Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Johanna Fransiska Wijaya; Nenda Mayang Azti
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 6 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v4i1.1651

Abstract

Keracunan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia yang dapat diakibatkan oleh mikroorganisme. Salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang menjadi satu dari bakteri terbanyak yang dijumpai pada pasien keracunan yang terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan yang merupakan ancaman bagi masyarakat, terutama masalah resistensi terhadap antibiotik. Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian mengenai antibakteri alternatif seperti kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn). Kandungan zat aktif yang terdapat pada kulit buah manggis adalah Senyawa Xanthone. Kandungan senyawa Xanthone pada tanaman ini memiliki efek antioksidan, antimikroba, antikanker, antiinflamasi, aktivitas sitotoksin, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah manggis terhadap bakteri Staphylococcus aureus. dengan konsentrasi 0,5%, 2%, 3,5%, 5% dan tanpa pelarut. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan metode uji sensitivitas (disc diffusion). Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan daya hambat yang berbeda (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis memiliki pengaruh antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 0,5%, 2%, 3,5%, 5% dan tanpa pelarut dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 6,83 mm, 8 mm, 8,33 mm, 10,66 mm dan 16,66 mm. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn) tanpa pelarut memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn) dengan konsentrasi lainnya sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap biakan mikroorganisme lainnya.
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kejang Demam pada Anak di Rumah Sakit Royal Prima Medan Tahun 2015 Anggi Apriliyani; I.Nyoman E.L. -; Masyitah -; Johanna fransiska Wijaya; Djamin Katarino; Rudi Chandra
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 7 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v7i1.2791

Abstract

Kejang demam merupakan salah satu kelainanneurologis yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Dari penelitian oleh berbagai pakar didapatkanbahwa sekitar 2.2%-5% anak pernah mengalami kejangdemam sebelum mencapai usia 5 tahun. Untuk dapatmengantisipasi terjadinya kejang demam, salah satufaktor yang mempengaruhi adalah prilaku ibu pada saatanak mengalami kejang demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibutetang kejang demam pada anak di RS. Royal Prima Medan Tahun 2015. Metode penelitian ini adalahdeskriptif dengan besar sampel sebanyak 50 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2015 dan data yang dikumpulkan denganmenggunakan kuisioner. Adapun hasil penelitiansebagian besar responden (42%) memiliki pengetahuanrendah. Sebanyak 18 orang (36%) respondenpengetahuan sedang dan sebanyak 11 orang (22%) responden pengetahuan baik tentang kejang demampada anak. Dari penelitian sebelumnya, menunjukkanbahwa tiap tahun jumlah ibu dengan pengetahuantentang kejang demam yang menurun. Diharapkan dari hasil penelitian ini, pemerintah setempat dapat terusmeningkatkan perilaku masyarakat melalui penyuluhandengan metode yang lebih efektif.
Hubungan Status Sosioekonomi Terhadap Status Gizi Anak Di SD Negeri 060838Kota Medan Tarisya Yasirah; Anggi Dolse Maria; Siti Aisyah Dalimunthe; Johanna Fransiska Wijaya
Syntax Idea 6285-6291
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan keadaan kesehatan yang tercipta dari keseimbangan antara input dan output atau kebutuhan gizi tubuh. Tujuan penelitian ini adalah Melihat dan meneliti status sosioekonomi terhadap status gizi pada anak di SDN 060838 Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik oservasional yaittu penelitian yang menjelaskan pengaruh antara vasiabel independen (status sosial ekonomi) dengan variable dependen (status gizi pada anak). Model penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekantan “cross-Sectional”. Data yang didapat dari responden dengan cara wawancara berpedoman kuesioner dan melakukan penimbangan menggunakan alat timbangan, dan dikategorikan berdasarkan BB/TB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan gizi kurang sebanyak 7 anak (14%) seluruhnya orang taunya berpenghasilan Rp.1.000.000-RP 2.000.000. Sebagian besar responden dengan obesitas sebanyak 5 anak (10%) orang tuanya berpenghasiilan >Rp.3.500.000. Terdapat hubungan antara penghasilan orang tua dan status gizi anak yang ditunjukkan dengan Pearson Chi-Square p-value (Sig) = 0.046 atau < 0,05