I Dewa Ketut Kerta Widana
Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Concept of Disaster Education and the Roles of Educational Personnel, Parents, Partners, and Community in Early Childhood Education Dwi Jati Marta; I Dewa Ketut Kerta Widana; Adi Subiyanto; Arry Aditsya Yoga
Journal of Early Childhood EducationĀ Perspectives Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Early Childhood Education Perspectives
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/jecep.v1i2.142

Abstract

Indonesia faces high disaster risk due to its geological and geographical conditions, which disproportionately affect vulnerable groups, including young children. This situation highlights the urgency of integrating disaster education into Early Childhood Education to build awareness, preparedness, and resilience from an early age. This research aims to examine the concept and implementation of disaster education in Early Childhood Education and to analyze the roles of education personnel, parents, partners and the community in its implementation. Employing a qualitative case study approach, the research was conducted in six ECE institutions in Pangkalpinang City and Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving 24 informants, including teachers, parents, partner representatives, and community leaders and using the interactive model of Miles, Huberman, and SaldaƱa. The findings identify two empirically grounded implementation models: comprehensive (holistic) and partial integration, shaped by institutional readiness, educator capacity, and local disaster risk contexts. The research also reveals a collaborative ecosystem in which teachers function as core implementers, school leaders as coordinators, parents as learning reinforcers, and partners and community as technical supporters. These findings demonstrate that disaster education in Early Childhood Education is practiced in adaptive and context-specific forms. This research contributes an ecosystem-based, multi-stakeholder framework to strengthen sustainable disaster preparedness and long-term resilience from early childhood.
Analisis Upaya Mitigasi Pemerintah Jakarta Utara untuk Menanggulangi Bencana Banjir Rob Guna Mendukung Keamanan Nasional Yanoveryarto Setio Putro; I Dewa Ketut Kerta Widana; Sarpono; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Dimas Raka Kurniawan Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4341

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya penanggulangan banjir di Jakarta Utara untuk mendukung ketahanan nasional. Bencana merupakan salah satu bentuk ancaman nonmiliter terhadap keamanan nasional. Dalam membangun ketahanan nasional, bencana merupakan salah satu kriteria untuk menilai aman atau tidaknya suatu negara. Bencana mengancam kehidupan sosial masyarakat dominan dan pada gilirannya mengancam keamanan nasional. Ancaman yang dirasakan masyarakat Indonesia adalah meningkatnya frekuensi bencana yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Jakarta Utara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi DKI Jakarta yang terancam banjir bandang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang mengkaji literatur sebagai sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk mitigasi yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, pembangunan sungai Kanal Banjir Barat dan Banjir Timur. Pembangunan dua sungai, Kanal Banjir Timur dan Banjir Barat, bertujuan untuk mengurangi kerusakan akibat banjir di Jakarta Utara. Kesimpulan dan rekomendasi dari studi ini adalah bahwa pemerintah perlu meningkatkan rencana kesiapsiagaan banjir mereka dan memastikan mereka tahu apa yang harus mereka lakukan untuk melawan banjir di masa depan melalui mitigasi. Kata Kunci: Upaya, Pemerintah, Mitigasi, Banjir
Analisis Faktor Penyebab dan Strategi Mitigasi Bencana Banjir Rob di Kota Banda Aceh Nabella; Syamsunnasir; I Dewa Ketut Kerta Widana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4592

Abstract

Abstract The main purpose of this research is to analyze the various factors that cause tidal flooding and create several tidal flood mitigation strategies in the city of Banda Aceh. The Banda Aceh region is located at the western tip of Indonesia. An earthquake with a magnitude of 9.3 on the Richter scale and a tsunami with a wave height of up to 30 meters destroyed large parts of Banda Aceh city in 2004. The city of Banda Aceh, which is located on the coast, makes this area very vulnerable to tidal flooding. Climate change that causes global warming is one of the factors causing sea level rise, causing high sea waves, and causing intense abrasion. Then, the increase in the population in Banda Aceh City every year is also the cause of tidal flooding due to increased human activities that cause land subsidence and also cause sea level to rise. This study uses a qualitative descriptive analysis method, using primary data from previous studies and secondary data from previous research literature studies, as well as data from related agency documents. The strategy of tidal flood disaster mitigation can be done by planting mangroves, then by forming communities and working groups that can help mitigate tidal floods, then by making a hazard map of the risk of rising sea levels, and tightening building permits in water catchment areas. Keywords: Tidal Flooding, Mitigation Strategy, Disaster Mitigation Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai faktor penyebab banjir rob dan membuat beberapa strategi mitigasi banjir rob di kota Banda Aceh. Wilayah Banda Aceh terletak di ujung barat Indonesia. Gempa dengan kekuatan 9.3 SR dan tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 30 meter menghancurkan sebagian besar kota Banda Aceh pada tahun 2004. Kota Banda Aceh yang terletak di pesisir pantai menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap banjir rob. Perubahan iklim yang menyebabkan pemanasan global menjadi salah satu faktor penyebab peningkatan permukaan air laut, menjadi penyebab tingginya gelombang laut, dan menyebabkan abrasi yang intens. Kemudian, peningkatan jumlah penduduk di Kota Banda Aceh setiap tahunnya juga menjadi penyebab terjadinya banjir rob karena meningkatnya aktivitas manusia yang menyebabkan penurunan muka tanah dan juga menyebabkan peningkatan permukaan air laut. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif Analisis Deskriptif, dengan menggunakan data primer dari penelitian sebelumnya dan data sekunder dari studi literatur penelitian terdahulu, serta data dari dokumen instansi terkait. Strategi mitigasi bencana banjir rob dapat dilakukan dengan penanaman mangrove, kemudian dengan membentuk komunitas, dan kelompok kerja yang dapat membantu mitigasi bencana banjir rob, kemudian dengan membuat peta bahaya risiko kenaikan air laut, serta memperketat izin bangunan di area resapan air. Kata Kunci: Banjir Rob, Strategi mitigasi, Mitigasi Bencana