Muh Kurniawan
UNM

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NASYID IN MACASSAR LANGUAGE Muh Kurniawan
JURNAL PAKARENA Vol 6, No 1 (2021): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v6i1.21722

Abstract

A Nasyid is a type of music that has existed in Indonesia for decades. The nasyid is an art form performed by a group consisting of several people. This nasyid is performed in Acapella and contains religious verses and reminds of goodness. In its development, nasyid music experienced ups and downs in the Indonesian music scene. Nasyid music (in acapella format) is now emerging and drowning in nasyid music itself. This journal offers a solution in response to this. Local language nasyid music is one solution in preserving nasyid in the community. It is intended so that the presentation of nasyid can be enjoyed by everyone, and the message of goodness in nasyid music can reach people. Local language nasyid music is expected to bring nasyid music closer to people familiar with local languages. The foreign impression on nasyid music can be removed, and it is hoped that the community will accept it. The local-language nasyid can be a medium for preserving local languages in the community. Among so many nasyid music in local languages produced and circulated in the community, it is expected that the younger generation could be more familiar with the local wisdom in the form of local languages.  As well as becomes entertainment contain positiveness in the form of kindness messages from the song lyrics. 
Media Pembelajaran Interaktif: Streaming OBS dan Youtube dalam Pembelajaran Streaming Online Juni Amanullah; Muh. Kurniawan Adi Kusuma W
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 9, No 2 (2022): Mei - Agustus
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v9i2.34268

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, media pembelajaran menjadi suatu kajian yang menarik dan banyak diminati pada seluruh disiplin ilmu walaupun dengan penamaan yang sedikit berbeda. Media pembelajaran dalam proses belajar mengajar memiliki kontribusi besar terhadap proses dan hasil pembelajaran dan membangkitkan motivasi dan gairah belajar dalam proses pembelajaran. Pada penelitian kali ini penulis mengkolaborasikan antara aplikasi gratis yaitu OBS Studio (Open Broadcaster Software) dengan platform media sosial Youtube sebagai media interaksi dalam proses pembelajaran. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu; 1) bagaimana pengaplikasian OBS dan youtube sebagai media pembelajaran interaktif, 2) bagaimana efektivitas dan optimalisasi OBS dan Youtube sebagai media pembelajaran intekatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data penelitian dilakukan dengan model analisis Miles dan Huberman dengan proses analisis data kualitatif yaitu; reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 42 responden yang terdiri dari 2 kelas menunjukkan bahwa: 1) Sebanyak 2 jawaban mahasiswa kesulitan memahami pembelajaran online karena kurangnya pemahaman dan minimnya speksifikasi teknologi yang digunakan (smartphone/ PC yang kurang mumpuni untuk aplikasi online/ kendala jaringan), 2) Sebanyak 12 mahasiswa cukup memahami proses pembelajaran dengan media Youtube saat pembelajaran berlangsung, 3) dan 28 mahasiswa memahami pembelajaran dengan media Youtube. Kesimpulan penelitian median interaktif OBS dan Youtube mendapatkan tanggapan yang baik dari peserta didik, menjadikan peserta didik lebih mandiri, menjadikan pembelajaran lebih menarik. Pemahaman dan penerimaan yang disampaikan oleh pendidik dapat diterima dengan baik, akan tetapi terdapat kelemahan yaitu interaksi pembelajaran hanya satu arah oleh pendidik tidak bisa interaksi langsung berupa audio maupun visual.