Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Proceedings Series on Physical

Identifikasi Hama Lalat Buah (Bactrocera sp.) pada Tanaman Jambu Biji (Psidium guajava) dengan Menggunakan Perangkap Antraktan Metil Eugenol Hittah Murniati; Tunjung Pamekas; Mutiara Mutiara
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.481

Abstract

Jambu biji (Psidiun guajava) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena rasa, aroma, serta berbagai manfaatnya bagi kesehatan. Salah satu spesies hama utama yang banyak menyerang buah dan sayuran di Indonesia adalah Bactrocera spp. Methyl eugenol dilaporkan dapat mengendalikan lalat buah pada tanaman jambu biji. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi spesies lalat buah yang terdapat pada tanaman jambu biji. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022. Sampel lalat buah diambil dengan perangkap metil eugenol yang dipasang di tanaman jambu biji dan identifikasi lalat buah dilakukan di Laboratorium Karantina Tumbuhan. Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 (tiga) spesies lalat buah yang menyerang buah jambu biji, yaitu Bactrocera umbrosa, B. papayae, dan B. carambolae.
Respon Pertumbuhan 10 Galur Padi Rawa (Oryza sativa l.) Rakitan Universitas Bengkulu Terhadap Penyakit Blas di Rumah Kassa Sella Tuti Febriani; Tunjung Pamekas; Nela Zahara
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.526

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas utama sebagai sumber pangan masyarakat Indonesia. Dalam usaha memenuhi kebutuhan pangan, pengembangan galur padi rawa perlu digalakkan. Serangan penyakit blas yang disebabkan oleh Pyricularia oryzae menjadi faktor penghambat dalam usaha budidaya padi rawa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pertumbuhan sepuluh galur padi rawa terhadap serangan penyakit blas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga April 2022 di Laboratorium Proteksi Tanaman dan greenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan 10 galur padi rawa (UBPR 1, UBPR 2, UBPR 3.UBPR 4, UBPR 6, UBPR 7, UBPR 8, UBPR 9, UBPR 10 dan UPBR 11 serta varietas INPARI 32 sebagai pembanding). Tahapan penelitian meliputi peremajaan patogen P. oryzae, persiapan media tanam padi, penyemaian benih padi, penanaman, inokulasi patogen P. oryzae, dan pemeliharaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah trikoma, tingkat kehijauan daun, jumlah stomata, jumlah malai, jumlah dan bobot biji bernas, bobot biji hampa, dan bobot brangkasan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke 10 galur uji memiliki respon pertumbuhan yang sangat bervariasi. Dari sisi produksi ke 10 galur uji memiliki respon pertumbuhan dibawah varietas pembanding INPARI 32.
Induksi Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman Cabai Terhadap Penyakit Antraknosa dengan Aplikasi Cendawan Endofit Tunjung Pamekas; Hartal Hartal; Sapnah Holiza
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.533

Abstract

Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh patogen Colletotrichum sp. menyebabkan gejala mati pucuk pada tanaman cabai dan selanjutnya pucuk menjadi kering berwarna coklat kehitam-hitaman. Patogenisitas Colletotrichum sangat kuat sehingga dapat menurunkan produksi cabai. Kehilangan hasil akibat penyakit antraknosa mencapai lebih dari 50% di seluruh dunia, terutama di wilayah tropis dan sub tropis. Penyakit ini juga ditemukan pada buah cabai pascapanen yang kerusakannnya dapat mencapai 50%, karena nilai estetika dari buah cabai menjadi rusak. Colletotrichum merupakan cendawan tular udara yang dapat menginfeksi bagian duan, batang dan buah. Pada saat serangan berat, seluruh bagian buah cabai akan mengering dan keriput. Tindakan budi daya yang tepat dibutuhkan untuk menjaga produksi hasil cabai tetap stabil bahkan meningkat, salah satunya dengan pemberian mikroba pemacu pertumbuhan tanaman salah satunya yaitu menggunakan cendawan endofit. Tujuan penelitian adalah untuk mengevalusi induksi pertumbuhan dan ketahanan tanaman cabai dengan aplikasi cendawan endofit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Juli 2021 di Laboratorium Proteksi Tanaman dan greenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan empat jenis cendawan endofit, yaitu A= belum teridentifikasi, B= Rhizoctonia sp. 1, C= Curvularia sp. dan D=Rhizoctonia sp. 2 serta E=tanpa cendawan endofit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi cendawan endofit memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai, namun aplikasi cendawan endofit mampu menurunkan keparahan penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Aplikasi cendawan endofit mampu memacu pembentukan senyawa asam salisilat pada tanaman cabai.
Pengujian Kesehatan 4 Varietas Benih Sorgum (Sorghum bicolor L.) Tunjung Pamekas; Hendri Bustamam; Ferdinand Gherrisyah M; Usman Kris Joko Suharjo; Edi Susilo
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.719

Abstract

Kesehatan benih sorgum sangat mendukung terciptanya tanaman sorgum yang sehat dan berproduksi tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji kesehatan 4 varietas benih sorgum dengan metode seedling symptom test. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2021 hingga Januari 2022 di Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Varietas sorgum yang dipakai adalah Super 1, Suri 3 Agritan, Suri 4 Agritan, dan Numbu yang berasal dari Balai Penelitian Tanaman Jagung dan Serealia (BALITJAS) Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Suri 4 Agritan memiliki daya kecambah, tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar yang paling rendah, namun varietas tersebut memiliki persentase bibit terinfeksi yang paling kecil. Keempat varietas benih sorgum terserang patogen terbawa benih dari golongan cendawan, berturut turut 4, 6, 5 dan 3 species cendawan pada varietas Super 1, Suri 3 Agritan, Suri 4 Agritan, dan Numbu. Cendawan terbawa benih empat varietas sorgum adalah Aspergillus niger, Mucor sp, Pyricularia sp, Rhizopus sp, Curvularia sp, dan 4 isolat cendawan yang belum teridentifikasi.