Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Deteksi Cemaran Bakteri Penyebab Infeksi Nosokomial pada Membran Stetoskop Dian Sri Wahyuningsih; Evy Ratnasari Ekawati
Jurnal SainHealth Vol 5, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v5i1.896.%p

Abstract

Salah satu masalah di bidang pelayanan kesehatan yang dapat menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian di Rumah Sakit adalah infeksi nosokomial. Berdasarkan hasil studi surveilans, diketahui bahwa agen infeksi nosokomial dapat berasal dari alat Kesehatan. Alat Kesehatan yang memiliki factor resiko tinggi sebagai perantara infeksi antara lain stetoskop, thermometer dan sphygmomanometer. Kontaminasi stetoskop setelah kontak dengan pasien tidak dapat diabaikan, semakin banyak kontaminasi pada tangan, semakin banyak kontaminasi padda stetoskop. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri penyebab infeksi nosokomial pada membrane stetoskop di ruang rawat intensif RSUD Jombang. Jenis penelitian adalah observative. Pengambilan sampel dilakukan dengan swab pada permukaan membrane stetoskop sebanyak 30 buah stetoskop dari ruang perwatan ICU, internal bedah, UGD, neonatal, dan syaraf. Hasil deteksi permukaan membrane stetoskop di ruang rawat inap intensif RSUD Jombang ditemukan 40% terkontaminasi Klebsiella pneumoniae, 20% terkontaminasi Staphylococcus epidermidis, 20% terkontaminasi Aerococcus viridans, dan 17% terkontaminasi Leuconoctoc mesenteroidesssp. Cermoris. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bakteri kontaminan terbanyak pada membrane stetoskop ruang rawat inap RSUD Jombang adalah Klebsiella pneumoniae.
UJI EFEKTIFITAS PERASAN KUNYIT PUTIH (Curcuma spp.) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherechia coli Evy Ratnasari Ekawati
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 9 No 01 (2016)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol9.no01.a326

Abstract

This study aims to determine effectiveness of the juice of white turmeric (Curcuma spp.) to the growth ofEscherechia coli. This study was an experimental study using disc diffusion method to look at theeffectiveness of the juice of white turmeric (Curcuma spp.) to the growth of Escherechia coli. The juice ofwhite turmeric used has concentration of 20%, 40%, 60%, 80% and 100%. The results showed the juice ofwhite turmeric (Curcuma spp.) at concentration of 40% to 100% has the potential to inhibit the growthEscherechia coli. Nonetheless, based on the statistical test concentration of 40% and 60% was notsignificantly different from the control and concentration of 20%. Concentration of 80% and 100%significantly different from the control and concentration of 20%, 40%, 60%. Concentration of 80% wassignificantly different from 100% concentration, the more effective use of freshly white turmeric (Curcumaspp.) with 100% concentration to accelerate the process of growth inhibition Escherechia coli. Keywords: the juice of white turmeric (Curcuma spp.), Escherechia coli
Kemampuan Enzim Bromelin Limbah Mahkota Nanas (Ananas comosus) dalam Menekan Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa Muhammad Sungging Pradana; Robiatul Muawenah; Evy Ratnasari Ekawati
Jurnal SainHealth Vol 5, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v5i1.903.18-24

Abstract

Pseudomonas aeruginosamerupakan bakteri yang menginfeksi manusia yang sering ditemui pada kulit yang mengalami luka/trauma. Untuk penyembuhan luka infeksi menggunakan antibiotik tetapi banyaknya kasus resistensi terhadap antibiotik membuat angka infeksi semakin tinggi karena bakteri yang ada dalam tubuh semakin berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh enzim bromelin pada mahkota nanas (Ananas comosus) dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi mahkota nanas dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak mahkota nanas diidentifikasi enzim bromelin dengan spektrofotometer serta dilakukan uji efektifitas enzim bromelin pada mahkota nans (Ananas comosus) dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dalam menenkan pertumbuhan Pseudomonas aeruginosadengan metode difusi sumuran. Sebagai kontrol positif uji menggunakan Chloramphenicol dan sebagai kontrol negatif menggunakan larutan Pz yang sudah steril. Hasil kadar identifikasi enzim bromelin yang didapatkan pada mahkota nanas (Ananas comosus) adalah 0,153 U/mL. Uji daya hambat yang termasuk kategori sensitif hanya pada konsentrasi 100%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan konsentrasi ekstrak mahkota nanas 25% dan 50% berbeda nyata dengan ekstrak mahkota nanas konsentrasi 75% dan 100%.
Kemampuan Enzim Bromelin Limbah Mahkota Nanas (Ananas comosus) dalam Menekan Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa Muhammad Sungging Pradana; Robiatul Muawenah; Evy Ratnasari Ekawati
Jurnal SainHealth Vol. 5 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v5i1.903.18-24

Abstract

Pseudomonas aeruginosamerupakan bakteri yang menginfeksi manusia yang sering ditemui pada kulit yang mengalami luka/trauma. Untuk penyembuhan luka infeksi menggunakan antibiotik tetapi banyaknya kasus resistensi terhadap antibiotik membuat angka infeksi semakin tinggi karena bakteri yang ada dalam tubuh semakin berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh enzim bromelin pada mahkota nanas (Ananas comosus) dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi mahkota nanas dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak mahkota nanas diidentifikasi enzim bromelin dengan spektrofotometer serta dilakukan uji efektifitas enzim bromelin pada mahkota nans (Ananas comosus) dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dalam menenkan pertumbuhan Pseudomonas aeruginosadengan metode difusi sumuran. Sebagai kontrol positif uji menggunakan Chloramphenicol dan sebagai kontrol negatif menggunakan larutan Pz yang sudah steril. Hasil kadar identifikasi enzim bromelin yang didapatkan pada mahkota nanas (Ananas comosus) adalah 0,153 U/mL. Uji daya hambat yang termasuk kategori sensitif hanya pada konsentrasi 100%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan konsentrasi ekstrak mahkota nanas 25% dan 50% berbeda nyata dengan ekstrak mahkota nanas konsentrasi 75% dan 100%.