Virki Widoyanti
STIKES ABI, Surabaya, East Java, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Prilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Orang Tua Di Ruang Rawat Inap Anak Roufuddin Roufuddin; Abd. Mannan; Mahardika Putri Kaonang; Virki Widoyanti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v2i2.3313

Abstract

Perilaku caring merupakan suatu sikap yang dilakukan oleh perawat dimana terdapat interaksi antara perawat dan penerima layanan didasari oleh sikap tanggung jawab, saling mendukung dan menghargai. Perilaku caring yang dianggap penting untuk dilakukan perawat guna memberikan kepuasan, tidak hanya bagi pasien dan keluarga pasien tetapi juga bagi perawat. Tingkat kepuasan orangtua merupakan Tingkat terpenuhinya kebutuhan dan keinginan yang sesuai atau melebihi harapan orangtua terhadap pemberian pelayanan keperawatan yang diberikan selama anak dirawat di ruang rawat inap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku caring perwat dengan tingkat kepuasan orangtua di ruang rawat inap anak Puskesmas Blega Kabupaten Bangkalan. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dengan 37 responden. Hasil pengujian korelasi didapatkan nilai sig sebesar 0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,592. Nilai tersebut < 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang cukup kuat antara perilaku caring perawat dan tingkat kepuasan orangtua diterima. Hasil penelitian tersebut diharapkan perawat dapat meningkatkan pelayanan keperawatannya terutama perilaku caring nya sehingga pasien dan keluarga pasien akan merasa lebih puas akan pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan tersebut. Misalnya dengan melakukan pengembangan SDM seperti mengikuti pelatihan untuk mengembangkan softskill-nya.
Perbedaan Tingkat Depresi Pada Lansia Sebelum Dan Sesudah Diberikan Terapi Musik Keroncong Roufuddin Roufuddin; Nurul Masruroh; Virki Widoyanti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v2i1.2775

Abstract

Memasuki usia tua akan mengalami kemunduran baik secara fisik, psikologis, maupun biologis. Kemunduran psikologis yang sering dijumpai pada lansia salah satunya adalah depresi. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat depresi lansia adalah menggunakan terapi musik keroncong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat depresi pada lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi musik keroncong di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik pre experimental pre test post test design. Populasinya sebanyak 40 orang lansia dengan sampel sebanyak 36 responden di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon RankTest. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan tingkat depresi pada lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi musik keroncong di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya denganangkasignifikan p value=0,000 lebih rendah dari α=0,05 (p<α). Sebelum perlakuan, sebagian besar lansia mengalami tingkat depresi ringan sebanyak 11 responden (30,6%) dan setelah perlakuan sebagian besar lansia mengalami tingkat depresi ringan sebanyak 16 responden(44,4%). Ada perbedaan tingkat depresi pada lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi musik keroncong di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya. Untuk itu, terapi musik dapat menjadi pilihan untuk menurunkan skor depresi pada lansia di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya.
Pengaruh Perilaku Olahraga : Jalan Kaki Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia di UPTD Griya Werdha Surabaya Roufuddin Roufuddin; Mahardika Putri Kaonang; Fendi Suherman; Virki Widoyanti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v3i1.4040

Abstract

Hipertensi disebabkan karena terjadinya penurunan fungsi organ jantung yang dapat menyebabkan penebalan pada dinding aorta dan pembuluh darah besar dan menyebabkan penurunan elastisitas pada pembuluh darah sehingga sirkulasi darah terganggu. Olahraga : jalan kaki merupakan cara mudah yang mampu melatih otot – otot pompa jantung untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh sehingga kontraktilitas dan sirkulasi pembuluh darah menjadi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi olahraga : jalan kaki terhadap tekanan darah pada lansia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre Eksperiment dengan rancangan One Group Pre-post test design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 lansia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah terapi olahraga : jalan kaki dan variabel dependennya adalah tekanan darah lansia. Metode pengumpulan data adalah dengan menggunakan Observasi tekanan darah dengan menggunakan Spygmomanometer. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji statistik Paired t – Test dan diartikan bermakna jika derajat kemaknaan (p = ≤0,05) untuk mengetahui adanya penurunan tekanan darah pada responden yang diberikan terapi olahraga : jalan kaki pada pagi hari. Hasil uji tingkat insomnia menunjukkan nilai derajat kemaknaan p = 0,003, yang artinya ada pengaruh terapi olahraga : jalan kaki terhadap tekanan darah lansia. Terapi Olahraga : jalan kaki sebaiknya digunakan sebagai salah satu cara untuk melatih otot – otot pompa jantung agar kontraktilitas dan sirkulasi pembuluh darah menjadi baik dan mampu membantu mengontrol tekanan darah.
Hubungan Aktivitas Fisik Dan Stres Dengan Nyeri Dada Pada Pasien Jantung Koroner Di Rumah Sakit Islam Aminah Blitar 2025 Wimar Anugrah Romadhon, S.Kep.,Ns.,M.Kep; Virki Widoyanti
Journal of Nursing Update Vol 7, No 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jnu.v7i1.6722

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang muncul ketika dinding arteri koronaria menyempit oleh pembentukan material lemak secara gradual dan tidak memiliki gejala pada awal pembentukannya serta merupakan gangguan kronis yang berkembang diam-diam disepanjang hidup. Faktor resiko yang muncul mencetus timbulnya tanda gejala berupa nyeri dada karena adanya penyempitan pada arteri menyebabkan suplai oksigen ke otot jantung berkurang. Faktor risiko yang dapat diubah adalah merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik dan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan stres dengan nyeri dada pada pasien jantung koroner di Rumah Islam aminah blitar Tahun 2025. Metode: Penelitian bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RSU. Islam aminah blitar dari bulan Januari s/d April Tahun 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pasien jantung koroner yang berobat di Poli Jantung sebanyak 4.676 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 98 responden. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Berdasarkan uji chi square menunjukkan hubungan aktivitas fisik dengan nyeri jantung koroner dengan nilai p-value = 0,004 0,05 dan hubungan stres dengan nyeri jantung koroner dengan nilai p-value = 0,036 0,05 pada pasien jantung koroner di Poli Jantung Rumah Sakit Umum Islam aminah blitar Tahun 2025. Kesimpulan: Ada hubungan aktivitas fisik dan stres dengan nyeri jantung koroner pada pasien jantung koroner di Poli Jantung Rumah Sakit Umum Islam aminah blitar Tahun 2025.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Stroke Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Tahun 2025 Virki Widoyanti; Wimar Anugrah Romadhon
Journal of Nursing Update Vol 7, No 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jnu.v7i1.6723

Abstract

Pendahuluan: Stroke adalah kelainan saraf yang ditandai dengan adanya penyumbatan pembuluh darah.Gumpalan yang terbentuk di otak dan mengganggu aliran darah, menyumbat arteri dan menyebabkan pembuluh darah pecah, menyebabkan pendarahan. Pecahnya arteri yang menuju ke otak akibat stroke mengakibatkan kematian sel-sel otak secara mendadak karena kekurangan oksigen. Tujuan: untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien stroke di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke yang berada di instalasi rawat jalan berada di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar yang berjumlah 90 responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan cara purposivesampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan menentukan kriteria- kriteria tertentu. Hasil: Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan uji Chi-Square memperlihatan bawha nilai signifikan probabilitas (Asymp.Sig) kualitas tidur adalah 0,033 atau nilai sig a = 0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien stroke di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tahun 2025. Kesimpulan:Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien stroke di  tahun 2025