Anin Ditto
Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan Media Informasi Silek Kumango Tarontang Berbasis AR (Augmented Reality) Faris Ramadhana Putra; Anin Ditto; Olvyanda Ariesta
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 6 (2026): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i6.1206

Abstract

Silek Kumango Tarontang merupakan salah satu aliran silat khas Minangkabau yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi. Namun, pengetahuan mengenai silek ini semakin berkurang, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media informasi berbasis Augmented Reality (AR) yang interaktif dan menarik guna meningkatkan minat serta pemahaman masyarakat terhadap Silek Kumango Tarontang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis 5W+1H serta pendekatan desain komunikasi Visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku ilustrasi dengan fitur AR mampu meningkatkan daya tarik serta pemahaman pengguna terhadap gerakan dan filosofi Silek Kumango Tarontang. Kesimpulannya, penerapan AR sebagai media informasi dapat menjadi solusi inovatif dalam pelestarian budaya Minangkabau.
Perancangan Media Informasi Tentang Seni Rupa Bagi Siswa SMA/Sederajat Sebagai Potensi Melanjutkan ke Jenjang Pendidikan Tinggi Ananda Burhanudin; Anin Ditto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.1005

Abstract

Perancangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan siswa SMA/Sederajat dan orang tua mengenai program studi bidang seni rupa serta prospek kariernya, yang memunculkan stigma negatif dan keraguan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi seni. Berdasarkan hasil survei terhadap 115 siswa SMA/Sederajat, sebanyak 67,8% responden tidak mengetahui program studi seni rupa dan 75,7% tidak memahami peluang karier lulusannya, meskipun 38,3% responden memiliki bakat di bidang seni rupa. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya media informasi yang informatif, efektif, dan atraktif. Tujuan penciptaan karya ini adalah merancang media informasi berbasis visual untuk memperkenalkan program studi seni rupa sesuai dengan bakat dan potensi siswa, sekaligus memberikan pemahaman kepada orang tua. Metode penciptaan dilakukan melalui tahap persiapan, perancangan, perwujudan, dan penyajian karya dengan pendekatan desain komunikasi visual. Hasil penciptaan berupa media utama buku ilustrasi, didukung media pendukung seperti buku digital, poster, X-banner, dan merchandise. Media dirancang menggunakan ilustrasi vektor bergaya flat design, infografis daftar, tipografi sans-serif, serta skema warna triadik agar mudah dipahami dan menarik bagi remaja. Perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, minat, serta kepercayaan siswa dan orang tua terhadap pendidikan tinggi bidang seni rupa.
Perancangan Media Informasi Yang Unik Dalam Upaya Mengenalkan Risograph Sebagai Metode Cetak Alternatif Bagi Komunitas Kreatif Mohd. Rayhan Fadhilah; Anin Ditto; Aryadwipa A. Faradhiga
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.1013

Abstract

Bahari, Nooryan. 2008. Kritik Seni Wacana, Apresiasi, dan Kreasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Febrian, Muhammad. 2024. Perancangan Media Informasi Berupa Zine Mengenai Risograph Sebagai Teknik Cetak Ramah Lingkungan. Program Studi Desain Komunikasi Visual, Telkom University. Hartuti, Wiwik D. 2020. Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN Kipphan, Helmut. 2001. Handbook of Print Media. Berlin. Germany. Kusrianto, A. 2007. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi. Landa, R. 2014. Graphic design solutions 5th Edition. Massachusetts: Wadsworth. Lestari, S., & Aditiya, R. (2018). Pengembangan buku nonfiksi sebagai media pembelajaran. Bandung: Refika Aditama. Nuraeni, R. & Fitriawan, R. A. (2017). Jurnalistik media. Yogyakartra: CV Budi Utama. Sihombing, D. (2023). Sekelumit soal RISO di Indonesia. Grafis Masa Kini. https://grafismasakini.com/article/sekelumit-soal-riso-di-indonesia Sobur, A. (2013). Semiotika komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Soedarso. (2015). Seni dan desain. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta. Watkins, J. (2012). The history of printing. London: British Library. William L. Rivers dkk. 2003. Media Massa dan Masyarakat Modern, Jakarta : Prenada Mediaw
Pelatihan Membatik sebagai Strategi Penguatan IKM Berbasis Kearifan Lokal Widdiyanti Widdiyanti; Yulimarni Yulimarni; Yuliarni Yuliarni; Anin Ditto; Hijratur Rahmi
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i3.1350

Abstract

Kegiatan pelatihan membatik dilaksanakan bertujuan untuk memberikan penguatan kepada pelaku IKM kerajinan yang ada di wilayah Bukittinggi untuk menghasilkan produk-produk berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan terkait dengan kurang mendominasinya minat wisatawan terhadap produk kerajinan yang ada di kota wisata Bukittingi. Dengan demikian diharapkan peserta mampu membuat produk batik berbasis kearifan lokal dengan mengangkat ikon unggulan daerah Bukittinggi sebagai motif batik sehingga kebutuhan wisatawan akan souvenir dapat terpenuhi. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan participatory learning and action, yaitu pendekatan dengan melibatkan peserta secara langsung dalam setiap proses pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kreativitas peserta tentang batik dan mengembangkan desain motif batik yang berbasis kearifan lokal. Peserta dapat membuat produk batik menggunakan beberapa teknik batik dengan menerapkan desain motif batik yang dibuat sendiri. Produk yang sudah berhasil dibuat peserta berupa lembaran kain sebagai bahan baju dengan motif yang terinspirasi dari tradisi adat Minangkabau, motif ukiran tradisional Minangkabau, motif yang bersumber dari transportasi masyarakat Minangkabau seperti pedati, dan motif yang bersumber dari monument jam gadang sebagai symbol kota Bukittinggi.