Hengki Irawan Setia Budi
Sekolah Tinggi Teologi Pelita Hati Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Minimalisir Konflik dalam Gap Generasi Melalui Pendekatan Komunikasi Interpersonal Hengki Irawan Setia Budi
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.453 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i2.11

Abstract

  Generasi merupakan sekelompok orang yang memiliki kesamaan tahun kelahiran dalam kurun waktu tertentu, historis kehidupan tertentu yang berpengaruh secara signifikan pada fase pertumbuhan manusia. Pengelompokan generasi mulai dari generasi baby boomer sampai generasi Z dan bahkan pada abad 22 memasuki generasi Alfa, terjadi kesenjangan usia yang begitu tajam, kesenjangan penampilan dan gaya hidup, kesenjangan persepsi, kesenjangan pengalaman, kesenjangan perilaku dan tentunya kesenjangan komunikasi, ini yang kemudian disebut dengan gap generasi. Gap generasi ini rawan akan konflik. Penanganan kesenjangan yang kurang baik akan berakibat konflik. Konflik yang semakin tajam antar generasi ini akan berakibat output yang bersifat merusak. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana setiap generasi saling mengenal dan memahami, disertai pendekatan gaya komunikasi interpersonal yang efektif dengan harapan meminimalisir konflik. Adapun metode yang digunakan adalah penggabungan teknik wawancara, observasi lapangan dan observasi literatur yang disesuaikan dengan topik bahasan.
Urgensi Konstruksi Generasi Penerus Bagi Gereja Hengki Irawan Setia Budi
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.182 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.14

Abstract

Gereja sebagai pencetak spiritualitas jemaat tidak hanya berfokus pada jemaat senior, melainkan untuk semua generasi. Kenyataannya, gereja seringkali abai untuk melakukan penjangkauan, pemberdayaan dan pemaksimalan generasi muda sebagai pilar gereja dimasa akan datang. Gereja masih menganggap bahwa generasi muda dipandang sebagai generasi yang tidak penting, generasi muda yang banyak masalah, memiliki tingkat spiritualitas yang rendah dan tidak bisa diberikan beban tanggung jawab yang lebih. Tujuan penelitian ini adalah mengajak gereja untuk mempersiapkan generasi penerus yang nantinya berguna sebagai penjangkau generasi dibawahnya menuju Kristus. Metode yang dipergunakan adalah pendekatan penelitian pustaka, disertai pengamatan peneliti di lapangan saat melakukan seminar dengan subjek Next Generation. Diperoleh kesimpulan bahwa gereja banyak yang abai tentang hal ini. Peneliti mengusulkan segera melakukan konstruksi menjangkau generasi dengan cara “pemahaman” dan “penerimaan” terhadap generasi dan membuka wadah komunitas dan pemuridan yang sehat dan relevan guna membangun kedewasaan spiritualitas yang baik.