Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN USIA PERKAWINAN, PENDAPATAN DAN PARITAS IBU, DENGAN ADAPTASI PSIKOLOGI MENOPAUSE DI UPTD PUSKESMAS KASOKANDEL KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016 Yuyun Wahyu Indah Indriyani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v5i2.26

Abstract

Adaptasi psikologi merupakan hal penting yang perlu dipertahankan wanita dalam menghadapi perubahan reproduksi pada masa menopause.Adaptasi psikologi perempuan usia menopause di UPTD Puskesmas Kasokandel tahun 2015 sebesar 60,0% kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia perkawinan, pendapatan dan paritas ibu  dengan  adaptasi psikologi menopause di UPTD Puskesmas Kasokandel Kabupaten Majalengka Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan metode analytic dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ibu usia 45-64 tahun sebanyak 347 responden. Sampel penelitian ini berjumlah 78 responden yang diambil melalui teknik accidental  sampling.Data yang digunakan adalah data primer menggunakan kuesioner. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji ChiSquare (α0,05).Hasil penelitian diketahui bahwa lebih dari setengahnya adaptasi psikologi menopause kategori kurang(60,3%),kurang dari setengahnyausia perkawinan kategoridini (39,7%), lebih dari setengahnya pendapatan ibu rendah (55,1%), kurang dari setengahnya paritas nulipara dan primipara (43,6%). Disimpulkan ada hubungan antara usia perkawinan  dengan adaptasi  psikologi  menopause (ρ 0,023), ada hubungan antara pendapatan dengan adaptasi psikologi menopause (ρ0,002), dan ada hubungan antara paritas dengan adaptasi psikologi menopause(ρ0,001).Saran diajukan bagi petugas kesehatan agar meningkatkan kualitas kesehatan ibu menopause yang tercakup dalam pengembangan program kesehatan lanjut usia, melalui upaya pengembangan konseling informasi dan edukasi menopause, maupun diagnose pemeriksaan medis ketidak seimbangan hormon, untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam beradaptasi, selama perubahan masa menopause.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Ibu Pasca Salin di RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun 2018 Yuyun Wahyu Indah Indriyani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v8i1.108

Abstract

KB IUD yang dipasang setelah persalinan (KB pasca salin) selanjutnya juga akan berfungsi seperti IUD yang dipasang saat siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada ibu pasca salin di RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka tahun 2018. Jenis penelitiannya yaitu penelitian analitik kuantitatif dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang yang terdiri dari 35 akseptor IUD pasca salin (kasus) dan 35 akseptor non IUD pasca salin (kontrol). Penelitian ini dilakukan di RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka tanggal 10 April - 25 Mei 2019. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi ibu bersalin yang menggunakan IUD pasca salin lebih tinggi pada ibu berumur > 35 tahun (74,3%), paritas > 2 anak (62,9%), dan pendidikan tinggi (62,9%). Faktor umur ( ρ value = 0,001 dan OR = 5,537), paritas (ρ value = 0,002 dan OR = 4,889) dan pendidikan (ρ value = 0,008 dan OR 3,692) berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada ibu pasca salin di RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka tahun 2018. Petugas kesehatan perlu memberikan penyuluhan pada ibu bersalin tentang jarak kehamilan yang aman, kontrasepsi dan menyarankan ibu bersalin yang berisiko untuk menggunakan kontrasepsi yang efektif dalam jangka panjang yaitu KB IUD pasca salin. Bagi ibu bersalin yang berisiko sebaiknya menggunakan kontrasepsi jangka panjang yang efektif salah satunya yaitu KB IUD pasca salin.
Pengaruh Minuman Daun Kelor terhadap Peningkatan Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka Tahun 2020 Yuyun Wahyu Indah Indriyani; Elvia Meilani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v9i1.122

Abstract

Tanaman kelor merupakan bahan makanan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam kuliner ibu menyusui karena mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minuman daun kelor terhadap peningkatan produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka Tahun 2020. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 orag ibu post partum usia > 10 hari di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka. Dilakukan pada bulan Maret–Juni 2020. Pengumpulan datanya menggunakan lembar observasi. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariatnya menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (46,7%) produksi ASI sebelum diberi minuman daun kelor adalah tidak normal dan sebagian kecil (13,3%) produksi AS-nya tidak normal, sedangkan pada kelompok kontrol setelah 7 hari produksi ASI yang tidak normal lebih dari setengahnya (60,0%). Terdapat pengaruh minuman daun kelor terhadap peningkatan produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka tahun 2020. Petugas kesehatan perlu melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang upaya peningkatkan produksi ASI pada ibu nifas dengan cara mengkonsumsi daun kelor selama seminggu dengan teratur, sehingga ibu dapat menyusui anaknya dengan lancar. Disamping itu juga perlunya memberikan bimbingan pada ibu hamil dan bersalin tentang perawatan payudara selama kehamilan yang baik dan benar.
Penggunaan APD Level-2 dalam Pelayanan Kebidanan Masa Pandemi di Praktik Mandiri Bidan Kecamatan Majalengka 2021 Yuyun Wahyu Indah Indriyani; Serli Nurjanah Milenium; Merlly Amalia
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka - Fakultas Ilmu Keperawatan - Universitas Y
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v10i2.164

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas kesehatan di masa pandemi Covid-19 sangat penting. Kecamatan Majalengka merupakan kecamatan dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 paling tinggi di Kabupaten Majalengka yaitu sebanyak 119 kasus dan hasil studi pendahuluan 2 dari 5 bidan PMB di Wilayah Kecamatan Majalengka tidak menggunakan APD level 2 sesuai standar. Studi ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran atau deskriptif penggunaan APD Level 2 dalam pelayanan kebidanan selama masa pandemi Covid-19 di Praktik Mandiri Bidan (PMB) wilayah Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka tahun 2021. Penelitian ini menggunakan penelitian desktiptif kuantitatif. Sampel adalah PMB di Wilayah Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka sebanyak 21 bidan (total populasi) pada tanggal 01 Mei – 05 Juni tahun 2021. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (28,6%) bidan di PMB Wilayah Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun 2021 tidak lengkap menggunakan APD Level 2 dalam pelayanan kebidanan selama masa pandemi Covid-19. Bidan agar meningkatkan kepatuhan penggunaan APD Level 2 dalam pelayanan kebidanan selama masa pandemi Covid-19 dan pihak puskesmas agar meningkatkan pengawasan menggunakan APD oleh bidan di PMB dan yang tidak patuh perlu mendapatkan teguran serta sangsi, disamping itu juga perlunya kegiatan pelatihan di masa pandemi sehingga kepatuhan dalam penggunaan APD level 2 dapat meningkat.
HUBUNGAN USIA PERKAWINAN, PENDAPATAN DAN PARITAS IBU, DENGAN ADAPTASI PSIKOLOGI MENOPAUSE DI UPTD PUSKESMAS KASOKANDEL KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016 Yuyun Wahyu Indah Indriyani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v5i2.26

Abstract

Adaptasi psikologi merupakan hal penting yang perlu dipertahankan wanita dalam menghadapi perubahan reproduksi pada masa menopause.Adaptasi psikologi perempuan usia menopause di UPTD Puskesmas Kasokandel tahun 2015 sebesar 60,0% kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia perkawinan, pendapatan dan paritas ibu  dengan  adaptasi psikologi menopause di UPTD Puskesmas Kasokandel Kabupaten Majalengka Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan metode analytic dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ibu usia 45-64 tahun sebanyak 347 responden. Sampel penelitian ini berjumlah 78 responden yang diambil melalui teknik accidental  sampling.Data yang digunakan adalah data primer menggunakan kuesioner. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji ChiSquare (α0,05).Hasil penelitian diketahui bahwa lebih dari setengahnya adaptasi psikologi menopause kategori kurang(60,3%),kurang dari setengahnyausia perkawinan kategoridini (39,7%), lebih dari setengahnya pendapatan ibu rendah (55,1%), kurang dari setengahnya paritas nulipara dan primipara (43,6%). Disimpulkan ada hubungan antara usia perkawinan  dengan adaptasi  psikologi  menopause (ρ 0,023), ada hubungan antara pendapatan dengan adaptasi psikologi menopause (ρ0,002), dan ada hubungan antara paritas dengan adaptasi psikologi menopause(ρ0,001).Saran diajukan bagi petugas kesehatan agar meningkatkan kualitas kesehatan ibu menopause yang tercakup dalam pengembangan program kesehatan lanjut usia, melalui upaya pengembangan konseling informasi dan edukasi menopause, maupun diagnose pemeriksaan medis ketidak seimbangan hormon, untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam beradaptasi, selama perubahan masa menopause.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Ibu Pasca Salin di RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun 2018 Yuyun Wahyu Indah Indriyani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v8i1.108

Abstract

KB IUD yang dipasang setelah persalinan (KB pasca salin) selanjutnya juga akan berfungsi seperti IUD yang dipasang saat siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada ibu pasca salin di RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka tahun 2018. Jenis penelitiannya yaitu penelitian analitik kuantitatif dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang yang terdiri dari 35 akseptor IUD pasca salin (kasus) dan 35 akseptor non IUD pasca salin (kontrol). Penelitian ini dilakukan di RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka tanggal 10 April - 25 Mei 2019. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi ibu bersalin yang menggunakan IUD pasca salin lebih tinggi pada ibu berumur > 35 tahun (74,3%), paritas > 2 anak (62,9%), dan pendidikan tinggi (62,9%). Faktor umur ( ρ value = 0,001 dan OR = 5,537), paritas (ρ value = 0,002 dan OR = 4,889) dan pendidikan (ρ value = 0,008 dan OR 3,692) berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada ibu pasca salin di RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka tahun 2018. Petugas kesehatan perlu memberikan penyuluhan pada ibu bersalin tentang jarak kehamilan yang aman, kontrasepsi dan menyarankan ibu bersalin yang berisiko untuk menggunakan kontrasepsi yang efektif dalam jangka panjang yaitu KB IUD pasca salin. Bagi ibu bersalin yang berisiko sebaiknya menggunakan kontrasepsi jangka panjang yang efektif salah satunya yaitu KB IUD pasca salin.
Pengaruh Minuman Daun Kelor terhadap Peningkatan Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka Tahun 2020 Yuyun Wahyu Indah Indriyani; Elvia Meilani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v9i1.122

Abstract

Tanaman kelor merupakan bahan makanan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam kuliner ibu menyusui karena mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minuman daun kelor terhadap peningkatan produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka Tahun 2020. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 orag ibu post partum usia > 10 hari di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka. Dilakukan pada bulan Maret–Juni 2020. Pengumpulan datanya menggunakan lembar observasi. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariatnya menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (46,7%) produksi ASI sebelum diberi minuman daun kelor adalah tidak normal dan sebagian kecil (13,3%) produksi AS-nya tidak normal, sedangkan pada kelompok kontrol setelah 7 hari produksi ASI yang tidak normal lebih dari setengahnya (60,0%). Terdapat pengaruh minuman daun kelor terhadap peningkatan produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertajati Kabupaten Majalengka tahun 2020. Petugas kesehatan perlu melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang upaya peningkatkan produksi ASI pada ibu nifas dengan cara mengkonsumsi daun kelor selama seminggu dengan teratur, sehingga ibu dapat menyusui anaknya dengan lancar. Disamping itu juga perlunya memberikan bimbingan pada ibu hamil dan bersalin tentang perawatan payudara selama kehamilan yang baik dan benar.
Penggunaan APD Level-2 dalam Pelayanan Kebidanan Masa Pandemi di Praktik Mandiri Bidan Kecamatan Majalengka 2021 Yuyun Wahyu Indah Indriyani; Serli Nurjanah Milenium; Merlly Amalia
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka - Fakultas Ilmu Keperawatan - Universitas Y
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v10i2.164

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas kesehatan di masa pandemi Covid-19 sangat penting. Kecamatan Majalengka merupakan kecamatan dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 paling tinggi di Kabupaten Majalengka yaitu sebanyak 119 kasus dan hasil studi pendahuluan 2 dari 5 bidan PMB di Wilayah Kecamatan Majalengka tidak menggunakan APD level 2 sesuai standar. Studi ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran atau deskriptif penggunaan APD Level 2 dalam pelayanan kebidanan selama masa pandemi Covid-19 di Praktik Mandiri Bidan (PMB) wilayah Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka tahun 2021. Penelitian ini menggunakan penelitian desktiptif kuantitatif. Sampel adalah PMB di Wilayah Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka sebanyak 21 bidan (total populasi) pada tanggal 01 Mei – 05 Juni tahun 2021. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (28,6%) bidan di PMB Wilayah Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun 2021 tidak lengkap menggunakan APD Level 2 dalam pelayanan kebidanan selama masa pandemi Covid-19. Bidan agar meningkatkan kepatuhan penggunaan APD Level 2 dalam pelayanan kebidanan selama masa pandemi Covid-19 dan pihak puskesmas agar meningkatkan pengawasan menggunakan APD oleh bidan di PMB dan yang tidak patuh perlu mendapatkan teguran serta sangsi, disamping itu juga perlunya kegiatan pelatihan di masa pandemi sehingga kepatuhan dalam penggunaan APD level 2 dapat meningkat.