Djarot Noersasongko
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FRAKTUR AKIBAT OSTEOPOROSIS Syam, Yulianingsih; Noersasongko, Djarot; Sunaryo, Haryanto
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.4885

Abstract

Abstract: This thesis to find out thypes of fractures due to osteoporosis, complementary examination to diagnose osteoporosis, and treatment of osteoporosis general. The contents of thus thesis aimed to reduce the occurrence of fracture due to osteoporosis. Metods used in this thesis is the collection of reference materials and data on fracture due to osteoporosis from text book journals, magazines, and the internet. The result obtained it is influenced by the hormone estrogen. The number of women threatened Indonesia?s increasing osteoporosis caused by such as smoking, alcohol consumption, anda long term use of steroid. Thus knowledge and information about age prematurely. Avidly consume foods high in calcium such as milk and processed milk products, expand activity, often basking in the morning, avoid smoking, as well as avoid consumption of alcoholic beverages Keywords: fracture, osteoporosis, women, calsium, life style.     Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis fraktur akibat osteoporosis, pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis osteoporosis, dan penanganan osteoporosis secara umum. Isi dari skripsi ini ditujukan untuk mengurangi terjadinya fraktur akibat osteoporosis. Metode yang digunakaan dalam skripsi ini yaitu pengumpulan bahan-bahan acuan dan data tentang fraktur akibat osteoporosis yang berasal dari buku teks, jurnal, internet, maupun majalah. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa osteoporosis merupakan penyakit wanita dibanding pria karena dipengaruhi oleh hormon estrogen. Jumlah wanita yang terancam osteoporosis di Indonesia semakin meningkat yang disebabkan karena kurangnya asupan kalsium dan perubahan gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan steroid jangka panjang. Dengan demikian, pengetahuan dan informasi tentang osteoporosis sangat penting sebagai upaya pencegahan bagi wanita usia dini. Rajin mengkonsumsi makanan berkalsium tinggi seperti susu dan produk olahan susu lainnya, perbanyak aktivitas, sering berjemur di pagi hari, hindari rokok, serta hindari konsumsi minuman beralkohol. Kata kunci: fraktur, osteoporosis, wanita, kalsium, gaya hidup
PERBANDINGAN PENYEMBUHAN LUKA INSISI MENGGUNAKAN PISAU BEDAH DAN PISAU ELEKTROKAUTER DINILAI DENGAN VANCOUVER SCAR SCORE PADA OPERASI LUKA BERSIH Mitaart, Diadon; Hatibie, Mendy; Noersasongko, Djarot
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 9, No 3 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.9.3.2017.17342

Abstract

Abstract: Skin incision is usually performed by using a scalpel. It is assumed that electrocautery knife, a more recent alternative, can increase the risk of infection, impair healing, and result in poor cosmetic scar. This study was aimed to compare the healing process of incision wounds performed by using sclapels and electrocautery knives assessed with Vancouver Scar Score (VSS) at three months after operation. This was an experimental study. Subjects were 17 male patients, aged 18-55 years old, with elective operation (categorized as clean wound operation) from March through June 2016 at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Each incision was performed with a scalpel first (Group A) and continued with an electrocautery knife (Group B). After 3 months of operation, the wound scars were assessed with VSS. The Wilcoxon signed ranks test showed no significant difference between the VSS of the two groups (P > 0.05). Conclusion: There was no difference in wound healing of incised wounds performed by using scalpels and by using electrocautery knives.Keywords: VSS, electrocautery, wound healing, scarAbstrak: Insisi kulit biasanya dilakukan dengan menggunakan pisau bedah. Peralatan elektrokauter merupakan alternatif baru yang dianggap meningkatkan risiko infeksi, memperlambat penyembuhan, dengan hasil secara kosmetik yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan proses penyembuhan dari luka insisi menggunakan pisau bedah dan pisau elektrokauter yang dinilai dengan Vancouver Scar Score (VSS) pada operasi dengan luka bersih. Jenis penelitian ialah eksperimental. Penelitian dilakukan selama periode Maret 2016 s/d Juni 2016 pada 17 orang pasien berjenis kelamin laki-laki, berusia 18-55 tahun yang memerlukan operasi elektif di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan dikategorikan operasi dengan luka bersih. Setiap insisi selalu dilakukan terlebih dahulu dengan pisau bedah (kelompok A) dan sisanya dilakukan dengan pisau elektrokauter (kelompok B), kemudian luka dinilai dengan VSS setelah 3 bulan kemudian. Hasil uji Wilcoxon signed ranks terhadap hasil VSS saat 3 bulan setelah operasi memperlihatkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara hasil perlakuan A dan B (P > 0,05). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan dalam penyembuhan dari kedua bagian luka insisi yang menggunakan pisau bedah dan pisau elektrokauter pada operasi dengan luka bersih.Kata kunci: VSS, elektrokauter, penyembuhan luka, jaringan parut