J.B. heru Prakosa
Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

“Kenabian” dalam Tradisi Islam dan Rekam Jejak serta Penuturannya Prakosa, JB. Heru
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 22, NOMOR 01, APRIL 2013
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.932 KB)

Abstract

In Islamic tradition, Muhammad is believed to be a prophet; and his prophethood was proved with a miracle in the form of i’jaz al-Qur’an. This means that anyone was challenged to bring something like the Qur’an at the level of its eloquence, and yet no one was able to do it. The prophethood of Muhammad was then transmitted from one generation to another generation by his followers, through the Islamic history, from the 2nd till the 4th or 5th centuries of the Hijriah. The report of the words and deeds of the Prophet Muhammad is called hadith. Two main components of a hadith are the chain of transmitters (sanad) and the content or material of the hadith (matn). In fact, the study of hadith criticism should pay attention to those two components in balance. Apart from it, the study of hadith can also provide a room for building an interreligious encounter, both in theological and spiritual senses.
Approaching The Word of God: A Study on Schleiermacher and Karl Barth (The First Part Of The Two Articles) Prakosa, Y.B. Heru
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 17, NOMOR 01, APRIL 2008
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.322 KB)

Abstract

Teologi (refleksi iman akan sabda Allah) di zaman ini tidak dapat dilepaskan dari hermeneutika. Ulasan dan pengembangan sebuah teologi selalu berciri interpretatif. Oleh karena itu pula teologi perlu jelas dengan prinsip-prinsip yang mendasari pendekatannya sebagai bagian penting dari pertanggungjawaban metodologisnya. Sementara itu hermeneutika sendiri sebagai ilmu masih terus berkembang. Paparan berikut ini akan mengulas dan mengevaluasi prinsip dan metode interpretasi yang dikembangkan oleh F. Schleiermacher dan K. Barth. Bagaimana mengusahakan sebuah refleksi iman terhadap sabda Allah khususnya yang dituangkan dalam Kitab Suci secara intelligible bertanggungjawab dan komunikatif?
Mengenal dan Memahami Doktrin Islam Tentang Arogasi: Nasikh Wa-Mansukh. Bertolak Dari Uraian Fakhr Al-Din Al-Razi dalam Al-Tafsir Al-Kabir dan Al-Mahshul Fi-'Ilm Ushul Al-Fiqh Prakosa, J.B. Heru
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 11, TAHUN 1998
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2053.366 KB)

Abstract

---
Approaching The Word of God. A Study On Fazlur Rahman and Sayid Qutb (The Secound Part) Prakosa, J.B. Heru
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 17, NOMOR 02, OKTOBER 2008
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.473 KB)

Abstract

Teks-teks hasil refleksi iman (teologi) berciri interpretatif. Kitab Suci yang diterima sebagai Sabda Allah juga merupakan 'teks teologis' yang melewati tahap Interpretasi. Hermeneutika, sebagai metode interpretasi, meneliti kaitan antara teks dan subjek yang ingin memahaminya. Dengan demikian, hermeneutika juga berkaitan dengan penggunaan prinsip-prinsip dan metode dalam proses penginterpretasian sebuah teks. Penulis telah mulai mengulas metode interpretasi yang dikembangkan oleh F. Schleiermacher dan K. Barth. Di sini,  penulis melanjutkan dan sekaligus membandingkan pendekatan mereka dengan metode interpretasi Fazlur Rahman dan Sayyid Qutb.
Gugatan Imanuel Terhadap Doktrin Trinitas. Jembatan Bagi Hubungan Kristen dan Islam di Indonesia J.B. heru Prakosa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah perjumpaan Kristen-lslam diwarnai oleh pemahaman timbal balik dan perseteruan, dan keduanya mengenai Trinitas dalam peranan Yesus Kristus dalam hubungan manusia dengan Allah. Dengan dasar Sabda Allah dalam Al-Qur'an mengenai Trinitas, teologi lslam sepanjang sejarah mempersoalkan kristologi serta ajaran tentang Trinitas itu; sebaliknya, teologi kristiani menjawab pertanyaan dan peftentangan itu, pada umumnya secara apologetis, untuk membenarkan ajaran kristiani. Bukankah dalam perdebatan itu juga pantas dipertanyakan rumus iman kristiani?Buku lmanuel memperlihatkan bagaimana terbentuk kristologi (dan ajaran tentang Trinitas), mulai dari pengalaman-pengalaman murid-murid Kristus sampai monjadi dogma dan kaidah iman. Sejarah itu menghadapkan pada pembaca dengan pertanyaan inti: bagaimana bicara dewasa ini sehingga orang dapat mengerti bahwa Allah menyertai kita dalam Yesus Kristus (lmanuel!) ? lmanuel membuka kembali pertanyaan bagi orang kristiani: Ajaran kristologi menekankan bahwa manusia Yesus Kristus berelasi amat khusus dengan Allah dan ajaran itu sekaligus harus menghindari kesan triteisme. Buku lmanuel - semoga - menyambung dengan teologi lslam.
Approaching The Word of God: A Study on Schleiermacher and Karl Barth (The First Part Of The Two Articles) Y.B. Heru Prakosa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 17, NOMOR 01, APRIL 2008
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teologi (refleksi iman akan sabda Allah) di zaman ini tidak dapat dilepaskan dari hermeneutika. Ulasan dan pengembangan sebuah teologi selalu berciri interpretatif. Oleh karena itu pula teologi perlu jelas dengan prinsip-prinsip yang mendasari pendekatannya sebagai bagian penting dari pertanggungjawaban metodologisnya. Sementara itu hermeneutika sendiri sebagai ilmu masih terus berkembang. Paparan berikut ini akan mengulas dan mengevaluasi prinsip dan metode interpretasi yang dikembangkan oleh F. Schleiermacher dan K. Barth. Bagaimana mengusahakan sebuah refleksi iman terhadap sabda Allah khususnya yang dituangkan dalam Kitab Suci secara intelligible bertanggungjawab dan komunikatif?
Kenabian dalam Tradisi Islam dan Rekam Jejak serta Penuturannya JB. Heru Prakosa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 22, NOMOR 01, APRIL 2013
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Islamic tradition, Muhammad is believed to be a prophet; and his prophethood was proved with a miracle in the form of ijaz al-Quran. This means that anyone was challenged to bring something like the Quran at the level of its eloquence, and yet no one was able to do it. The prophethood of Muhammad was then transmitted from one generation to another generation by his followers, through the Islamic history, from the 2nd till the 4th or 5th centuries of the Hijriah. The report of the words and deeds of the Prophet Muhammad is called hadith. Two main components of a hadith are the chain of transmitters (sanad) and the content or material of the hadith (matn). In fact, the study of hadith criticism should pay attention to those two components in balance. Apart from it, the study of hadith can also provide a room for building an interreligious encounter, both in theological and spiritual senses.
Approaching The Word of God. A Study On Fazlur Rahman and Sayid Qutb (The Secound Part) J.B. Heru Prakosa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 17, NOMOR 02, OKTOBER 2008
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks-teks hasil refleksi iman (teologi) berciri interpretatif. Kitab Suci yang diterima sebagai Sabda Allah juga merupakan 'teks teologis' yang melewati tahap Interpretasi. Hermeneutika, sebagai metode interpretasi, meneliti kaitan antara teks dan subjek yang ingin memahaminya. Dengan demikian, hermeneutika juga berkaitan dengan penggunaan prinsip-prinsip dan metode dalam proses penginterpretasian sebuah teks. Penulis telah mulai mengulas metode interpretasi yang dikembangkan oleh F. Schleiermacher dan K. Barth. Di sini, penulis melanjutkan dan sekaligus membandingkan pendekatan mereka dengan metode interpretasi Fazlur Rahman dan Sayyid Qutb.
John Calvins Theological and Biblical Hermeneutics J.B. Heru Prakosa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 02, OKTOBER 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yohanes Calvin (1509-1564) adalah figur penting di balik perkembangan Gereja Protestan. Salah satu dari sejumlah sumbangannya yang penting ialah terkait dengan gagasan dan pendekatannya terhadap Kitab Suci. Menurutnya, Alkitab sebagai Kitab Suci adalah Sabda Allah sendiri. Alkitab memang berwujud sebuah buku dengan tulisan yang berciri manusiawi, namun keberadaannya tidak dapat dilepaskan dari inspirasi Roh Kudus. Penafsiran atas Alkitab yang memuat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan keduanya ini memiliki kedudukan yang setara boleh dilakukan oleh siapa saja; tak ada satu pihak pun yang berhak meng-klaim sebagai penafsir tunggal. Calvin menekankan perlunya pendalaman atas teks dan konteks, sebagaimana itu dulu juga dikembangkan oleh para penulis Injil dan penulis surat-surat Perjanjian Baru dalam berhadapan dengan teks-teks Perjanjian Lama. Dengan ini, menurutnya, penafsiran Alkitab akan selalau bersifat majemuk dan tidak mandeg dalam acuan masa lalu saja.
Mengenal dan Memahami Doktrin Islam Tentang Arogasi: Nasikh Wa-Mansukh. Bertolak Dari Uraian Fakhr Al-Din Al-Razi dalam Al-Tafsir Al-Kabir dan Al-Mahshul Fi-'Ilm Ushul Al-Fiqh J.B. Heru Prakosa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 11, TAHUN 1998
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---