiliki karakter penuh rasa sayang. Ahmad, memiliki karakter penurut, Muluk, memiliki karakter pandai bergaul. Amanat yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka : Jika cinta itu tulus dari hati yang sebenarnya, maka cinta itu tidak perlu memaksanakan untuk dimiliki. Dalam hidup kita tidak dapat mudah putus asa dan harus selalu memiliki tujuan hidup. Cinta tak sampai seharusnya bukan akhir dari segalanya. Jangan memelihara dendam kepada orang lain. Selalu menjaga amanat. Unsur pendidikan yang terdapat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA adalah : Unsur pendidikan religius; unsur Aqidah yakni selalu mengingat Tuhan dalam keadaan apapun. Unsur Ahlak yakni bercita-cita untuk memperdalam ilmu dunia dan akhirat sehingga kelak menjadi seorang yang berguna. Nilai Pendidikan Moral; Kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran akan senantiasa mendapat ujian. Nilai Pendidikan Sosial; Sebagai anggota masyarakat, manusia harus saling menghargai dan menghormati; serta saling menolong terhadap sesama manusia.
ANALISIS KESALAHAN BAHASA DAN MAKNA BAHASA PADA SPANDUK DI SEPANJANG JALAN SILIWANGI KABUPATEN KUNINGAN PERIODE FEBRUARI 2015 Ajat Sudrajat; Fyna Megawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/zv5shg61

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Kesalahan Bahasa dan Makna Bahasa pada Spanduk di Sepanjang Jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan Periode Februari 2015. Rumusan Masalah: 1) bagaimana kesalahan bahasa yang terdapat dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015?; 2) bagaimana makna bahasa yang terdapat dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015?; 3) termasuk kedalam jenis makna apa sajakah bahasa yang ada dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015? Metode: deskripsi kualitiatif. Simpulan: 1) jumlah kesuluruhan kesalahan berbahasa sebanyak 13 kesalahan, kesalahan penggunaan EYD berjumlah 6, dan kalimat berjumlah 7 yang muncul pada spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan; 2) analisis makna bahasa yang terdapat dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015 merupakan analisis makna dan tulisannya yang terdapat dalam spanduk; 3) jenis makna yang terdapat dalam pada spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan adalah makna leksikal dan gramatikal.
ANALISIS STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS EKSPOSISI PADA HARIAN PIKIRAN RAKYAT EDISI MINGGU KE 2 BULAN JANUARI 2015 DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS EKSPOSISI DI SMA KURIKULUM 2013 Ajat Sudrajat; Ifah Hanifah; Maya Indriyani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/6df5zq56

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Struktur dan Kaidah Teks Eksposisi Pada Harian Pikiran Rakyat Edisi Minggu ke 2 Bulan Januari 2015 dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar dalam Pembelajaran Memahami Teks Eksposisi di SMA Kurikulum 2013.Rumusan masalah: 1) bagaimana struktur teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; 2) bagaimana kaidah teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; dan 3) apakah teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar memahami teks eksposisi di SMA? Metode : Deskriptif kualitatif. Simpulan: Teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015, jika dilihat dari struktur dan kaidah teks eksposisi, sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, maupun dengan materi pelajaran yang akan disampaikan, dan dengan kondisi sarana yang tersedia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar bagi siswa di SMA dalam memahami teks eksposisi
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DENGAN EXAMPLE NONEXAMPLE PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KADUGEDE KABUPATEN KUNINGAN TAHUN AJARAN 2014/2015 Ajat Sudrajat; Linda Dwi Oktaviyani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/36h2b516

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbedaan kemampuan menulis karangan narasi melalui penerapan metode problem based learning dengan example nonexamplepada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015. Rumusan Masalah: 1) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode problem based learning ?, 2) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode example nonexample ?, 3) Adakah perbedaan kemampuan menulis karangan narasi melalui penerapan metode problem based learning dengan example nonexample pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015?. Metode: quasi eksperiment atau eksperimen semu. Simpulan: 1)Kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode problem based learningtermasuk kategori baik, hal ini dibuktikan dengan memperoleh nilai rata-rata 79,47 dengan jarak interval 71 – 85. Jadi hipotesis diterima. 2) Kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode example nonexampletermasuk kategori cukup, hal ini dibuktikan dengan memperoleh nilai rata-rata 65,87 dengan jarak interval 41 – 70. Jadi hipotesis diterima. 3) Terdapat perbedaan kemampuan menulis karangan narasi melalui penerapan metode problem based learning dengan example nonexamplepada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh t hit (5,686) > t daf (1,67), maka Hi diterima.
PEBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MEMPRODUKSI TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DARI CERITA PENDEK “PISPPOT” KARYA HAMSAD RANGKUTI DENGAN MENGGUNAKAN METODE TWO STAY TWO STRAY DAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS X IIS SMA NEGERI 3 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2014/2015 Ajat Sudrajat; Ade Irma
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pcsrzr54

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek tergolong rendah. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar adalah metode pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebegai berikut. 1) Bagaimana hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015? 2)Bagaimana hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015? 3)Adakah perbedaan hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray dan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif, dengan menggunakan teknik studi pustaka, observasi, proses belajar mengajar, dan tes. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray dan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 kuningan , dilakukan uji t. Hasil analisis diperoleh simpulan bahwa : 1) hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerit pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2014/2015, baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 73,58, dapat dikategorikan baik. 2) hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2014/2015, cukup. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 67,94, dapat dikategorikan cukup. 3) ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerpen “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray dan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMANegeri 3 Kuningan tahun ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji perbedaan dengan uji t yang menyatakan bahwa pada taraf signifikansi 0,05 (tingkat kepercayaan 95%) hasil t tabel (2,000) < t hitung (2,45). Jadi hipotesis diterima.
ANALISIS BAHASA DIALEK VULGAR DAN SLANG PADA PENULISAN STATUS FACEBOOK SISWA SMA YANG BERGABUNG DENGAN FACEBOOK ANITA SETIARSIH Ajat Sudrajat; Anita Setiarsih
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/57n7wt49

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Bahasa Dialek, Vulgar, dan Slang pada Penulisan Status Facebook Siswa SMA yang Bergabung dengan Facebook Anita Setiarsih. Rumusan Masalah 1) Bagaimana bahasa dialek pada penulisan status Facebook siswa SMA yang bergabung dengan Facebook Anita Setiarsih? 2) Bagaimana bahasa vulgar pada penulisan status Facebook siswa SMA yang bergabung dengan Facebook Anita Setiarsih? 3) Bagaimana bahasa slang pada penulisan status Facebook siswa SMA yang bergabung dengan Facebook Anita Setiarsih? Metode : metode deskriptif kulitatif. Simpulan : 1) penggunaan bahasa dialek pada penulisan status facebook siswa SMA, dalam penggunaan bahasa dialeknya, dialek yang digunakan adalah dialek Sunda, dimana dialek yang digunakan disesuaikan dengan tempat tinggal pemilik akun Facebook. Dialek-dialek yang digunakan pada setiap pemilik akun Facebok hampir sama, yang membedakan hanyalah dari bentuk kata yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama seperti pada kata aing - uing, bae - wae, oge - keding, we - weh, boga - gaduh, miluan - iluan, siga - jiga, perbedaan ini disesuaikan dengan dialek masing- masing tempat tinggal pemilik akun Facebook, selain itu ada pula kata mah, asa, da, bae ah, atuh, pan, aih, dan sebagainya. 2) penggunaan bahasa vulgar pada penulisan status facebook siswa SMA, dalam penggunaan bahasa vulgarnya, pilihan kata yang digunakan cenderung lebih bersifat kasar dan tidak sopan, dan lebih banyak menggunakan nama binatang seperti anjing, dan monyet. Selain itu, ada pula dengan menggunakan kata iblis, setan, goblok, tai dan najis. Kata ini digunakan oleh pemilik akun Facebook, bukan berarti mereka tidak terpelajar, tetapi kata ini digunakan sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan kemarahannya. 3) penggunaan bahasa slang pada penulisan status Facebook siswa SMA, dalam status Facebooknya bahasa slang yang digunakan banyak dalam bentuk singkatan, seperti : LDR ( Longdistance Relation Ship), BM ( Blackberry Messenger), DC (Delete Contact), FB (Facebook), OTW (On The Way), GWS (Get Well soon), selain dalam bentuk singkatan adapula dengan menggunakan angka 2 di belakangnya seperti: mudah2n, lebih2, serta dalam bahasa slang lainnya yaitu : gw, gua, gue, lo, lu, luh, pengent, binggow, brohh, dolo, tidor, ngape-ngape, delcont dan sebagainnya.
KEPRIBADIAN TOKOH JAMILA DALAM NASKAH DRAMA “PELACUR DAN SANG PRESIDEN” KARYA RATNA SARUMPAET DITINJAU DARI GERAKAN FEMINISME LIBERAL Muhammad Bayu Gumelar; Ajat Sudrajat; Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/nk45td51

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu analisis kualitatif tentang kepribadian tokoh Jamila yang terdapat dalam naskah drama “Pelacur dan Sang Presiden” karya Ratna Sarumpaet ditinjau dari gerakan feminisme liberal. simpulan kepribadian tokoh Jamila; mempunyai kepribadian Koleris; egois, emosional, pemberontak, orang yang bisa berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain, berorientasi pada tujuan, mempunyai kualitas kepemimpianan sejak lahir, mempunyai sikap menantang, keras kepala, bebas, mandiri, disipin dalam hidup, mengoreksi yang tidak benar, serba memaksa, membuat keputusan dengan segala konsekuensinya, mengambil kuasa dengan cepat dan tegas, lebih tertarik mencapai tujuan daripada menyenangkan hati orang lain, kurang ramah tamah, jujur, ingatan kuat, imajinasi kuat, rasa benci kuat, jarang dicintai, banyak orang takut padanya, sulit memahami titik tolak pemikiran orang lain, berjuang sampai tujuan tercapai, pikiran diisi tujuan cita-cita dan rencana, orang yang tekun bekerja, daya tahan kuat, lebih banyak menyelesaikan pekerjaan dari watak lainnya. Kepribadian tokoh Jamila ditinjau dari Gerakan Feminisme Liberal; (1) perempuan harus berpikir rasional, perempuan tidak lebih lemah dari laki-laki, apabila mendapat represi maka perempuan berhak untuk melawan, (2) menolak pola pikir yang membelenggu untuk tidak mendapat kebahagiaan, (3) memperjuangkan masyarakat agar wajib memberikan pendidikan kepada perempuan seperti halnya pendidikan kepada laki-laki, (4) menolak peran gender yang opresif, yaitu peran yang digunakan sebagai alasan untuk memberikan tempat yang rendah bagi perempuan atau tidak memberikan tempat sama sekali.