Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KREASI KRIYA KERAMIK ADRIA DI KANAGARIAN ANDALEH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Hendratno Hendratno; Yuliarni Yuliarni
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 1 (2018): ARTCHIVE : Indonesia Journal Of Visual Art And Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i1.577

Abstract

Penelitian ini akan mengungkap bentuk produk dan kreasi ornamen kriya keramik Adria pada sentra/studio Kachio Ceramic Crafts di daerah Galogandang nagari Andaleh kabupaten Lima Puluh Kota. Kreasi ornamen pada produk keramik Adria akan memberi nilai estetis pada produk yang dihasilkan, karena fungsi ornamen selain untuk menghiasi suatu objek juga berfungsi untuk menambah nilai benda yang diproduksi. Kreatifitas kesenirupaan yang dimiliki Adria  telah terbukti dengan banyak penghargaan yang diterima baik nasional maupun internasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan historis yang akan mengungkap biografi singkat Adria dan Studio Khacio Ceramic Craft yang didirikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adria merupakan seniman yang aktif, kreatif berkarya keramik kreasi di Sumatera Barat. Ia juga inovatif berkarya  menciptakan tungku pembakaran keramik yang dirakitnya sendiri dengan bahan bakar sekam, namun dapat mencapai suhu tinggi dan waktu pembakaran yang sama dengan tungku gas atau listrik. Adria dinobatkan sebagai Juara I dalam Lomba Inovasi Teknologi Kelompok Masyarakat tingkat Propinsi Sumatera Barat. Melalui penelitian ini dapat diinformasikan keberadaan studio Kachio Ceramic Craft kepada masyarakat seni rupa dan masyarakat luas. Bentuk visual produk-produk kreasi yang diproduksi bernilai fungsional seperti bentuk souvenir, asbak, guci, teko,gelas dan nampan, keramik seni serta produk yang berornamen. Pengorganisasian karya dilakukan dengan prinsip kesatuan, keseimbangan, proporsi, komposisi dan irama.Ciri khas karya Adria sederhana, fungsional dan estetis.
Designing A Typeface Inspired by The Embunbekhangkat Motif of The Alas Tribe, Southeast Aceh Firman; Yuliarni Yuliarni; Ahmad Akmal
Texture : Art And Culture Journal Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/texture.v8i2.7056

Abstract

This research aims to design a decorative typeface inspired by the Embunbekhangkat motif of the Alas tribe in Southeast Aceh, as an effort to preserve local culture and strengthen regional visual identity. The study applies a qualitative creation method including literature study, observation, interview, and visual analysis using the 5W+1H approach. The resulting typeface, named ‘Mesikhat,’ was designed through ideation, stylization, digitization, and application stages. The typeface is categorized as a display font with decorative features while maintaining legibility, readability, and clarity. The final result is a digital typeface in OTF and TTF formats applicable in various media such as posters, packaging, and cultural merchandise, supporting the promotion of Southeast Aceh’s cultural identity.
Pelatihan Membatik sebagai Strategi Penguatan IKM Berbasis Kearifan Lokal Widdiyanti Widdiyanti; Yulimarni Yulimarni; Yuliarni Yuliarni; Anin Ditto; Hijratur Rahmi
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i3.1350

Abstract

Kegiatan pelatihan membatik dilaksanakan bertujuan untuk memberikan penguatan kepada pelaku IKM kerajinan yang ada di wilayah Bukittinggi untuk menghasilkan produk-produk berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan terkait dengan kurang mendominasinya minat wisatawan terhadap produk kerajinan yang ada di kota wisata Bukittingi. Dengan demikian diharapkan peserta mampu membuat produk batik berbasis kearifan lokal dengan mengangkat ikon unggulan daerah Bukittinggi sebagai motif batik sehingga kebutuhan wisatawan akan souvenir dapat terpenuhi. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan participatory learning and action, yaitu pendekatan dengan melibatkan peserta secara langsung dalam setiap proses pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kreativitas peserta tentang batik dan mengembangkan desain motif batik yang berbasis kearifan lokal. Peserta dapat membuat produk batik menggunakan beberapa teknik batik dengan menerapkan desain motif batik yang dibuat sendiri. Produk yang sudah berhasil dibuat peserta berupa lembaran kain sebagai bahan baju dengan motif yang terinspirasi dari tradisi adat Minangkabau, motif ukiran tradisional Minangkabau, motif yang bersumber dari transportasi masyarakat Minangkabau seperti pedati, dan motif yang bersumber dari monument jam gadang sebagai symbol kota Bukittinggi.