Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Oceanography

Pemodelan Hidrodinamika Sederhana Berdasarkan Data HIdro-Oseanografi Lapangan di Teluk Lampung Sianturi, Oksto Ridho; Widada, Sugeng; Prasetyawan, Indra Budi; Novico, Franto
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1984.174 KB)

Abstract

ABSTRAKPerairan Teluk Lampung merupakan salah satu daerah yang wilayah pesisirnya digunakan untuk berbagai kegiatan baik kegiatan seperti perikanan tangkap, budidaya mutiara, pariwisata, pelayaran, pelabuhan, pemukiman, maupun kegiatan perdagangan. Pencemaran yang dihasilkan oleh salah satu kegiatan diatas akan menyebar ke kawasan lain oleh gerakan massa air, yang pada gilirannya akan menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan lain di teluk. Segala aktivitas yang terjadi di Teluk Lampung membutuhkan adanya pemahaman hidrodinamika guna menghindari atau meminimalisasi efek negatif yang bisa terjadi di Perairan Teluk LampungPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hidrodinamika Teluk Lampung dengan menggunakan software MIKE 21 HD. Proses pengambilan data lapangan dalam penelitian ini dilakukan pada tanggal 6 April – 20 April 2011 di Teluk Lampung.Berdasarkan data lapangan dan hasil model diperoleh bahwa Perairan Teluk Lampung adalah perairan tipe campuran dengan dominasi pasang surut ganda, dimana kondisi perairan saat pasang perbani dan pasang purnama memiliki kondisi yang berbeda. Pada saat pasang perbani, kecepatan arus berkisar antara 0.06 – 0.08 m/s, sedangkan saat pasang purnama kecepatan arus berkisar antara 0.1 – 0.13 m/s. Sedangkan elevasi saat pasang purnama lebih tinggi dibandingkan saat pasang perbani, yaitu 0.7 meter dan -0.6 meter berbanding 0.45 meter dan -0.3 meter. Verifikasi dilakukan dengan membandingkan pasut model dan lapangan, didapat nilai MRE sebesar 4.7 %. 
PEMODELAN POLA ARUS PADA TIGA KONDISI MUSIM BERBEDA SEBAGAI JALUR PELAYARAN PERAIRAN TELUK LAMPUNG MENGGUNAKAN SOFTWARE DELFT3D. Budiwicaksono, Ajie Rahmat; Subardjo, Petrus; Novico, Franto
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.409 KB)

Abstract

Abstrak Teluk Lampung merupakan teluk yang menjadi pusat kegiatan beberapa lokasi industri dan dermaga besar, padatnya lalu lintas kapal di Teluk Lampung tidak saja disebabkan oleh lalu lintas kapal besar yang mengangkut bahan industri dan keperluan energi namun juga banyak ditemui kapal-kapal nelayan yang beraktifitas di sekitar teluk. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06 – 20 April 2011 (proses pengambilan data lapangan) di Teluk Lampung pada koordinat 5˚28’17.72”LS dan 105˚15’6.93”BT. Pengukuran data bathimetri dilakukan dengan 2 metode yaitu menggunakan Syqwest ( untuk Sounding laut dalam) dan Echosounder (untuk perairan dangkal).dan AOTT Kempten Strip-Chart (Analog Tide) sebagai alat ukur pasang-surut yang diikat pada dermaga. Menggunakan ADCP (Accoustic Doppler Current Profiler) SonTek Argonaut-XR, pengukuran arus dilakukan pada kondisi pasang surut yang ekstrim yaitu pasang purnama selama 1 x 24 jam. Hasil pengolahan data batimetri diketahui bahwa kedalaman Perairan Teluk Lampung memeiliki kedalaman mencapai ±28 meter, kedalaman tersebut sangat baik untuk dapat dilewati oleh kapal sebagai alur pelayaran. Hasil simulasi model menggunakan software Delft3D menggambarkan pola arus yang dirata-ratakan terhadap kedalaman pada daerah penelitian, vektor arus pada daerah penelitian menunjukkan bahwa arah pergerakan arus yang terjadi cenderung bersifat bolak-balik akibat adanya dominasi arus pasut, Kecepatan rata - rata yang didapatkan pada stasiun 1 dan 2 berkisar antara 0,0172 – 0,0279 meter/ detik. Pemodelan pola arus di perairan Teluk Lampung diberikan 3 skenario untuk memodelkan pola arus dengan masukan arah angin, diperoleh hasil kecepatan rata – rata arus pada musim barat sebesar 0,01728 – 0,02587 meter/ detik. Pada musim timur diperoleh dari hasil simulasi model hasil kecepatan rata – rata arusnya sebesar 0,0174 – 0,0298 meter/detik, Sedangkan untuk kecepatan rata – rata arus pada musim peralihan sebesar 0,0175 – 0,0278 meter/detik. Vektor arah sebagai pola arus pada perairan Teluk Lampung tidak terjadi perbedaan arah yang cukup berarti sehingga pola arus pada perairan tersebut pada musim barat, timur dan peralihan terlihat relatif sama.
POLA SEBARAN SEDIMEN TERSUSPENSI BERDASARKAN MODEL POLA ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Sinaga, Afrianto Tua; Satriadi, Alfi; Hariyadi, Hariyadi; Novico, Franto
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.1 KB)

Abstract

ABSTRAKTeluk Balikpapan memiliki muara-muara sungai besar maupun kecil, di antaranya seperti Sungai Sumber, Sungai Wain, Sungai Semoi, Sungai Sepaku, Sungai Somber, Sungai Kariangau dan Sungai Riko. DAS (Daerah Aliran Sungai) Teluk Balikpapan memiliki peranan yang cukup penting dan strategis, diantaranya sebagai penyangga kesinambungan fungsi teluk tersebut sebagai pelabuhan laut Balikpapan dan sumber penghasilan masyarakat di sekitarnya serta kehidupan ekosistem perairan kawasan teluk.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi berdasarkan model pola arus pasang surut di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur dengan menggunakan pendekatan model Mike 21. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 10 November 2011 – 24 November  2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Model yang digunakan merupakan model hidrodinamika dengan data batimetri dan data pasang surut sebagai penggerak utama dan data sekunder yaitu konsentrasi sedimen tersuspensi yang konstan sebagai nilai masukan dalam pengolahan model.Nilai maksimum konsentrasi sedimen tersuspensi terjadi pada saat pasang purnama yaitu di Sungai Wain Besar  berkisar antara 0,032 kg/m3 – 0,04 kg/m3 dengan kecepatan arus pasut 0,1 m/s – 0,12 m/s. Nilai minimum terjadi pada saat surut perbani di sekitar Sungai Sumber dengan nilai berkisar 0 – 0,08 kg/m3dengan kecepatan arus pasut 0,02 m/s – 0,04 m/s. Nilai korelasi antara data pasang surut pengamatan dengan nilai elevasi muka air hasil model Mike 21 mencapai 93,74 %.
Pemodelan Pola Arus Pada Perairan Teluk Balikpapan Dengan Menggunakan Software Mike 21 Witono, Aryo; S, Denny Nugroho; Widada, Sugeng; Novico, Franto
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Balikpapan mendapat masukan air dari beberapa sungai besar yang bermuara di daerah teluk tersebut, dan juga dari perairan yang langsung berbatasan dengan Selat Makassar. Pada Teluk Balikpapan terdapat banyak aktifitas manusia, Aktifitas aktifitas tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi hidrodinamika. Salah satu faktor hidrodinamika yang paling berpengaruh di teluk ini adalah arus.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan pola arus dengan menggunakan data pasang surut sebagai data pembanding antara hasil pemodelan dan hasil lapangan. Penelitian dilaksanakan di pada tanggal 10 November – 24 november 2011.Dari hasil pengukuran diperoleh nilai Tinggi Muka Air Rata-rata (Mean Sea Level), Tinggi Muka Air Tinggi Tertinggi (High Highest Water Level), Tinggi Muka Air Rendah Terendah (Low Lowest Water Level) berturut-turut sebesar 141 cm, 280 cm, dan 23 cm. Dari data pasang surut diperoleh juga bilangan Formzahl sebesar 0,54 maka dapat diketahui tipe pasut Perairan Teluk Balikpapan adalah tipe campuran dengan dominasi pasang surut ganda. Simulasi model Hidrodinamika 2D menghasilkan pola arus yang dirata-ratakan terhadap kedalaman  pada daerah model.  Pada daerah model, kecepatan arus yang terbentuk hingga 0.06 m/detik pada kondisi pasang bulan purnama dan 0,03 m/detik pada kondisi surut bulan mati. Hasil verifikasi data lapangan dengan hasil pemodelan didapat korelasi sebesar 92%.