Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PROSES BONGKAR MUATAN CURAH CAIR DARI KAPAL MT.SUNRISE HOPE DI PELABUHAN KABIL PADA PT.PASADA ARTHA CARGO BATAM Suparman Suparman; Raiga Safira Aritonang
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 3 No. 2 (2021): Article Research, Agustus 2021
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.719 KB) | DOI: 10.54196/jme.v3i2.52

Abstract

Abstrak. Proses Bongkar Muatan curah cair di pelabuhan Batam ini bertujuan mengenai Peran Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dalam Proses Bongkar Muatan Kapal Asing di pelabuhan Kabil pada PT. Pasada Artha Cargo Batam. Proses penanganan Bongkar Muat dan persiapan penyediaan dokumen bongkar muat kapal serta kegiatan instansi yang berhubungan dengan kegiatan bongkar muat kapal di pelabuhan Batam. Dengan adanya hubungan yang baik dengan instansi pemerintah di pelabuhan maupun pemilik barang (owner) yang dilakukan oleh PT. Pasada Artha Cargo Batam merupakan salah satu kelancaran kegiatan bongkar muat yang dilakukan PT. Pasada Artha Cargo Batam. Sehingga perusahaan leluasa menyampaikan informasi baik itu tentang kegiatan bongkar muat, kebutuhan bongkar muat, dan lainnya. Kegiatan ini sangat membatu dalam kegiatan Ekspor dan Impor barang muatan yang di angkut oleh kapal. Oleh karana itu Perusahaan Bongkar Muat PT. Pasada Artha Cargo Batam sangat berusaha melakukan pelayanan baik agar dapat berjalan lancar sehingga tidak menghambat proses kegitan Bongkar Muat kapal. Hal tersebut akan berjalan lancar apabila karyawan perusahaan bekerja sangat teliti agar dokumen sesuai dengan prosedur yang ada di wilayah pelabuhan Batam. Salah satu bentuk contoh dokumen seperti Manisfest inward dan Manifest Outward akan di ajukan kepada kantor Bea dan Cukai agar kegiatan bisa segera dapat di proses. Alasan saya memilih judul makalah tentang “Proses Bongkar Muatan Curah Cair Dari Kapal MT. SUNRISE HOPE Di Pelabuhan Kabil Pada PT. Pasada Artha Cargo Batam” merupakah salah satu upaya agar bisa memberitahu kepada pembaca yang akan membaca makalah ini dan bisa memberikan sedikit ilmu tentang proses bongkar muat pada kapal curah cair. Berdasarkan pengamatan pada waktu Praktek Darat (PRADA) penulis melakukan dengan menggunakan data Field Research dan Library Reseacrh.
PROSES PEMUATAN COUNTAINER KE ATAS KAPAL KM.PAHALA PADA PT. SALAM PACIFIC INDONESIA LINES CABANG PALEMBANG Suparman Suparman; Taruna Taruna; Aljon Jekki Simbolon
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 4 No. 1 (2022): Article Research, Februari 2022
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.518 KB) | DOI: 10.54196/jme.v4i1.69

Abstract

Pemuatan adalah barang berupa break bulk (barang yang tidak dimasukkan ke dalam peti kemas) yang akan dikapalkan atau barang yang dimasukkan ke dalam petikemas (container) untuk dikapalkan. Manfaat dari penulisan ini adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang pengangkutan barang dengan melalui container, untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan pemuatan container dari terminal petikemas ke kapal pada PT. Salam Pacific Indonesia Lines Cabang Palembang dan sebagai bahan masukan dan referensi bagi pembaca. Proses pemuatan container ke atas kapal KM. Pahala pada PT. Salam Pacific Indonesia Lines Cabang Palembang mencakup langkah-langkah, yaitu persiapan sebelum kapal tiba diadakan suatu pertemuan antara petugas yang akan terlibat di dalam pelaksanaan kegiatan muat. Juga alat-alat untuk memperlancar sistem operasional muatan container. Proses pemuatan container ke kapal harus berdasarkan bay plan yang sudah dibuat agar kapal aman saat berlayar. Hambatan-hambatan dalam kegiatan muat container pun kadang menjadi kendala seperti kerusakan peralatan muat di lapangan depo juga di pelabuhan, sering terjadi kemacetan di akses jalan dari lapangan depo menuju ke pelabuhan, pengaruh cuaca juga sangat menghambat proses kegiatan pemuatan container.Salah satu untuk dapat bertahan dalam era persaingan bebas adalah dengan cara meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan. Lebih lanjut untuk mengetahui performa perusahaan dan meningkatkan efisiensi perusahaan secara menyeluruh adalah dengan cara mengetahui dengan baik aktivitas yang membangun perusahaan tersebut. Dengan adanya informasi yang cukup mendetail mengenai seberapa baik proses yang sedang dijalankan.Pengangkutan dengan menggunakan petikemas memungkinkan aktivitas muat dapat dimekanikasikan dengan lebih mudah. Hal ini bertujuan untuk memperoleh waktu pengoperasian yang lebih cepat, efektif, dan efisien baik proses pemuatan container maupun penanganan container di lapangan. Survei di lapangan dilakukan pada saat kapal sedang melakukan proses pemuatan container, dengan asumsi bahwa tiap kapal akan dilayani secepat mungkin dan juga apabila ada hambatan yang menghalangi pelaksanaan pemuatan container tentu harus ada solusinya yang sesuai dan efektif.
Fungsi dan Peranan EMKL dalam Ekspor Kelapa pada PT. Elang Sriwijaya Perkasa Palembang Rinaldy Febrian Panggabean; Suparman Suparman; Lilis Lilis
KALAO'S MARITIME JOURNAL Vol 6 No 2 (2025): Desember: Kalao’s Maritime Journal
Publisher : Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69754/kalaos.v6i2.149

Abstract

This study aims to analyze the management process of the Cargo Ship Safety Construction Certificate by PT. Putra Andalas Samudera at the Port Authority and Harbormaster Office (KSOP) Class I Dumai. This certificate is a vital document to ensure ship seaworthiness in accordance with the standards of the Directorate General of Sea Transportation. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through field observations, in-depth interviews, and documentation studies during the internship period. The results indicate that the management procedure is currently conducted digitally through the Shipping and Seafarers Information System (SIMKAPEL). Although the system aims for efficiency, several main obstacles were found, namely: data entry errors by staff, excessive digital document file sizes that hinder system verification, and internet network instability causing disruptions to the central server. Optimization efforts carried out by the company include increasing the accuracy of document validation before uploading and strengthening coordination between the agent, ship owner, and KSOP authorities. This study concludes that optimal certificate management is crucial to prevent financial losses due to ship operational delays and to ensure the safety of the crew and cargo.
PROSEDUR ORDER TUG BOAT DAN MOORING PADA SAAT KEDATANGAN KAPAL MELALUI SISTEM PHINNISI OLEH PT. MARITIME NETWORK INDONESIA CABANG KOTA BARU Yuna Sutria; Nurmaliana Sari Siregar; Suparman Suparman; Gery Prancisco
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.221

Abstract

Proses kedatangan kapal merupakan tahapan krusial dalam kegiatan operasional pelabuhan yang memerlukan koordinasi efektif antara pihak kapal, operator pelabuhan, serta penyedia jasa pendukung seperti tug boat dan mooring. Koordinasi yang baik sangat menentukan kelancaran lalu lintas kapal, efisiensi waktu sandar, serta tingkat keselamatan dan keamanan operasional di area pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Sistem Phinnisi dalam mendukung prosedur pelayanan kapal, khususnya pada proses pemesanan tug boat dan mooring di PT. Maritime Network Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan (field research) untuk memperoleh data empiris serta metode kepustakaan (library research) guna mendukung data teoritis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Phinnisi mampu meminimalisir potensi keterlambatan pelayanan, mengurangi risiko kesalahan administratif, serta meningkatkan efisiensi komunikasi antarpihak terkait, baik internal maupun eksternal. Namun, masih terdapat kendala teknis berupa gangguan jaringan dan keterbatasan pemahaman pengguna terhadap sistem, sehingga diperlukan pelatihan berkelanjutan serta peningkatan infrastruktur teknologi guna optimalisasi penerapan sistem tersebut.
Pengurusan Surat Persetujuan Muat Barang Berbahaya di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Dumai pada PT. Sinar Maritim Anugerah Cabang Dumai Shella Apriyani Br Surbakti; Suparman Suparman; Aja Avriana Said
Jurnal Transformasi Bisnis Digital Vol. 1 No. 6 (2024): November : Jurnal Transformasi Bisnis Digital (JUTRABIDI)
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jutrabidi.v1i6.373

Abstract

The purpose of this paper is to study the process of processing approval letters for loading dangerous goods and the obstacles at the Dumai Class I Harbormaster and Port Authority Office at PT. Sinar Maritim Anugerah Dumai Branch. In writing the paper the author used field observation methods (Field Research) and library methods (Library Research) related to the subject matter taken. In the ship agency, the company carries out activities to process permits for unloading dangerous goods. Processing the approval letter for loading dangerous goods goes through several stages starting from making an application letter for loading dangerous goods by the ship agent, paying Non-Tax State Revenue (PNBP) or PUP for one activity, completing the requirements attached to the application for permission to unload dangerous goods , permission to load dangerous goods from the loading port, B/L and manifest. Then hand it over to the administrative and administrative division for issuing permits for loading and unloading dangerous goods and then hand it over to the Head of Harbormaster and Port Authority (KSOP) for signing. The obstacles faced by companies in processing permits to load dangerous goods consist of obstacles from the company and at the harbormaster's office. On the other hand, in the process of processing permits to load dangerous goods, companies pay more attention to the accuracy of staff to avoid mistakes in completing the requirements for processing permits to load dangerous goods.
Alur Pengurusan Keagenan Muatan Khusus Ternak Sapi MV Gloucester Express pada PT. Bahari Eka Nusantara Cabang Belawan Dwi Sandy Prayuda; Suparman Suparman; Dina Rispianti
Jurnal Transformasi Bisnis Digital Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Transformasi Bisnis Digital (JUTRABIDI)
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jutrabidi.v3i1.1210

Abstract

This study aims to analyze in-depth the process of handling special livestock cargo agency for cattle on the MV Gloucester Express ship, as well as to identify the efforts and coordination carried out with relevant agencies to ensure the efficiency and effectiveness of services while the ship is in the unloading port. The research method used is descriptive qualitative. Data was collected through field research with participatory observation techniques during the fieldwork period at PT. Bahari Eka Nusantara, supported by library research to strengthen the theoretical foundation regarding ship agency management and special cargo regulations. The research findings show that the process of handling special livestock cargo agency at PT. Bahari Eka Nusantara is well-structured, involving the preparation of detailed supporting documents, starting from the ship's arrival report to its departure. The efficiency of the service heavily relies on tight coordination with port authorities (KSOP and Animal Quarantine) and compliance with applicable technical policies. However, technical obstacles were found, such as the unpreparedness of cargo documents from the shipper and coordination issues during docking. Improvement efforts are being made through enhanced digital communication and accelerated document validation before the ship's arrival to minimize waiting time at the port.