Nanda Trio Santoso
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Praktik Quality Management System Pada Industri 4.0: Suatu Pendekatan Investasi Nanda Trio Santoso
JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI) Vol 6, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jpensi.v6i1.683

Abstract

Sertifikasi quality management system (QMS)melalui International Organization For Standardization (ISO)  9001 telah dianggap sebagai salah satu cara terbaik dalam meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Akan tetapi, kajian mengenai keefektifan implementasi sistem tersebut masih dipertanyakan di era Industri 4.0. Penelitian menganalisis dampak sertifikasi mutu tersebut ditinjau dari kinerja investasi yang diukur dengan harga saham dan kinerja keuangan yang diukur dengan earning per share. Dengan menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menghasilkan barang atau jasa kepada masyarakat umum dan telah bersertifikasi ISO antara 2000-2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kinerja keuangan dan peningkatan kinerja investasi sebelum dan sesudah sertifikasi ISO 9001. Sehingga, penerapan QMS masih relevan digunakan di era Industri 4.0 ditinjau dari peningkatan kinerja tersebut.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN BUMDES DESA BALONG TUNJUNG UNTUK MEWUJUDKAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS Yanis Ulul Az’mi; Lilik Pirmaningsih; Nanda Trio Santoso; Andini Putri Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.51962

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Otonomi penuh yang diberikan pemerintah Indonesia kepada pemerintah desa disertai dengan tuntutan untuk mendirikan BUMDes membawa peluang sekaligus tantangan. Tantangan yang dihadapi yaitu dengan terbatasnya pengetahuan yang berkaitan dengan pengelolaan BUMDes, sehingga para pengelola membutuhkan pelatihan dan pendampingan berkaitan dengan pengelolaan keuangannya. Mulai dari pengakuan, pencatatan dan pelaporan asset, liability dan equity sampai laporan keuangan dengan harapan dapat mewujudkan transparansi dan akuntabilitas. Metode yang digunakan yaitu pelatihan dengan memberikan pemahaman terkait dengan pengelolaan BUMDes dan Pendampingan yaitu memberikan masukan, riview pengakuan, pencatatan dan laporan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam pengelolaan BUMDes, bukan hanya mencatat uang masuk dan keluar saja, akan tetapi juga bagaimana pencatatan dilakukan agar dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan standar yang ada.