Yusup Rogo Yuono
Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala, Salatiga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelayanan Diakonia Karitatif dan Konseling bagi Korban Pemutusan Hubungan Kerja Elisabet Indar Suwanti; Iskak Sugiyarto; Yusup Rogo Yuono; Agung Dian Rengganis; Yeriyusu Laoli
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.951 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i2.26

Abstract

The emergence of coronavirus disease 2019 or what is called Covid-19 in China and spread throughout the world, then Indonesia was affected by the Covid-19 virus. This also affects several companies in Indonesia so that the phenomenon of Termination of Employment (PHK) is carried out on a large scale. This is because the company went bankrupt. Termination of employment by companies or businesses on a large or small scale has an impact on church members as well. The JKI Satellite Muktiharjo Church responded to what was happening in the Indonesian nation, especially the members of the congregation who were affected by the Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Non-natural Disaster by providing diaconal services. This paper aims to examine whether the church's diaconal and counseling services help church members who have been laid off. This study uses a literature research methodology, which is a method that emphasizes literature research. From the research conducted, it is stated that diaconal and counseling services help to overcome problems that arise in the congregation due to termination of employment. Therefore, the church needs to carry out diaconal and counseling services to help congregation members who have been laid off as a result of the COVID-19 pandemic.AbstrakMunculnya coronavirus disease 2019 atau yang disebut Covid-19 di China dan menyebar ke seluruh dunia, maka Indonesia terkena dampak virus Covid-19 tersebut. Hal ini juga berpengaruh terhadap beberapa perusahaan di Indonesia sehingga muncullah fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara besar-besaran. Hal ini disebabkan karena perusahaan mengalami pailit. Pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan atau dunia usaha skala besar maupun kecil berdampak juga kepada warga jemaat gereja. Gereja JKI Satelit Muktiharjo meresponi yang terjadi di bangsa Indonesia terkhusus warga Jemaat yang terkena dampak dari Bencana Non-alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan melakukan pelayanan diakonia. Tulisan ini bertujuan mengkaji apakah pelayanan diakonia dan konseling yang dilakukan gereja membantu warga gereja yang tekena pemutusan hubungan kerja. Penelitian ini menggunakan metodologi literature research, yaitu sebuah metode yang menekankan penelitian pustaka. Dari penelitian yang dilakukan dinyatakan bahwa pelayanan diakonia dan konseling membantu mengatasi persoalan yang muncul di jemaat akibat pemutusan hubungan kerja. Oleh sebab itu gereja perlu melaksanakan pelayanan diakonia dan konseling untuk membantu warga jemaat yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat dari pandemi Covid-19. 
Pelayanan Pastoral bagi Kaum Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender di Gereja Jemaat Kristen Indonesia Oikos Pelangi Kasih, Semarang Katrina So’langi’; Fibry Jati Nugoho; Yusup Rogo Yuono; Chlaodhius Budhianto; Daryanto Daryanto
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.007 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v4i1.54

Abstract

This research discusses Lesbian Gay Bisexual Transgender and pastoral services carried out by the church in helping people to know God's Love. In this study, the author examines pastoral care to deal with lesbian gay bisexual transgender in the Jemaat Kristen Indonesia Oikos Pelangi Kasih church. With descriptive qualitative research method using literature review and field data. Perform well the function guiding, supporting function, healing function, restoring function and maintenance function will really help the lesbian gay bisexual transgender people to experience recovery and know the truth of God’s word. AbstrakPenelitian ini membahas seputar Lesbian, Gay, Bisex, Transgender dan pelayanan pastoral yang dilakukan oleh gereja dalam menolong orang-orang untuk mengalami kasih Tuhan. Pada pene-litian ini, penulis meneliti tentang pelayanan pastoral untuk menangani kaum lesbian, gay, bisex, transgender di Gereja Jemaat Kristen Indonesia Oikos Pelangi Kasih. Dengan metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan kajian pustaka dan data lapangan. Melakukan dengan baik fungsi membimbing, fungsi  menopang, fungsi menyembuhkan, fungsi memulikan dan fungsi memelihara akan sangat membantu kaum lesbian gay bisex dan transgender untuk mengalami pemulihan dan mengenalkan kebenaran firman Tuhan
Supremasi Kristus Sebagai Arah Liturgi Karismatik: Perspektif Paulus Dalam Filipi 2:9-11 Albert Ian Gunawan; Yusup Rogo Yuono
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Didasko: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v5i2.201

Abstract

The background of this study arises from the phenomenon of worship in charismatic churches, which is known to be expressive, interactive, and dynamic, yet often places greater emphasis on the emotional experiences of the congregation rather than on a theological understanding centered on Christ. The main issue examined in this research is how the direction of charismatic liturgy can be redirected to the true essence of worship, namely being centered on the person and the saving work of Christ as affirmed in Philippians 2:9–11. The theory used in this study is Christology, particularly the understanding of the supremacy of Christ, which emphasizes that Christ is exalted and holds supreme authority as the center of the church’s worship. The research method employed is a qualitative approach using biblical exegesis and theological analysis, combined with a literature review on charismatic liturgy. The results of the study show that the supremacy of Christ must become the theological foundation of charismatic liturgy so that music, prayer, and preaching are directed not merely to build emotional experiences but to cultivate the congregation’s awareness that worship is an act of faith that glorifies Christ as Lord who reigns over all creation.AbstrakLatar belakang dari penelitian ini berangkat dari fenomena ibadah dalam gereja karismatik yang dikenal ekspresif, interaktif, dan dinamis, namun sering kali lebih menekankan pada pengalaman emosional jemaat daripada penghayatan teologis yang berpusat pada Kristus. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana arah liturgi karismatik dapat diarahkan kembali pada esensi ibadah yang sejati, yakni berpusat pada pribadi dan karya keselamatan Kristus sebagaimana ditegaskan dalam Filipi 2:9–11. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kristologi, khususnya pemahaman tentang supremasi Kristus, yang menegaskan bahwa Kristus dimuliakan dan memiliki otoritas tertinggi sebagai pusat penyembahan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memahami bagaimana seharusnya ibadah yang eksprsif, dinamis dan interaktif dilaksanakan dengan pemahaman teologis yang benar. Metode penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan eksegesis teks Alkitab dan analisis teologis yang dipadukan dengan studi pustaka mengenai liturgi karismatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supremasi Kristus harus menjadi dasar teologis dalam liturgi karismatik, sehingga musik, doa, dan khotbah diarahkan bukan untuk membangun pengalaman emosional semata, melainkan untuk membentuk kesadaran jemaat bahwa ibadah adalah respons iman yang memuliakan Kristus sebagai Tuhan yang berkuasa atas seluruh ciptaan.