Sunarru Samsi Hariadi
Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI PADI DALAM MENINDAKLANJUTI KEGIATAN PENYULUHAN DI KABUPATEN MAGELANG Setyo Rahyunanto; Sunarru Samsi Hariadi; Roso Witjaksono
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3352

Abstract

Penyuluh sebagai narasumber dalam menyampaikan informasi harus mampu melaksanakan perantersebut kepada petani yang memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi pertanian. Adanyaperubahan lingkungan strategis (desentralisasi, demokratisasi, isu globalisasi dan pembangunanberkelanjutan), dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator, edukator, mediator, motivator,tidak semua penyuluh menyediakan waktu yang cukup untuk berkoordinasi dengan petani sebabseorang penyuluh harus mendampingi lebih dari 1 desa. Penyuluh bertugas mendampingi petaniuntuk mengadopsi informasi, teknologi inovasi yang disampaikan pada saat penyuluhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian terhadap perubahan perilakupetani dalam menindaklanjuti kegiatan penyuluhan pertanian. Metode penelitian adalah deskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh terhadap petani dalammenindaklanjuti kegiatan penyuluhan menyebabkan beberapa hal, yaitu keaktifan proses produksijarang dilakukan oleh petani, keaktifan peningkatan usaha, keaktifan proses belajar dan keaktifankerja sama masih kadang-kadang dilakukan. Dalam pemasaran produk hasil pertanian, rata-ratapetani menjual kepada pembeli tetap dalam bentuk tebasan atau produk mentah, sementara dalamkegiatan proses produksi mulai dari pasca panen, sortasi, grading, pengemasan dan pemasaranproduk jadi masih jarang dilakukan. Rekomendasi dari hasil penelitian adalah strategi penyuluhandengan fokus meningkatkan kerjasama dan menjaring kemitraan antara petani dengan pelakuusaha, pelatihan pengolahan produk olahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai ekonomi danpendapatan petani beserta keluarganya, pelatihan dan penerapan digital marketing/pemasaranonline.
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI PADI DALAM MENINDAKLANJUTI KEGIATAN PENYULUHAN DI KABUPATEN MAGELANG Setyo Rahyunanto; Sunarru Samsi Hariadi; Roso Witjaksono
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3352

Abstract

Penyuluh sebagai narasumber dalam menyampaikan informasi harus mampu melaksanakan perantersebut kepada petani yang memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi pertanian. Adanyaperubahan lingkungan strategis (desentralisasi, demokratisasi, isu globalisasi dan pembangunanberkelanjutan), dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator, edukator, mediator, motivator,tidak semua penyuluh menyediakan waktu yang cukup untuk berkoordinasi dengan petani sebabseorang penyuluh harus mendampingi lebih dari 1 desa. Penyuluh bertugas mendampingi petaniuntuk mengadopsi informasi, teknologi inovasi yang disampaikan pada saat penyuluhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian terhadap perubahan perilakupetani dalam menindaklanjuti kegiatan penyuluhan pertanian. Metode penelitian adalah deskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh terhadap petani dalammenindaklanjuti kegiatan penyuluhan menyebabkan beberapa hal, yaitu keaktifan proses produksijarang dilakukan oleh petani, keaktifan peningkatan usaha, keaktifan proses belajar dan keaktifankerja sama masih kadang-kadang dilakukan. Dalam pemasaran produk hasil pertanian, rata-ratapetani menjual kepada pembeli tetap dalam bentuk tebasan atau produk mentah, sementara dalamkegiatan proses produksi mulai dari pasca panen, sortasi, grading, pengemasan dan pemasaranproduk jadi masih jarang dilakukan. Rekomendasi dari hasil penelitian adalah strategi penyuluhandengan fokus meningkatkan kerjasama dan menjaring kemitraan antara petani dengan pelakuusaha, pelatihan pengolahan produk olahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai ekonomi danpendapatan petani beserta keluarganya, pelatihan dan penerapan digital marketing/pemasaranonline.