Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SCREENING SYSTEM INSTRUMEN SYARIAH DAN PEMURNIAN PENDAPATAN NON-HALAL DI PASAR MODAL SYARIAH Lalu Suprawan
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 1 No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.071 KB)

Abstract

Perbedaan paling mendasar antara investasi syariah dan konvensional baik dalam investasi pada financial asset maupun investasi pada real asset adalah terletak pada proses screening dalam mengkonstruksikan portofolionya. Hal tersebut berimplikasi pada adanya beberapa bentuk transaksi dan penjualan yang dibolehkan dalam Islam setelah melalui proses evaluasi terhadap institusi dan istrumen yang telah ada, sekaligus (jika dimungkinkan) memberikan tawaran alternarif bentuk institusi dan instrumen yang dianggap lebih Islami. Konsep penerapan screening sistem dan pemurnian pendapat tersebut menjadi fokus kajian dalam tulisan ini, hal tersebut didasarkan pada belum terbebasnya secara penuh hubungan keekonomian atau bisnis dalam suatu perusahaan dengan larangan-larangan transaksi dalam Islam seperti masih terdapatnya unsur bunga sebagaian pendapatan, hal dimungkinkan terjadi karena secara general Indonesia belum sepenuhnya menerapkan sistem Ekonomi Islam sebagai sistem perekonomiannya.
SCREENING SYSTEM INSTRUMEN SYARIAH DAN PEMURNIAN PENDAPATAN NON-HALAL DI PASAR MODAL SYARIAH Lalu Suprawan
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 1 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan paling mendasar antara investasi syariah dan konvensional baik dalam investasi pada financial asset maupun investasi pada real asset adalah terletak pada proses screening dalam mengkonstruksikan portofolionya. Hal tersebut berimplikasi pada adanya beberapa bentuk transaksi dan penjualan yang dibolehkan dalam Islam setelah melalui proses evaluasi terhadap institusi dan istrumen yang telah ada, sekaligus (jika dimungkinkan) memberikan tawaran alternarif bentuk institusi dan instrumen yang dianggap lebih Islami. Konsep penerapan screening sistem dan pemurnian pendapat tersebut menjadi fokus kajian dalam tulisan ini, hal tersebut didasarkan pada belum terbebasnya secara penuh hubungan keekonomian atau bisnis dalam suatu perusahaan dengan larangan-larangan transaksi dalam Islam seperti masih terdapatnya unsur bunga sebagaian pendapatan, hal dimungkinkan terjadi karena secara general Indonesia belum sepenuhnya menerapkan sistem Ekonomi Islam sebagai sistem perekonomiannya.
Penguatan Kualitas Pendidikan Al-Quran melalui TOT Quran Smart Learning bagi Guru Madrasah dan Pesantren di Lombok: Pengabdian Ahmad Amir Aziz; M. Firdaus; Nurlita Lestariani; Ahmad Nurjihadi; Lalu Suprawan; Muh. Salahuddin; Siti Ahdina Saadatirrohmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6428

Abstract

Kualitas pendidikan Al-Quran di madrasah dan pesantren masih menghadapi tantangan signifikan, terutama disparitas kemampuan siswa dalam memahami makna ayat. Program pengabdian ini dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui TOT (Training of Trainer) Quran Smart Learning bagi guru madrasah dan pesantren. TOT difokuskan pada penguasaan QSL Level 1 (leksikon), Level 2 (morfologi), dan Level 3 (sintaksis), melalui metode ceramah, praktik langsung, diskusi kelompok, dan refleksi. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru, termasuk kemampuan mengelola pembelajaran interaktif, memahami struktur bahasa Arab, serta kesiapan menjadi fasilitator di lembaga masing-masing. Observasi praktik dan interaksi selama pelatihan menegaskan motivasi tinggi peserta untuk menerapkan metode QSL. Meskipun aplikasi digital QSL masih dalam pengembangan dan belum diterapkan, TOT ini membangun fondasi kuat bagi implementasi blended learning di masa depan. Temuan ini menegaskan bahwa TOT Quran Smart Learning efektif dalam memperkuat kompetensi guru dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Quran secara berkelanjutan.