Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENYUSUNAN ANCANGAN POLA PEMBINAAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA SURAT DINAS LEMBAGA PEMERINTAHAN DI KABUPATEN KUNINGAN Ifah Hanifah; Sun Suntini
Jurnal Visipena Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.934 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i1.375

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penyusunan Ancangan Pola Pembinaan Bahasa Indonesia. Berdasarkan Analisis Kesalahan Berbahasa pada Surat Dinas Lembaga Pemerintahan di Kabupaten Kuningan”. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah kesalahan ejaan (tanda baca dan penggunaan huruf) pada surat dinas di lembaga pemerintahan di Kabupaten Kuningan? 2) Bagaimanakah kesalahan pilihan kata/diksi pada surat dinas lembaga pemerintahan di Kabupaten Kuningan? 3) Bagaimanakah kesalahan morfologis pada surat dinas lembaga pemerintahan di Kabupaten Kuningan? 4) Bagaimana kesalahan sintaksis pada surat dinas lembaga pemerintahan di Kabupaten Kuningan? 5) Bagaimanakah penyusunan ancangan pola pembinaan bahasa Indonesia berdasarkan analisis kesalahan berbahasa pada surat dinas lembaga pemerintahan di Kabupaten Kuningan? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan ancangan pola pembinaan bahasa Indonesia berdasarkan analisis kesalahan berbahasa pada surat dinas. Pendekatan dan metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan metode deksriptif kualitatif. Dari penelitian ini sudah terkumpul 35 surat surat dinas dan hasil analisisnya adalah sebagai berikut. (1) Kesalahan ejaan (tanda baca dan penggunaan huruf) pada surat dinas di lembaga pemerintahan di Kabupaten Kuningan dominan terletak pada penggunaan tanda titik dua (: ), tanda koma (,) dan tanda miring (/), (2) Kesalahan pilihankata/diksi pada suratdinaslembagapemerintahan diKabupatenKuningan tidak ditemukan, (3) Kesalahan morfologis pada surat dinas lembaga pemerintahan di Kabupaten Kuningan terletak pada penulisan komposisi kata majemuk. Dan kesalahannya hanya sedikit, (4) Kesalahan sintaksis pada surat dinas lembaga pemerintahan di Kabupaten Kuningan banyak surat yang menggunakan kalimat yang tidak efektif. Misalnya, kalimatnya terlalu panjang, banyak menggunakan kata-kata yang tidak diperlukan, dan ketidakjelasan subjek dan predikat, (5) Berdasarkan asnalisis kesalahan dan analisis kebutuhan pembinaan bahasa penulisan surat dinas, maka dibentuk ancangan pola pembinaan bahasa dalam bentuk silabus dan rancanaan pelaksaan pembinaan bahasa. Materi yang akan dibinakan adalah tentang ejaan, pilihan kata, penggunaan kalimat, dan sistematika. Adapaun metodenya adalah dengan praktik langsung yang dikemas dalam bentuk workshop. Sementara itu, evaluasinya akan dilaksanakan melalui proses paraktik langsung pembuatan surat dinas. Dan stelah dinilai oleh pakar dalam bidang kurikulum dan evaluasi, ancangan tersebut layak digunakan.
Pelatihan Menulis Cerpen pada Siswa Sekolah Dasar di Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan Asep Jejen Jaelani; Ifah Hanifah; Sun Suntini
Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Pekodimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.69 KB)

Abstract

Pengabdian masyarkat ini bertajuk Pelatihan Menulis Cerpen pada Siswa SD di Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan minat siswa terhadap cerpen, meningkatkan pemahaman siswa tentang cerpen, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Pelatihan dengan partisipasi. Artinya, siswa berperan aktif dalam proses pelatihan. Setelah diberikan pelatihan ada perubahan yang signifikan dalam hal minat, pemahaman, dan kemampuan menulis siswa. Minat siswa terhadap cerpen meningkat dibuktikan dengan siswa yang mulai tertarik membaca cerpen, pemahaman mereka meningkat, dibuktikan dengan pengetahuan tentang unsur pembentuk cerpen, dan kemampuan juga meningkat. Hal itu terbukti dari 20 siswa 9 siswa dapat menyelsaikan cerpen dengan cukup baik. Sisanya belum selsai karena waktu selesai.Kata kunci: pelatihan, menulis cerpen, siswa SD
Strategi Penerjemahan Bahasa Indonesia dan Analisis Makna Semantik Lagu Sebagai Alternatif Bahan Ajar Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Asep Jejen Jaelani
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.552 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10502

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi terhadap hasil terjemahan lagu For The Rest of My Life yang dinyanyikan oleh Maher Zain. Fokus penelitian adalah terhadap penggunaan strategi penerjemahan yang digunakan, apakah translation, adaptation, atau replacement. Dan hasil dari penelitian itu adalah sebagai berikut. Srategi penerjemahan yang digunakan lebih banyak adalah   replacement, yaitu digunakan sebanyak 16 kali dari total  30 kalimat atau  sebanyak 53,3 %. Sementara strategi adaptation  digunakan sebanyak 12 kali atau hanya 40%. Adapun strategi translation hanya digunakan sebanyak 2 kali atau hanya sebesar 6,7%. Selanjutnya, makna semantik dalam lagu terjemahan For The Rest of My Life, lebih dekat jika dikaji secara konteks. Sedangkan, jika dikaji secara leksikal, makna kalimatnya jauh. Karena itu, terjemahan lagu For The Rest of Life dapat dijadikan bahan ajar dalam mata kuliah semantik sebagai teks yang dapat digunakan sebagai alat penelaahan guna implementasi pemahaman yang telah didapatkan. Kata kunci: Stategi Penerjemahan; makna semantik; bahan ajar;   Abstract This research is a content analysis study of the translation of the song For The Rest of My Life sung by Maher Zain. The focus of the research is on the use of translation strategies used, whether translation, sdaptation, or replacement. And the results of that study are as follows. . The translation strategy used more is replacement, which is used 16 times out of a total of 30 sentences or as much as 53.3%. Meanwhile, the adaptation strategy  is used 12 times or only 40%. The translation strategy  is only used 2 times or only 6.7%. Furthermore, the semantic meaning in the translated song For The Rest of My Life, is more appropriateif examined in context. Sedangkan, if studied lexically, the meaning of the sentence is far away.  And therefore, the translation  of the song For The Rest of Life  can be used as teaching material in semantic courses as a text that can be used as a study tool to implement the understanding that has been obtained. Keywords: Translation Strategy; semantic meaning; teaching materials
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Program Literasi Pada Sekolah Dasar di Kabupaten Kuningan Kota dan Desain Bahan Ajarnya Andriyana; Ifah Hanifah; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.1

Abstract

ABSTRAK: Hasil survei pada 2016 menurut World’s Most Literate Nation tingkat baca Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang diteliti yang menandakan bahwa tingkat baca Indonesia sangatlah rendah. Kementrian Pendidikand dan Kebudayaan (Mendikbud) yang waktu itu masih dikepalai Anis Baswedan meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tanngal 19 Agustus 2016 dengan sub tema Bahasa Penumbuh Budi Pekerti yang kemudian menjadi titik awal kegiatan literasi diwajibkan di sekolah. Gerakan Literasi Sekolah ini mengacu pada Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Program ini khusus dirancang untuk peningkatan minat baca Indonesia yang terpuruk agar bisa berangsur naik. Adanya hasil program tersebut peneliti melihat studi terdahulu terkait dengan bahan ajar literasi. Ternyata penulis tidak menemukan satupun penelitian yang membuat bahan ajar literasi khusus untuk guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif guna mendeskripsikan objek penelitian dengan Teknik analisis data model Miles dan Huberman dengan urutan Langkah coletion, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Penelitian ini mengasilkan satu analisis kebutuhan berupa keperluan (necessities), kekurangan (lacks), dan keinginan (wants). Ditemukan hasil penelitian yang menyatakan bahwa masih banyak kebutuhan, kekurangan, dan keinginan yang harus terpenuhi dalam penyusunan bahan ajar literasi sekolah dasar kelas tinggi. Dari hasil tersebut disusunlah peta bahan ajar dan struktur bahan ajar sebagai produk yang nanti bisa dikembangkan oleh peneliti lain dan penulis buku. KATA KUNCI: Analisis Kebutuhan; Bahan ajar; Desain Bahan Ajar; Literasi >  Analysis of Teaching Material Needs for Literacy Program in Elementary Schools in Kuningan City District and Design of Teaching Materials   ABSTRACT: The results of a survey in 2016 according to World’s Most Literate Nation, Indonesian's reading level is ranked 60 out of 61 countries studied, which indicates that Indonesian's reading rate is very low. The Ministry of Education and Culture (Mendikbud), which at that time was still headed by Anis Baswedan, launched the School Literacy Movement on August 19, 2016, with the sub-theme of Language Cultivation of Character, which later became the starting point for mandatory literacy activities in schools. This School Literacy Movement refers to Permendikbud Number 21 of 2015 concerning Cultivation of Character. This program is specifically designed to increase Indonesian's reading interest which has fallen so that it can gradually rise. With the results of the program, the researchers looked at previous studies related to literacy teaching materials. It turns out that the authors did not find any research that made literacy teaching materials specifically for teachers. This study used a descriptive qualitative method to describe the research object with Miles and Huberman model data analysis techniques in the order of collection steps, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. This research produces a needs analysis in the form of necessities, lacks, and wants. The research found that there are still many needs, shortcomings, and desires that must be fulfilled in the preparation of high-grade primary school literacy teaching materials. From these results, a map of teaching materials was compiled and the structure of teaching materials was developed as a product that could later be developed by other researchers and book authors. KEYWORDS: Requirements Analysis; Teaching materials; Instructional Material Design; Literacy.  
KORELASI KEGEMARAN MEMBACA CERPEN DENGAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rx6v6h87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kecenderungan membaca cerpen, untuk menentukan kemampuan siswa dalam menulis cerpen, dan untuk menentukan apakah ada korelasi antara kecenderungan membaca cerpen dengan keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI SMA 3 Kuningan pada Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan teknik tes. Sampel yang diambil sebanyak 72 siswa dari total populasi siswa sebanyak 310. Hasil penelitian ini sebagai berikut. 1) Kecenderungan membaca cerpen siswa kelas XI SMA 3 Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013 cukup tinggi. Hal ini terlihat dari tingkat kecenderungan membaca yang diperoleh rata-rata 40,46. 2) Kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI SMA 3 Kuningan pada Tahun Ajaran 2012/2013 cukup baik. Hal ini terlihat dari kemampuan menulis cerpen yang diperoleh rata-rata 55,58. 3) Terdapat korelasi antara kecenderungan membaca dan menulis cerpen pada siswa kelas XI SMA 3 Kuningan pada Tahun Ajaran 2012/2013. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis korelasi antara kecenderungan membaca dan menulis cerita pendek pada siswa kelas XI SMA 3 Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013, dengan nilai r sebesar 0,202. Maka dapat diinterpretasikan bahwa kecenderungan membaca cerita pendek dan keterampilan menulis cerita pendek memiliki korelasi yang rendah.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DALAM TEKS WACANA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/c0m8tv93

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menemukan gagasan utama dalam teks wacana masih rendah, hal ini dibuktikan dari hasil tes menemukan gagasan utama dalam bentuk wacana sebagian besar siswa yaitu sebesar 70% memperoleh nilai di bawah KKM yang telah ditetapkan yaitu 71. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimana rencana pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013 ?, 2) bagaimana pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013?, dan 3) bagaimanakah hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013?. Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui rencana pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013, 2) untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013, dan 3) untuk mengetahui hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan rasional dan memperbaiki proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes menemukan gagasan utama dalam teks wacana. Objek penelitian adalah siswa kelas VII.2 yang berjumlah 24 siswa. Berdasarkan pengolahan data siklus 1 memperoleh nilai rata-rata sebesar 68,417 berada di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM), sedangkan siklus 2 memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,54 berada di atas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan sebesar 71, hal ini membuktikan bahwa penerapan metode pembelajaran Question Student Have sudah berhasil meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama dalam teks wacana pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan.
PERBEDAAN HASIL PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA ALAM DAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 DARMA Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/b7b2cz33

Abstract

Keterampilan menulis merupakan modal dasar dalam melakukan komunikasi secara tidak langsung. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia keterampilan menulis harus dikuasai dengan baik oleh siswa, agar siswa mampu menulis puisi dengan baik, guru harus mampu memilih media yang tepat dan menarik. Banyak media yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis puisi, dianataranya media alam dan media gambar. Media alam memberikan banyak pengalaman kepada siswa, sama halnya dengan media gambar. Dengan media tersebut diharapkan siswa dapat menemukan ide-ide kreatif dan dapat berfikir kritis tentang pengalaman-pengalaman dalam hidupnya yang kemudian dituangkan ke dalam bentuk tulis yang berupa puisi. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana hasil pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media alam pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Darma? 2) bagaimana hasil pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Darma? 3) adakah perbedaan hasil pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media alam dan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Darma? metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Darma Tahun Ajaran 2010/2011 yang berjumlah 50 orang yang tersebar dalam dua kelas. Sampel dalam penelitian ini yaitu sampel total, kelas VIII A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukan pembelajaran menulis puisi dengan media alam jika dilihat dari nilai rata-rata 78,4 yang berada pada kriteria baik, sedangkan pembelajaran menulis puisi dengan media gambar jika dilihat dari nilai rata-rata 70,2 yang berada pada kriteria cukup. Hasil uji t diperoleh hasil t tabel pada taraf signifikansi 0,05 yaitu (2,021) sedangkan t hitung sebesar (2,662), dengan demikian t tabel < t hitung. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan pada hasil pembelajaran menulis puisi siswa.
ANALISIS MAKNA KONOTATIF DAN PERUBAHAN MAKNA DALAM BERITA UTAMA SURAT KABAR PIKIRAN RAKYAT PERIODE BULAN OKTOBER 2013 s.d. BULAN JANUARI 2014 Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/w0mh6c17

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Adakah kata yang mengandung makna konotatif dalam berita utama Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014? 2) Bagaimana nilai rasa pada kata bermakna konotatif dalam berita utama Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014? 3) Bagaimana jenis perubahan makna dalam berita utama Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan untuk mendapatkan data dalam menganalisis peneliti menggunnakan teknik dokumentasi. Adapun jumlah surat kabar Pikiran Rakyat periode Bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014 sebanyak 102 surat kabar, namun peneliti menarik sampel dari keseluruhan populasi sebanyak 25 surat kabar yang dianalisis. Seluruh berita utama dari sampel yang diambil mengandung makna konotatif dan perubahan makna sebanyak 222 berita utama. Hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1) makna konotatif dan nilai rasa pada berita utama surat kabar Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. januari 201, terdapat 109 kata dari 103 berita utama yang mengandung makna konotatif dan nilai rasa. Pada satu berita utama ada dua kata yang mengandung makna konotatif. Dalam satu kata bisa menjadi beberapa makna, dilihat dari konteks kalimatnya. Seperti pada kata cair yang terdapat pada berita utama berikut: Dana belum cair dan Mencairkan suasana. Kata cair sudah bergeser dari makna denotatifnya yaitu membuat menjadi air, dan sekarang mengandung makna lain. pada kalimat pertama kata cair mengandung makna belum keluarnya dana, atau belum adanya dana. Sedangkan pada kalimat kedua kata cair atau mencairkan bermakna mengubah suasana. Kata cair tersebut memiliki makna yang berbeda jika ditempatkan pada kalimat yang berbeda pula. Dari hasil analisis faktor yang mempengaruhi munculnya makna konotatif pada berita utama tersebut ialah adanya perbedaan relasi sosial dan perubahan waktu yang berkaitan dengan nilai rasa. 2) Nilai rasa yang terdapat pada berita utama surat Kabar Pikiranrakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014 sebagian besar bernilai rasa positif, dan hanya beberapa yang memiliki nilai rasa netral atau tidak mengandung nilai rasa tinggi (positif) atau nilai rasa rendah (negatif). Kata yang berdiri sendiri bermakna leksikal atau denotatif, sehingga untuk menganalisis nilai rasa yang dimaksud pada berita utama tersebut haruslah dilihat secara keseluruhan pada berita utama dan isi berita. Contoh pada kata melek dalam berita utama tersebut. Portal, mengajak guru agar melek Ilmu Teknologi, Kata melek bermakna tidak tidur atau melihat yang dianggap kasar sehingga jika dilihat secara leksikal kata tersebut bernilai rasa rendah atau negatif, namun ketika sudah dalam kalimat kata melek menjadi bernilai rasa tinggi atau positif melihat maksud yang disampaikan adalah baik yaitu mengajak guru membuka wawasan terhadap kemajuan ilmu teknologi. 3) Perubahan makna yang terdapat pada berita utama surat Kabar Pikiranrakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014 terdapat 125 kata dari 119 berita utama sebagian besar adalah perubahan secara meluas atau generalisasi yaitu perubahan makna yang mulanya hanya memiliki satu makna namun kini menjadi memiliki makna lain yang dipengaruhi beberapa faktor penyebab perubahan itu sendiri. Perubahan makna yang terjadi padaberita utama surat kabar Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014 yaitu disebabkan faktor adanya kebutuhan kata yang baru, perbedaan tanggapan, adanya penyingkatan, adanya asosiasi, pertukaran tanggapan indera, perbedaan bidang pemakaian dan perkembangan ilmu dan teknologi. Adapun perubahan makna ameliorasi atau peninggian makna dan perubahan makna peyorasi atau penurunan makna disebabkan oleh faktor perbedaan tanggapan yang berkaitan dengan nilai rasa sehingga menyebabkan makna baru bernilai rasa tinggi atau rendah dari makna semula.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA PBSI TENTANG PROFESI GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PBSI DI UNIVERSITAS KUNINGAN Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/mmq0cv61

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah baik dan tidak baiknya persepsi dan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan, serta adakah hubungannya diantara kedua variabel tersebut. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut (1) Bagaimana persepsi mahasiswa PBSI terhadap profesi guru?, (2) Bagaimana prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?, (3) Adakah hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan pendekatankuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitucara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam populasi tersebut. Instrumen yang digunakan angket berbentuk skala likert dengan 4 option yang terdiri dari 37 pernyataan. Kemudian penulis melakukan analisis data menggunakan prosentase dan koefisien korelasi. Hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini yaitu “Ada hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuninganâ€.Berdasarkan penelitian, hasil uji statistik variabel X (Persepsi Mahasiswa PBSI tentang Profesi Guru) Terdapat 39 mahasiswa (52,7%) yang memiliki persepsi baik dan terdapat 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki persepsi tidak baik. Hasil uji statistik variabel Y (Prestasi Belajar) terdapat 40 mahasiswa (54,1%) memiliki prestasi baik dan ada 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki prestasi tidak baik. Nilai koefisien korelasi p=0,970 maka p<α dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang profesi guru dengan prestasi belajar. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan persepsi yang baik dan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan.
JENIS-JENIS GAYA BAHASA YANG DIGUNAKAN REPORTER SEPAK BOLA INDONESIA DALAM PERTANDINGAN FINAL ISL (INDONESIA SUPER LEAGUE) 2014 Yusida Gloriani; Ifah Hanifah; Fatimah Fellicia
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/3bpb5590

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) jenis gaya bahasa apa saja yang digunakan reporter sepak bola dalam pertandingan final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura; 2) gaya bahasa apa yang paling dominan digunakan oleh reporter sepak bola dalam pertandingan final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Simpulan dari penelitian ini yaitu 1) ditemukan 62 tuturan gaya bahasa yang disampaikan reporter Hadi Ahay Gunawan yang terdiri dari 2 gaya bahasa perumpamaan, 21 gaya bahasa metafora, 2 gaya bahasa personifikasi, 1 gaya bahasa antithesis, 3 gaya bahasa pleonasme, 1 gaya bahasa koreksi, 4 gaya bahasa hiperbola, 1 gaya bahasa ironi, 4 gaya bahasa inuendo, 1 gaya bahasa hipalase, 1 gaya bahasa sinekdoke, 4 gaya bahasa ellipsis, 1 gaya bahasa eponym, 1 gaya bahasa antonomasia, 10 gaya bahasa erotesis, 3 gaya bahasa epizeukis, 1 gaya bahasa anafora, dan 1 gaya bahasa epanalepsis. Dan 35 tuturan yang mengandung gaya bahasa yang disampaikan oleh reporter Titis Sudjiatmoko terdiri dari 1 gaya bahasa perumpamaan, 5 gaya bahasa metafora, 1 gaya bahasa personifikasi, 1 gaya bahasa antithesis, 1 gaya bahasa antisipasi, 1 gaya bahasa koreksi, 2 gaya bahasa hiperbola, 1 gaya bahasa litotes, 1 gaya bahasa inuendo, 5 gaya bahasa klimaks, 1 gaya bahasa antonomasia, 3 gaya bahasa erotesis, 4 gaya bahasa asindeton, 2 gaya bahasa aliterasi, 4 gaya bahasa anaphora, dan 1 gaya bahasa epistrofa. 2)Gaya bahasa yang paling dominan digunakan oleh reporter sepak bola Hadi Ahay Gunawan dalam pertandingan sepak bola final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura adalah gaya bahasa Metafora yaitu sebanyak 30%. Dan Gaya bahasa yang paling dominan digunakan oleh reporter sepak bola Titis Sudjiatmoko dalam pertandingan sepak bola final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura adalah gaya bahasa metafora dan gaya bahasa klimaks keduanya memiliki persentase yang sama yaitu sebanyak 14%.