AbstractSocial media as the prominent phenomenon of digital culture has become the infrastructure for social and political movements. Digital media platforms such as Facebook and Twitter have become practical tools for social movements, especially for communicating, organizing, and gaining wider publicity. However, a more careful study shows that activism on social media can only become an impactful socio-political movement if it meets the requirements of contemporary culture. Social media apparently does not support the absorption and deepening of complex discourses or difficult issues. In addition, direct (offline) activities, namely traditional forms of organization, are absolutely necessary for resilient and impactful social movements. These findings are in line with the study of social movements in the Catholic Church. Only through direct action in the offline realm can social movements foster spirituality, empower people, manifest a sense of solidarity, and become deep collective movements that inspire continuous effort for the sake of the common good.AbstraksiMedia sosial, yang menjadi fenomena utama dari kultur digital saat ini, telah menjadi infrastruktur bagi gerakan-gerakan sosial dan politik. Platform media digital seperti Facebook dan Twitter telah menjadi perangkat gerakan-gerakan sosial yang efektif, terutama untuk berkomunikasi, mengorganisasikan gerakan, dan memperoleh publisitas yang lebih luas. Namun demikian, kajian yang lebih teliti menunjukkan bahwa aktivisme di media sosial hanya dapat menjadi gerakan sosial-politik yang berdampak jika memenuhi syarat-syarat budaya kontemporer. Media sosial ternyata tidak mendukung pencerapan dan pendalaman terhadap wacana yang kompleks atau isu-isu sulit. Selain itu, aktivitas langsung (luring), yakni bentuk-bentuk pengorganisasian tradisional, merupakan hal yang mutlak perlu demi gerakan sosial yang berdaya tahan dan berdampak. Temuan ini ternyata selaras dengan kajian terhadap gerakan-gerakan sosial dalam Gereja Katolik. Hanya melalui aksi langsung di ranah luring, gerakan sosial menjadi gerak bersama yang mendalam, menumbuhkan spiritualitas, memberdayakan partisipannya, mewujudnyatakan rasa solidaritas, serta menjadi usaha berkelanjutan demi terciptanya kebaikan bersama.