Slamet, Slamet
Dance Arts Study Program, Faculty Of Performing Arts, Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Greget

REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI Ika Ayu Kuncara Ningtyas; Slamet MD
Greget Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.273 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1727

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruksi melalui (1) penggalian tari, (2) pemadatan tari, (3) peningkatan karyakarya tari dan penyebarluasan. Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo mengalami sentuhan kreativitas oleh M.Th. Sri Mulyani salah satu seniman tari di Kraton Surakarta. Bentuk koreografinya dikemas lebih padat dan menarik dikarenakan tari Bedhaya Sukoharjo dalam konteks penyambutan tamu. Perubahan ini lebih ditata pada komponen gerak, tata rias dan busana, desain lantai dan musik tari. Kegiatan penggalian dimaksudkan untuk merekonstruksi tari yang bersumber dari masyarakat, melibatkan penari, pemusik dan penata busana serta seniman di daerah Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat kualitatif dengan bentuk deskriptif analisis, sehingga ruang lingkup pembahasan meliputi 1) bagaimana proses rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani, 2) bagaimana bentuk hasil rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani, 3) bagaimana faktor-faktor yang mendukung rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani. Analisis data dilakukan dari setiap bagian yang ditemukan. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan studi pustaka dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan secara kualitatif sesuai dengan pokok bahasannya. Konsep yang digunakan dalam merekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo adalah konsep bentuk dalam kajian tari: teks dan konteks dengan memberi inovasi yaitu pertunjukan yang singkat, padat dan menarik. Maka berdasarkan konsep di atas, tari Bedhaya Sukoharjo dapat menjadi aset seni pertunjukan di Kota Surakarta. Dengan demikian, imajinasi dan realitas kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari komunitas pemiliknya sehingga akan selalu muncul sebagai identitas baru sebagai jati diri personal melalui produksi karya tari visualisasi baru. Kata kunci: rekonstruksi, Tari Bedhaya Sukoharjo, koreografi.
PROSES PENCARIAN IDENTITAS GERAK GECUL GARENG OLEH SUMAR BAGYO Dewi Wulandari; Slamet MD
Greget Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.218 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i1.1725

Abstract

Sumar Bagyo yang dikenal sebagai Gareng Ngesti Pandowo merupakan salah satu pelawak yang populer dengan membawakan karakter Gareng. Gerak gecul merupakan karakter dan identitas panggungnya. Karakter gerak gecul Gareng yang dibawakan oleh Sumar Bagyo merupakan pencitraan akan dirinya dan merupakan ciri khas yang akan sulit ditiru oleh orang lain.Fenomena inilah yang menjadi perbedaannya dengan para pelawak lainnya yang lebih mengedepankan guyon maton. Muncul pertanyaan bagaimana proses kesenimanan Sumar Bagyo dalam mencari gerakgecul Gareng sebagai identitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif dengan pendekatan sejarah. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan pendokumentasian, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teori perubahan sosial A. Boskof. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesuksesan karir dan dalam mencari gerak gecul meliputi faktor internal 1) Bagyo memiliki gen seorang Gareng. 2) Bagyo memiliki bakat ndagel dan menari yang terus diasah. 3) mampu menabuh gamelan. 4) sebagai staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 5) pengalaman pentas diberbagai tempat dan kalangan. 6) kreatifitas. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu 1) Bagyo hidup dilingkungan seni. 2) Bagyo selalu up to date. 3) mempersiapkan bahan lawakan berbeda. 4) mengerti berbagai disiplin ilmu. Kata kunci: gecul, Gareng, karakter.