Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LINEARITAS KALIMAT DALAM PARAGRAF KARANGAN ILMIAH MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Noorliana Noorliana
Sainteks Vol 9, No 1 (2012): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v9i1.287

Abstract

The study is aimed at revealing the sentence linearity of paragraph developed by college students, whether they show good or poor linearity. Also to describe the factors of poor linearity, as well as the order of pattern available in each pair of linear sentences. In general, the study applies the descriptive-qualitative method, and to analyze the relation between sentences it uses the micro-structural method. The research result shows that most paragraphs contain sentences of poor linearity. The causal factors are the ideas of bias, skip, accumulation, repetition, as well as false choice. Also, missing sentence constituents, and inconsistent use of lexicon (words and terminologies). Keywords: sentence linearity, paragraph, scientific writing.
Pendayagunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Menyebarkan Informasi Koleksi Budaya Lokal Melalui Perpustakaan Digital Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat ( Studi Kasus Pasar Terapung Banjarmasin) Fahruraji, Fahruraji; Noorliana, Noorliana
Al-Mamun Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jkki.v5i2.12158

Abstract

ABSTRAK Pendayagunaan Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu faktor dalam melayani secara maksimal serta memuaskan kebutuhan informasi pengguna makin maju. Tujuan penelitian yaitu menyebarkan informasi koleksi digital khususnya budaya Kalimantan Selatan (Pasar Terapung Banjarmasin), melalui perpustakaan digital Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan pendayagunaan artificial intelligence (AI). Pendekatan penelitian yang dilakukan mempergunakan metode penelitian kualitatif serta sumber data memakai berupa data sekunder yang didapat dari sebagian jurnal nasional, artikel serta penelitian yang telah terbit yang berkaitan dengan tema yang dikaji penulis setelah dianalisis kedalam penulisan. Penelitian ini mempergunakan jenis penelitian studi literatur seperti model review yang diambil yaitu narrative review. Studi yang dipilih pada model narrative review merupakan analisis dan disimpulkan berdasarkan pengetahuan teori serta model yang ada pada penulis.
Pendayagunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Menyebarkan Informasi Koleksi Budaya Lokal Melalui Perpustakaan Digital Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat ( Studi Kasus Pasar Terapung Banjarmasin) Fahruraji, Fahruraji; Noorliana, Noorliana
Al-Ma mun Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jkki.v5i2.12158

Abstract

ABSTRAK Pendayagunaan Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu faktor dalam melayani secara maksimal serta memuaskan kebutuhan informasi pengguna makin maju. Tujuan penelitian yaitu menyebarkan informasi koleksi digital khususnya budaya Kalimantan Selatan (Pasar Terapung Banjarmasin), melalui perpustakaan digital Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan pendayagunaan artificial intelligence (AI). Pendekatan penelitian yang dilakukan mempergunakan metode penelitian kualitatif serta sumber data memakai berupa data sekunder yang didapat dari sebagian jurnal nasional, artikel serta penelitian yang telah terbit yang berkaitan dengan tema yang dikaji penulis setelah dianalisis kedalam penulisan. Penelitian ini mempergunakan jenis penelitian studi literatur seperti model review yang diambil yaitu narrative review. Studi yang dipilih pada model narrative review merupakan analisis dan disimpulkan berdasarkan pengetahuan teori serta model yang ada pada penulis.
ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB KECERDASAN BUATAN (AI) DI PERPUSTAKAAN: TINJAUAN LITERATUR Komari, Noer; Fahruraji, Fahruraji; Noorliana, Noorliana; Asnah, Asnah
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v5i1.97978

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam layanan perpustakaan berkembang pesat seiring kemajuan model bahasa besar (LLM) dan teknologi pembelajaran mesin. AI menawarkan peluang untuk meningkatkan pengalaman pengguna, mengotomatisasi tugas rutin, serta menyediakan dukungan berkelanjutan. Namun, penerapannya juga menghadirkan tantangan etika dan profesional yang kompleks. Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur menggunakan kerangka kerja PICO yang dimodifikasi, dengan menganalisis publikasi akademik periode 2020"“2025 yang diindeks dalam Google Scholar. Fokus kajian diarahkan pada empat isu utama: privasi data dan kerahasiaan pengguna, kebebasan intelektual dan integritas informasi, inklusi digital dan aksesibilitas, serta tanggung jawab profesional dalam kolaborasi manusia-AI. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun perpustakaan masih berada pada tahap awal adopsi AI, persoalan etika sudah muncul secara mendesak. Tantangan utama meliputi risiko kebocoran data dan praktik pengintaian, potensi penyebaran misinformasi melalui sensor otomatis, meningkatnya kesenjangan digital, serta ketiadaan kerangka akuntabilitas yang tegas terhadap kesalahan AI. Temuan ini menegaskan bahwa pergeseran peran pustakawan dari sekadar penjaga informasi berubah menjadi kolaborator AI sekaligus auditor etika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesi kepustakawanan perlu mengembangkan konsep augmented librarianship, membentuk kode etik baru yang relevan dengan penggunaan AI, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dari pengembang maupun penyedia teknologi. Dengan berpegang pada nilai inti, pustakawan memiliki posisi strategis untuk memastikan AI dimanfaatkan sebagai kekuatan yang memperkuat misi perpustakaan: menyediakan akses yang adil, etis, dan berintegritas terhadap pengetahuan bagi semua kalangan.