Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Konektor Masker Hijab satriadi, Satriadi; Husain, Muh. Saleh; Wiharja, Muh. Kurniawan Adikusuma
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v5i2.23902

Abstract

The partner of this community partnership program is the Islamic Knowledge Group of the Babussalam Mosque, Tirta Mas Complex, Makassar. The problems is: (1) The activities carried out by the Babussalam Taqlim Assembly group are recitation, Maulid, Isra' Mi'raj, and social gatherings, (2) There are no training activities that are easy and can directly have a selling value in Islamic Knowledge Group of the Babussalam Mosque, and (3) Lack of knowledge and insight in being creative to produce hijab mask connectors. The goal is the ability to make hijab connectors independently with various forms of variation. The methods used are lectures, demonstrations, discussions, questions and answers, and companion partners. The results achieved are (1) partners know about making hijab mask connectors, (2) partners have skills in designing hijab mask connectors with various variations, (3) Increase partner productivity during a pandemic to make hijab mask connectors
Media Pembelajaran Interaktif: Streaming OBS dan Youtube dalam Pembelajaran Streaming Online Juni Amanullah; Muh. Kurniawan Adi Kusuma W
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 9, No 2 (2022): Mei - Agustus
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v9i2.34268

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, media pembelajaran menjadi suatu kajian yang menarik dan banyak diminati pada seluruh disiplin ilmu walaupun dengan penamaan yang sedikit berbeda. Media pembelajaran dalam proses belajar mengajar memiliki kontribusi besar terhadap proses dan hasil pembelajaran dan membangkitkan motivasi dan gairah belajar dalam proses pembelajaran. Pada penelitian kali ini penulis mengkolaborasikan antara aplikasi gratis yaitu OBS Studio (Open Broadcaster Software) dengan platform media sosial Youtube sebagai media interaksi dalam proses pembelajaran. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu; 1) bagaimana pengaplikasian OBS dan youtube sebagai media pembelajaran interaktif, 2) bagaimana efektivitas dan optimalisasi OBS dan Youtube sebagai media pembelajaran intekatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data penelitian dilakukan dengan model analisis Miles dan Huberman dengan proses analisis data kualitatif yaitu; reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 42 responden yang terdiri dari 2 kelas menunjukkan bahwa: 1) Sebanyak 2 jawaban mahasiswa kesulitan memahami pembelajaran online karena kurangnya pemahaman dan minimnya speksifikasi teknologi yang digunakan (smartphone/ PC yang kurang mumpuni untuk aplikasi online/ kendala jaringan), 2) Sebanyak 12 mahasiswa cukup memahami proses pembelajaran dengan media Youtube saat pembelajaran berlangsung, 3) dan 28 mahasiswa memahami pembelajaran dengan media Youtube. Kesimpulan penelitian median interaktif OBS dan Youtube mendapatkan tanggapan yang baik dari peserta didik, menjadikan peserta didik lebih mandiri, menjadikan pembelajaran lebih menarik. Pemahaman dan penerimaan yang disampaikan oleh pendidik dapat diterima dengan baik, akan tetapi terdapat kelemahan yaitu interaksi pembelajaran hanya satu arah oleh pendidik tidak bisa interaksi langsung berupa audio maupun visual.
Pelatihan Teater Monolog Berbasis Cerita Lokal di SMK Telkom Makassar Andi Taslim Saputra; Asia Ramli; Arifin Manggau; Muh Kurniawan Adi Kusuma; Selfiana Saenal; Satriadi Satriadi; Faizal Erlangga Makawi
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.683 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i2.36286

Abstract

Aktivitas kesenian sempat mati suri selama masa pandemi di tahun 2019 yang diakibatkan oleh covid-19, baik yang ada di masyarakat umum, maupun di lingkungan sekolah. Dalam konteks pendidikan seni yang dilaksanakan di sekolah tentunya mendapatkan dampak negatif yang besar. Dampak tersebut adalah pembelajaran seni akan kesulitan dalam pelaksanaan praktek. Pasca pandemi, lahir beragam metode-metode pengajaran dalam lingkup seni, khususnya teater. Pelaksanaan pembelajaran praktek teater yang menyesuaikan kondisi covid tentu harus dilaksanakan di sekolah. Hampir dua tahun pembelajaran teater dilaksanakan secara daring sejak covid masuk di Indonesia. Pada tahun 2022, aturan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dicabut kemudian pelaksanaan pembelajaran diarahkan untuk tatap muka. Sehingga, sekolah kemudian dibuka kembali dalam pengajaran tatap muka. Akibat lamanya proses pembelajaran secara daring, sebagian besar guru-guru mengalami kendala dalam pengajaran praktek karena pembelajaran secara tatap muka dibutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali dan pengetahuan teater secara praktek mulai tumpul serta perlu di asah kembali. Atas dasar hal itu, pelatihan teater monolog menjadi satu bentuk atau upaya untuk pembelajaran teater setelah pandemi. Pada masa pandemi terdapat keterputusan pengetahuan sekaligus siswa mulai mendapatkan budaya baru, sehingga pelatihan ini mencoba mengangkat cerita lokal agar siswa mengetahui dan mendapatkan pengetahuan sejarah pahlawan lokal yaitu cerita kepahlawanan Datu Museng ketika di masa penjajahan. Pelatihan teater monolog ini akan dilaksanakan di sekolah SMK Telkom Makassar. Metode pelatihan yang dilaksanakan yakni, (1) mengidentifikasi cerita lokal yaitu cerita Datu Museng; (2) Proses kreatif: a. pembuatan dan pembedahan naskah, b. dramatik reading, c. blocking, d. memadukan musik dan properti, e. pemantapan aksi, dialog, musik, setting dan properti; dan terakhir adalah (3) Penyajian Pertunjukan.  
PENDOKUMENTASIAN TARI PABBITTE PASSAPU KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA (Sebagai Upaya Pelestarian Tari Tradisional) Rahma M; Asia Ramli; Muh. Kurniawan
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v1i3.38940

Abstract

This study aims to document dance as a form of preservation of traditional dance with a theoretical approach. Dance documentation includes data collection carried out directly in Tanatoa Village by meeting the original actors, then conducting interviews and demonstrations and recording dances, then processing data by recording in the form of writing. dance moves in detail, descriptions of the moves accompanied by photos and floor patterns, as well as dissemination by documenting the results of this research in the form of reports and conducting scientific publications at national seminars, in the form of proceedings and journals and publishing on social media YouTube so that it can be easily accessed by students and the general public and included in the library, both regional and faculty libraries, so that students and the general public can easily obtain data related to the Pabitte Passapu Dance, which consists of 12 varieties, namely i, Akkokoroa, Angngibeng, Appakeha, Appalotteng, Sekko Taji, Paganti, A, pabitte, Tannang ulumanu, A,laga, Angngera Seha' complete with photos and floor patterns.Keyword: Dance documentation, Pabitte Passapu danceThis study aims to document dance as a form of preservation of traditional dance with a theoretical approach. Dance documentation includes data collection carried out directly in Tanatoa Village by meeting the original actors, then conducting interviews and demonstrations and recording dances, then processing data by recording in the form of writing. dance moves in detail, descriptions of the moves accompanied by photos and floor patterns, as well as dissemination by documenting the results of this research in the form of reports and conducting scientific publications at national seminars, in the form of proceedings and journals and publishing on social media YouTube so that it can be easily accessed by students and the general public and included in the library, both regional and faculty libraries, so that students and the general public can easily obtain data related to the Pabitte Passapu Dance, which consists of 12 varieties, namely i, Akkokoroa, Angngibeng, Appakeha, Appalotteng, Sekko Taji, Paganti, A, pabitte, Tannang ulumanu, A,laga, Angngera Seha' complete with photos and floor patterns.Keyword: Dance documentation, Pabitte Passapu dance
PENGELOLAAN PENDIDIKAN SENI DI PAUD DENGAN MODEL COLLABORATION PENTAHELIX Muh Kurniawan Adi Kusuma Wiharja; Hartono Hartono; Syakir Muharrar
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v1i4.41607

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah kesempatan bagi peserta didik dalam hal ini anak usia dini agar dapat mengembangkan semua potensi diri termasuk kemampuan kognitif dan motorik kasar maupun halus. Beberapa kegiatan di paud juga dirancang sedemikian rupa untuk membantu mengembangkan potensi peserta didik dan motoriknya. Tulisan ini memberikan pandangan mengenai pengelolaan pendidikan seni di paud dengan menggunakan model kolaboratifn pentahelix. Metode penelitian dilakukan dengan kajian literatur. Hasil penelitian mengungkapkan pentingnya pelaksanaan pendidikan seni di paud, dan menawarkan pengelolaan pembelajaran seni di paud berbasis kolaboratif pentahelix
Analisis Deskriptif Tari Pabbitte Passapu Kajang Kabupaten Bulukumba (Salah Satu Bentuk Pendokumentasi Tari) Rahma M; Asia Ramli; Muh Kurniawan
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.67 KB)

Abstract

Abstract. This study aims to record the Pabitte Passapu dance descriptively, namely by providing a description of the dance in accordance with the actual conditions or in other words according to the original movement with the aim of documenting dance as a form of preservation of traditional dance with a theoretical approach. Documentation of dance which includes data collection carried out directly in Tanatoa Village by meeting the original perpetrators then conducting interviews and demonstrations as well as recording dances, then processing data by recording in the form of writing detailed descriptions of movements accompanied by photos and floor patterns, as well as dissemination which was carried out by documenting the results of this research in the form of reports and carry out scientific publications at national seminars in the form of proceedings and journals as well as include them in the faculty library so that they are easy to find for students and the general public who want to know data related to the Pabitte Passapu Dance, yes which consists of 12 varieties namely, Akkokoroa, Angngibeng, Appakeha, Appalotteng, Sekko Taji, Paganti, A,pabitte, Tannang ulumanu, A,laga, Angngera Seha' which is equipped with photos and floor patterns.  Keyword: Descriptive Analysis, Pabitte Passapu Dance
The Pattern of Inheriting Expertise in the Aligo Nasheed Group Muh. Kurniawan Adi Kusuma Wiharja; Wadiyo Wadiyo; Yudi Sukmayadi; Slamet Haryono
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasheed music is a type of music that is rich in Islamic values conveyed through its lyrics. One of the nasheed groups in Makassar City is the Aligo nasheed group. This group has been active for approximately 16 years and is influential in Makassar City. This research aims to gain an understanding of the cultural inheritance process within the Aligo nasheed group, using the Cavalli Sforza and Feldman cultural inheritance framework and qualitative methods. The research findings indicate that there is a cultural inheritance process in the learning activities conducted by the Aligo nasheed group. This inheritance process occurs horizontally among group members during weekly practice sessions. The exchange of information and nasheed knowledge takes place during these group practice sessions.
Musik Nasyid dalam Perspektif Fungsi Musik Alan P. Merriam Wiharja, Muh. Kurniawan Adi Kusuma
Pelataran Seni Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.19410

Abstract

Intisari. Musik nasyid merupakan sajian musik Islami yang pada awal kemunculannya di Indonesia disajikan dalam format acapella. Musik nasyid memiliki beragam fungsi, Terdapat tujuh fungsi berdasarkan fungsi musik Alan P. Merriam, di antaranya fungsi pengungkapan emosional, fungsi pengahyatan estetis, fungsi hiburan, fungsi komunikasi, fungsi perlambangan, fungsi berkaitan dengan norma sosial, dan fungsi pengintegrasian masyarakat. Saat ini, ketujuh fungsi tersebut melekat erat pada musik nasyid di masyarakat. Namun tidak menutup kemungkinan, fungsi musik nasyid di masa depan semakin bertambah, mengingat kemungkinan-kemungkinan penggunaan musik di masa depan bisa lebih kompleks dan lebih luas lagi daripada saat ini.Kata Kunci: musik nasyid, fungsi musik, alan p. meriam, musik Islami Abstract. Nasyid music is an Islamic music presentation that at the beginning of its appearance in Indonesia was presented in acapella format. There are seven functions based on Alan P. Merriam's music functions, including the function of emotional expression, the function of aesthetic appreciation, the function of entertainment, the function of communication, the function of symbolism, the function related to social norms, and the function of community integration. Currently, these seven functions are closely attached to nasyid music in society. However, it is possible that the functions of nasyid music in the future will increase, considering the possibilities of using music in the future can be more complex and wider than today.Keywords: nasyid music, music function, alan p. meriam, Islamic music