Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Pengangguran Untuk Pembinaan Kerja Pada Desa Menggunakan Metode (SAW) Mei ratnasari; Ian Harum Prasasti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.229 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i5.476

Abstract

Social assistance for the community is the main task and mission of the government to improve the welfare of the nation and state. Therefore, the government continues to innovate about social assistance in the community, especially in Gumukrejo Village. In running the social assistance program, the local government and Gumukrejo Village work together to minimize the distribution of assistance that is not on target. This research was motivated when the author conducted observations and interviewed one of the Gumukrejo Village staff, it was concluded that the lack of knowledge of residents about the conditions for providing assistance and the absence of definite criteria from Gumukrejo Village when providing assistance, therefore, a decision support system was needed to assist village staff in determining recipients of social assistance, a Decision Support System application was made about Determining recipients of social assistance based on 4 criteria. Namely Income, Marital Status, Number of dependents, and age. The decision support system method used is the Simple Additive Weighting (SAW) method. Where the results of this decision support system are in the form of ranking prospective recipients of social assistance according to the final value of the results obtained. With the creation of this social assistance recipient decision support system, it is hoped that it will be able to facilitate the distribution of aid recipients in Gumukrejo Village and in other villages.
Urgensi Pendidikan Karakter Berbaris Kearifan Lokal dalam Membentuk Generasi Unggu di SMK Yasfika di Provinsi Lampung Ian Harum Prasasti; Arif Rohman Hakim
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i8.8546

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pembentukan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas moral. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam membentuk kepribadian yang seimbang, mencegah degradasi moral, serta mempersiapkan pemimpin masa depan yang beretika. Studi di laksanakan pada Sekolah Menengah Kejuruan Yasfika Provinsi Lampung menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 10 guru, 6 siswa, dan 5 orang tua, serta analisis dokumen kurikulum dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam pembelajaran kejuruan mampu meningkatkan kompetensi sosial siswa secara signifikan. Temuan utama penelitian mengungkap bahwa siswa mengalami peningkatan kemampuan kolaborasi setelah penerapan model pembelajaran berbasis proyek yang mengangkat nilai-nilai lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal tidak hanya memperkuat identitas budaya siswa, tetapi juga menyelaraskan kompetensi teknis dengan keterampilan sosial yang dibutuhkan di dunia kerja. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang terintegrasi dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat mampu menciptakan generasi yang berdaya saing global dengan nilai-nilai positif. Kesimpulannya, pendidikan karakter harus menjadi prioritas dalam sistem pendidikan untuk mewujudkan generasi unggul yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Rekomendasi kebijakan mencakup pengembangan modul terpadu, peningkatan kapasitas guru, dan penyusunan sistem sertifikasi kompetensi yang mengintegrasikan aspek teknis dan karakter. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pendidikan karakter kontekstual di SMK, khususnya di daerah dengan kekayaan budaya yang khas.